Daisypath Anniversary tickers
Showing posts with label New Stuff. Show all posts
Showing posts with label New Stuff. Show all posts

Sunday, 4 May 2014

Ratchadewi Sip haa!

Wiken ini si Muka Lebar dan Kaki Berbulu mencoba tempat makan baru, Tom Tom - the thai food... Makanan yang kita pesan std, chiken basil dan pad kee mao, ditambah chiken pandan...

so far so gud, pad kee mao kemanisan menurut si muka lebar. Chiken basil enak, agak manis but fine... Nasinya enak paraah (jasmine rice??) apalaginpake telor ceplok... Yummy!

The good thing is pelayannya sangat sabar, cepat dan helpful hehe.... Sambelnya generous, hasrat pedas terpuaskan....

The best thing is harganya ga begitu mahal (dibanding Chandara dan Thai Alley)... Ok lah buat tanggal tua...



Ok that's all soal Tom Tom, gue jd terispirasi punya lukisan gajah buat dinding hitam... Hehehehe

Ciao!

Saturday, 25 August 2012

A Mexican Lunch*

Alkisah tiga babi rakus, kelaparan disiang hari yang terik dan sebentar mendung nanti terik lagi, eh mendung lagi... karena lama tak bertemu karena sakit menular, si babi kecil yang suka mengeong memutuskan untuk hari itu harus mencoba makanan baru. Pergilah tiga babi, dengan berbekal payung dan kartu identitas (tebak-tebak berhadiah siapa tau diskon, haha) untuk makan mehican food!

Well, first attemp mexican food not so good ya, tempatnya juga bukan khusus mexican food, yaitu di gourme world pas mexican night. Jadi kurang afdol. Selain nacos, pengalaman makan mexican food si Muka Lebar, eh si babi kecil pas-pasan kan yah... jadilah tiga babi jalan kaki ke Arcadia untuk ke Hacienda.

Sampai disana, sepi pi... Hihi sampe perlu nanya "Mas, bisa lunch kan?" -penampakan depannya bar gitu bok, gelap-, kita memilih duduk di dalam, yang seperti green house, biar kena sinar matahari, vitamin D -jam 12 siang gitu?-

Order time, karena bingung, kita hampir pesan yang sama chimichangas dan quassadilla (I am not sure I speel it right). dengan tiga dessert, warm chocolate cake, apple pie, dan orange something... Intinya... Makanannya enak, keju, red bean, paprika, guachamole, yogurt and  salsa dipping.. they are all good.

Chimichanga itu kulit tortila, membungkus nasi tomat, kacang merah, sayur dan daging/ikan dan keju. disajikan dg cocolan guachamole, yogurt/sour cream?? dan salsa sauce, porsinya sungguh besar. Bak makan nasi padang, dibungkus tortila, resap semua rasanya di nasi. Hehe.

Quassadilla kulit tortila diisi daging, paprika, keju di press, gak tau diapain lagi pokoknya enak... hahaha. Ini sih cemilan kayanya. Rasanya enak, tp rasanya memper-memper sama Quassadilla punya Coffee Club atau karoke di Arcadia apa namanya?

Sementara dessert-nya yang enak cuma orange apa itu, apple pie sukses keras dan gak jelas rasanya dan chocolate warm cake sangat STD....

And there's one thing missing in our food, spicy... Kok gak pedes sih?

Sebagai pencinta pedas kelas berat si Muka Lebar dan Susepa kakak perguruan ke-2, berharap makan makanan mehiko bakal kepedesan. Taunya gak tuh. Sementara si Togemil merasa makanannya enak-enak aja (gak peduli pedes ato gak).  Yasud lah let's call it a day when we find mexican food... pokoknya harus ada guecamole, keju, paprika, jalapeno, tortila...

Otentik atau tidak? Entah lah, belum pernah kami menapaki tanah amerika latin itu, maybe someday... gue kesana biar bs melakukan analisa mendalam. Hehehe....

*Lagi lagi ditulis sudah lama sekali, seharusnya setelah posting the Office --ini makan-makan lulus probation--

Tuesday, 27 September 2011

Good bye :)

Alam semesta bekerja dengan caranya sendiri, menyampaikan pesan-pesan rahasia melalui angin yang bertiup, rumput yang bergoyang, daun yang melambai, banci dugem dipinggir kali depan kantor diiringi Party Rock Anthem-LMFAO. Sungguh misteri...

Jadi tanda-tandanya dimulai dari, gue harus involved dengan client yang datang dari masa lalu. Yang mana menurut pengamatan gue, lawyer yang ngurusin si client selalu resign satu persatu, apakah ini juga saatnya gue untuk resign.... *keplak kepala gue, kerja dulu kalee yg bener*

Kemudian pas pulang pijit, sendal jepit gue putus! Pertanda apakah ini?
Pertanda yang jelas-jelas terlihat adalah gue jd sendal jepitless, musti pinjem kiri kanan sendal jepit, yang jelas gue ga beli yg baru, ogah rugi!


Kemudian, semalam, terdengar suara "kraaaaaak" yang kencang dari kolong meja kubikel gue,
terjadi sesuatu terhadap celana kerja gue... sobek dong. Gue kutik kutik jd kodik tu celana kerja merek tersebut! Yang mengakibatkan gue ga punya celana item lagi. Jadi gue pulang kantor pake celana futsal.


Jadi ternyata hal-hal diatas adalah petunjuk-petunjuk bahwa yah hari ini adalah hari pertama gue nganggur sodara-sodara. Gue resign akhirnya setelah 3 tahun 3 bulan 25 hari (kira-kira segitu lah) dengan resmi gue umumkan I'm no longer a lawyer  in Wonderland. Hohoho. Menurut farewell email gue, I will be pursuing my dreams in a specific industry that has been my passion since I was a Law student


So, here I am, back to the wild, plonga plongo, have no life insurance, have no jobs (my new jobs will start on next Monday, and my life insurance as well... lo kata ini amerika setiap orang brojol ud pny social security number), it is kinda weird but i will be getting used to it. What will i miss from my wonderland firm is:
1. My works, SAYA ADALAH PEKERJA KERAS. Ai lof tu werk... ayem e' werkaholik  Pastinya I will miss my sleepless night, non stop email , taken as hostage by client BADLY*

2. Gue akan kangen pastinya kubikel gue tempat gue menghabiskan 80% dari hidup gue 3 tahun terakhir didalamnya. Beserta segala kertas-kertas yang (i) 30%nya gak penting (ii) 50% gue ga tau itu apaan dan (iii) 20%nya gue rasa punya orang...
3. Gue juga akan kangen ditelpon resepsionis, buat nanyain orang-orang kemana? masuk gak? ada gak disitu? (macem gue resepsionisnya...)
4. Gue akan kangen bongkar2 mesin fotokopi...
5. Gue akan kangen redhair si gadis sampah yang sekarang rambutnya coklat aga orange dan gak gadis lagi, tapi tetep sampah, nelpon gue buat benerin PCnya...
-sebenernya gue loyer, merangkap resepsionis kadang2 IT ... kadang2 mba-mba kebersihan 

I will miss this Firm Wonderland ini dengan segala kebaikan dan keburukannya, everyone has  their own way to impress or annoy me, but somehow I enjoyed being impressed and I didn't mind being annoyed...

Finally, in every beginning there will be an end, my end has come in the wonderland, i have to go and there will be a new beginning for me. Good luck people in Wonderland!

Now, it's the time for me to find a new pair of sandal jepit and pantalon 

*(semoga bos gue baca blog ini, jd gue dipanggil lg =P *daydreaming*)

Saturday, 11 June 2011

The Red Devil Yummy!

Well, as i said yah. Ini bulan seret. Jadi si Muka Lebar dan si Kaki Berbulu kudu ngirit maksimum. Tapi wiken jangan ngirit2 lahhh, biarlah senin sampai jumat sajah plus sabtu.

Jadinya minggu kemarin kami berjalan jalan di mall favorit si Muka Lebar, GI, dan setelah terjebak di stan anna sui di pimp oleh mua, muka si Muka Lebar yg awalnya apa adanya menjadi bagai salahsatu harajuku girls-nya mba Gwen. Ampe jalan berasa artis, merasa semua mata ngeliatin dia, sembari, menempelkan pipi ke kaos si kaki berbulu berharap kadar blush on di pipi tembem hilang.

Yang akhirnya, si kaki berbulu kesel juga "udah ah, biarin jarang2, makan yuk". Makan dimana kita, pilihan jatuh pada resto baru buka di GI. Pas lewat didepannya, wow ini resto baru buka gak ada promo2nya, adem ayem. Biasanya resto baru buka kan heboh, pake selembaran, pake badut, dll. Well, pasti cukup pd sama restonya. Masuklah kami di mad for garlic, yang ternyata italian resto dan melihat menunya yang gak begitu banyak (dibanding peppenero dan tratoria). Masuklah kami ke resto yang gelap dan gothic marrocan? Saya bukan ahli interior.

Kami pun duduk di kursi dan melihat menu, to try out new dish, first find thing that attract you the most, for me, chilli icon. Gue cari icon chilli yg paling banyak di menunya. Sementara si kaki berbulu icon favorite dish. He buys the thing called 'recomended' or 'favorites'. Blaaah. Selera pasar kan relatif begitupula selera si chef.

Dipesanlah dua main dishes, from pasta section i bought red devil, a pasta dish with seafood dan si kaki berbulu order from rice section the risotto garlic mushroom. Kami menunggu menu cukup lama. Cukup untuk kami memperhatikan sekitar, sengaporean family sebelah kita yg ortunya sedang berantem sementara anaknya autis main game di i phone pake ear pod, remaja tionghoa segroup makan pija yang tampak lejat. Dan sebenarnya kami ingin duduk di sofa box, yg warnanya maroon dan hitam dengan lampu maroko diatasnya (main the sims then u'll know maroccan lamp kaya gimana) tapi gak dikasih sama mba-nya. PELIT! Sambil melihat orang lain mostly menyantap pijanya yg tampak lejat, dan kami tidak pesan pija, krn ga begitu suka, such a waste kalo ga dimakan, dan si Muka Lebar nyeletuk "it's better taste really good yah baby, considering the price".

Maklum we had a bad dinner expirience. Untungnya di traktir. Karena gak bayar sendiri. I kept the story with me and my lovely kaki berbulu. Anyway, Mad Garlic adalah resto segroup dengan Tony Romas, wow, harusnya kualitas masakannya oke yah.

Datanglah si red devil. Is it the poor light or the soup of the dish is bloody red, sepiring penuh menggunung dengan seafood, oyster, squid and tiger prawn. Dengan serabut bawang daun serut diatasnya. Si Kaki Berbulu sudah "wow it looks good baby", si kaki berbulu suka bgt makanan berantakan, nyampur semua, tampilan si red devil ini emang agak berantakan, pasta angel hair dan seafood yg generous, kuah merah darah. Mari diaduk, ternyata isinya cukup banyak, si pasta berkuah sedikit, macam mie nyemek kalo mie jawa ini pasta nyemek. Uap panas dan baunya sudah bikin mouth watering, mari kita sikat, coba kuahnya. Rasanya pedas.
Menurut Master Chef ini adalah Bouillabaisse, ku cocokan sepihak bedasarkan warna dan ingridients-nya *sotoy*
 s



Orang indonesia itu gila condiments ya, dikit dikit tambah garam cuka merica tabasco saus acar dll. Buat si Muka Lebar, makanan enak itu makanan yang ga perlu pake condiments. Si pasta Red Devil ini sodara-sodara, rasanya pedas, dengan kuah tidak asin tidak gurih tapi berasa kaya air laut. Tidak hanyir, pastanya empuk (orang bilang al dante), seafoodnya? Cuminya gak alot, udangnya manis dan oysternya rasanya percis seperi oyster mentah, kalo makan di grand hyatt cafe, segar dengan rasa laut. Well, satu hal yang pasti they use the best and the fresh ingridients. Rasa? Rasa itu relatif, and i can say i love the spicy flavour, hebatnya lagi makin dasar kuahnya makin pedas, apalagi di tumpukan bumbunya, disuapan akhir pedesnya enakk!

Bagaimana Risotto si Kaki Berbulu? Well the second dish came when i taste the Red Devil soup. Dan si risotto datang putih dan panas mengepul. Nasinya dan jamur enoki (i reckon) dan satu jenis jamur lagi kancing atau apa gitu yg aku suka tumis. Dengan paha ayam boneless diatasnya. Menurut si Kaki Berbulu itu adalah risotto terenak yg pernah dia makan. Gurih yang tidak terlalu dominan, tidak terlalu creamy, every elements works well it's a simple flavour yah, si paha ayam justru yg rasanya jelas gurih dan lebih asin, works well with the risotto yah. I love this dish. Lucunya, dlm risotto ada bawang putih utuh dan si kaki berbulu menolak untuk memakannya, dia gak suka bawang. Dan i ate it, it taste good, dan akhirnya dimakan juga sama si kaki berbulu.
the garlic risotto

Pengalaman makan kali ini, secara rasa sangat memuaskan. I love our dishes. Ketika bill datang, we can accept the price for the dishes tapi untuk service taxnya yg 7,5% oh no no no. Pelayannya gak cekatan, i asked them twice to give me the menu (makanya kita gak jd nambah order krn kelamaan ngambilnya), dan a bit jutek yg nerima kita, kita minta duduk di sofa gak dikasih pdhl ada pasangan b2 disitu juga. Kata dia untuk 6 orang. Kenapa sih? Jadi overprice yah buat service tax, gak sebanding sama kualitas pelayanan. So, turunin service taxnya! *gak rido bayar 7,5% buat pelayanan setengah hati*

pulangnya kita beli serabi kinca duren ulliko, yg rasanya nampol dan jajanan taiwan yg so std bgt. Ugh langsung mengantuk kebanyakan makan.
Published with Blogger-droid v1.6.7

Tuesday, 5 April 2011

The Apple Project

Sebagaimana diketahui bersama. Kalo si Muka Lebar suka makan dan si Muka Lebar cinta dessert. Bukan sembarang dessert. Chocolate warm cake/chocolate volcano/sebutan lainnya boleh jadi enak. Tapi tak ada yang seenak dessert yang pake apel. Yes. Apple pie, apple tarlet, apple crumble, apple cobbler are all delicious.

Mari dibahas, sebagai mana telah disebut dalam posting sebelomnya. Tidak ada yang mengalahkan kelezatan grandma's apple tarlet-nya ninety nine. Apel manis lembut diatas, pie kering gurih hangat, dengan es krim vanilla, dengan bubuk kayu manis, dan saus karamel sebagai pemanis. Heaven!
Si Muka Lebar favorite!



Setipe dengan yang diatas ada Bakerzin, juga pernah dibahas sebelomnya
Bakerzin apple pie

dengan komposisi nyaris sama, crusty apple pie, dengan vanilla ice cream on top of it dan apple fillingnya ada kismisnya. Apelnya juga lebih generous, tp tekstur dan rasa pie-nya, rasanya oke yang Ninety nine. Jadi apple pie hangat dan ice cream dingin, rasanya selalu Enak!

Ada yang baru dicoba si Muka Lebar Apple Cobbler di Spaggedis.
The giant apple cobbler

Jadi ini adalah semacam apple pie dengan pinggiran yang padat, semacam based cookies untuk cheesecake. Rasanya dasarnya tidak terlalu manis, tidak keras dan diatasnya ada apel yang sudah dimasak dengan kayu manis, diatasnya ada crumble, remahan kacang-kacangan (macademia, walnut, almond?) dan si pie yang jadi dasar (sepertinya) disajikan dengan eskrim vanilla. Asiknya porsi hidangan ini JUMBO! Rasanya sendiri lumayan, karena si Muka Lebar suka semua kecuali bagian kacangnya. Jadi tidak begitu spesial selain porsinya yang gede, rasanya ya apple cobbler.

Sodaranya dijual tepat diseberang si Apple Cobbler, yaitu Apple Crumble di Coffee Club.
The pretty apple crumble

Porsinya lebih standard. Tidak besar. Lapisan dasar pienya jelas, dan layering apel sebagai isi pienya lebih jelas. Sungguh cantik dilihat dari samping, diatasnya ada remahan pie. Ditaburi gula halus dan cinnamon powder dan ice cream vanilla. Rasanya yummy !! Pie-nya lebih keras dan gurih, apelnya lembut dan tidak telalu manis, crumble pie-nya juga renyah dan manis karena gula putih diatasnya. Worth to try!

Si Muka Lebar pernah makan apple pie di sebuah restoran mahal, tetapi memilih untuk tidak membahasnya, karena kecewa. Apelnya asem sekali. Walaupun pie basednya enak. Hiks sebal.

Selain dessert apel dengan bahan dasar pie, Seribu Rasa dengan cita masakan peranakannya punya apple and banana crepe (lupa judulnya to kayanya crepe deh) digulung dalam crepe lembut yang hangat jangan lupa sausnya, karamel dan apel, dengan es krim vanilla dan lagi-lagi si cinnamon powder. Enak sekali!

Menurut si Muka Lebar, dessert apple yang enak itu adalah pie gurih renyah yang hangat dengan apple filling yang manis (jangan kemanisan) with a hint of cinnamon dan vanilla ice cream yang light. Suatu hari nanti si Muka Lebar bercita-cita pasti akan membuat pie apple yang enak. Hahahahaha!

*selama masi belom bisa bikin, beli aja dulu. Hohoho. Pic yang di Seribu Rasa menyusul yah.


Published with Blogger-droid v1.6.7

Wednesday, 8 December 2010

Diet starts tomorrow!

Maksud hati ingin kurus, dengan tekad bulat ikut fitnes dan pake diet pula, tapi apa daya... Hasrat makan saat wiken besar...
Suatu sabtu yang mendung, ditengah kelaparan sangat dan mati lampu, pergi lah si Muka Lebar dan Cabidut ke Menteng, dan duduklah kami di Do An, restoran Vietnam. Selama ini, pengalaman makanan Vietnam si Muka Lebar hanya sebatas Pho 24.

Duduklah kami, disodori daftar menu plus gambar makanan yg menggoda.
Dua anak babi kelaparan dengan cepat memesan makanan pembuka, oke namanya susah, sudah dicatet tapi hilang, shrimp spring roll (bukan yg goreng), another shrimp spring roll (digoreng), passion mango with milk dan ice ginger lychee.

Makanan batch pertama tiba in no time, spring roll yg gak digoreng mantabs, besar pula ukurannya! Kulit lumpia tipis, dengan bihun/soun, daun kemangi (bau dan rasanya seperti itu), kuning telur, udang dan smoked beef. Dicocol di saus ikan, mantabs, ludes dalam sekejab mata.
Fresh spring rolls
Sikaaat!

Satu lagi shrimp roll digoreng, kecil dan kulitnya seperti benang digulung di (semacam) sosis udang, yg ini ukurannya lebih kecil, dengan saus, cabe bening, macam thai sauce botol, tp ga kental, bening. Rasanya yg ini std, dan berminyak.
Fried spring rolls

Tandas makanan pembuka kami, si Cabidut mulai melirik daftar menu, sementara si Muka Lebar ribut dengan minuman, so far ice ginger lychee paling enak! (Dan itu punya Cabidut makanya ribut), si Cabidut memesan bubur manis, tak lama datang bubur sagu, berwarna hijau dengan pipil jagung dan sedikit santan. Manisnya tidak berlebih, hangat, lembut, halus dan harum. We like this this sweet warm dessert!

Urutan makan kami memang random, dimulai dengan makanan kecil diakhiri dengan makan besar, tandas dengan bubur, kami mulai ragu-ragu memesan beragam main dishes, oke si Cabidut memesan nasi tumis udang bumbu khas vietnam (yang belakangan diketahui serei) dan si Muka Lebar pesan spicy beef pho (ya elah...). Makanan utama ini porsinya, alamak jang gedenyoo! Rasanya Pho, menurut muka lebar kurang berbumbu tidak gurih (kurang garam/merica?) pdhl sudah ditambah cabe minyak. Sementara milik Cabidut juga STD, mungkin gara-gara kita sudah kenyang makan bubur... Hehehe.

Beraatlah kami ngabisin yang ini. Tapi habis juga. Hehe. So, far kami menikmati pengalaman makan kami, looking forward to eat some more!

*nb: Malemnya kita makan Iga Tekko di SCBD, si Cabidut pesan lidah, Muka Lebar Iga, rasanya ya gitu Iga Tekko lah.*---> GAGAL DIET

-----------

Hari minggu yang mendung, setelah pengalaman makan membabi buta kemarin, Muka Lebar berjanji untuk makan lebih sedikit hari ini. Dimulai pagi malas, siang lebih malas, akhirnya si Muka Lebar dan Kaki Berbulu memutuskan untuk ke Senayan City untuk hunting jaket dan Jersey Indonesia yang mana habis dimana-mana.

Diikuti terjebak untuk makan malam di Sency karena hujan dan malas pindah mall. Akhirnya teringat rekomendasi sebuah tabloid lifestyle Jakarta yang menyebutkan sebuah resto baru di Sency, yang menyajikan suatu yang "beda".

Mampirlah sore itu kami ke Rio de Hut? (Lupa nanti di check namanya). Sore itu dengan niat dinner lebih cepat (diet bo!), dan untungnya rstoran cukup sepi sore itu, kami memilih meja di pojok. Restoran ini bernuansa hangat dan nyaman. Kami sangat menyukai representasi tempat ini secara keseluruham, ditambah kami duduk di dekat jendela yang dapat memandang hujaan... aaww cooo cwiit (lebay).

Makanan, kami memesan Pasta Cream Salmon dan Kumpir. Kumpir sayuran+smoked beef and cheese. Kimpir sendiri adalah makanan khas Turki (begitu menurut daftra menu yang sangat informatif), yang rupanya adalah tiada lain an tiada bukan sebutir baked potato! Pasata Cream Salmon datang in no time, Asin. Sungguh asin, smoked salmon enak namun asin, cream pasta yang juga asin, bahkan garlic bread yang juga asin, masyaoloh... dikata setan apa dikasi garem. Me don't likey. Sementara Kumpir si Kaki Berbulu, hadir dan tidak terlalu outstanding. Baked potato yang cenderung basah dalamnya (tidak seperti baked potato Kenny Roger's ato bahkan Wendy's), dengan Cream Cheese dan sayuran plus sprinkle smoked beef (plis deeh).

Untung 1. Tempatnya oke bgt 2. Diskon CC, dan harganya murah... Yah, Diet starts tomorrow lah (tomorrow never die, kaya lagu garbage, eh itu the world is not enough ya? apa cewe yang nyanyi sweet child o mine siapa namanya?) Dengan ga mau rugi (karena min. purchase belum terpenuhi) kami memesan, Pancake Banana Choco Caramel dan Baked Alaska. Kenapa Baked Alaska? karena kalo main the sims, kalo skill masaknya tinggi baru bisa belajar masak Baked Alaska. Hahaha! Hasrat terpendam penasaran bo!

Pancake Banana Choco Caramel, datang dengan Pancake tipis (Me likey), coklat yg manis (dan tak berkarakter) karamel yang lengket di gigi (si Kaki Berbulu ga suka) dan taburan kacang (si Muka Lebar repot minggirin kacangnya). Pisangnya enak. So far, Pisang dan Pancakenya enak! Sisanya oke tapi less is more menurut gue sih.  Dan porsinya gede (jadi kita bungkus krn kekenyangan dannnn idiotnya kita lupa terus bungkus makanannya kita tero dimana?!). Si Baked Alaska datang kemudian, sebenarnya Baked Alaska itu ice cream sandwhich, dilapisi merigue (gitu ga sih tulisannya) putih telur dan gula (ya kan?) kemudian di bakar (tebakan sotoy gue kaya tekhnik karamelisasi di cream brulee). Hasil akhirnya emang cantik bgt, awan putih dengan efek gosong-gosong yang teksturnya seperti awan (lah kan tadi ud disebut awan putih). Rasanya? Alamakjang... Oke si putih itu datar pisan, eneg ga manis cuma eneg. Rotinya keras dan eskrimnya, itu eskrim cokelat campina kayanya. Oke, gue ga tau rasanya Baked Alaska harusnya kaya gimana, tapi mungkin selera gue aja kali yang villager... Heuhuhuhu..

rasanya tidak secanggih tampilannya, hiks...

Yang jelas dengan segala usaha membabi buta untuk makan ini, gue pesimis kurus dalam tempo waktu sesingkat-singkatnya nih... Fiuh!

Tuesday, 26 October 2010

Menangis Terbahak-bahak!

Gue memang kurang beruntung....

Sebenarnya gue gak hoki banget kalo soal diskon, tiket pesawat dan banyak hal lainnya yang berhubungan dengan irit mengirit...

Misalnya, gue beli tiket pesawat, dengan iming-iming "Hot Deals!" si airline AA.Di hari keberangkatan gue sebelahan sama senior gue, dan ngobrol deh kita...
Si Muka Lebar: "Dapet berapa mas tiket?"
Si mas2: "Emang kamu berapa?"
Si Muka Lebar: "waktu promo kemarin mas XXX Idr..."
Si mas2: "oh aku 1/2XXX Idr..."
Si Muka Lebar langsung asem mukanya, sompret! Itu masi mending, tiket lainnya ketika si Cabidut dapet YYY Idr Muka Lebar dapetnya 4YYY Idr (WTF ?!?!?).

Ga cuma harga tiket aja, buat barang diskonan juga begitu,
Disuatu malam, Muka Lebar pamer sepatu Aldo putih cantik super kerennya ke Chipz "Wow diskon jadi GGG Idr". 6 bulan kemudian, kami pergi ke toko tersebut dan si Chipz jadi beli sepatu yang sama, tapi warna hitam seharga GGG-500rebu Idr. Saaaampaahhhh.....
Dengan pembenaran, sepatu itu udah out of date bgt, warnanya item ga oke dan kaki liliput emang ga laku. Jd diskonnya gede (Hahaha-miris-)

Lama kelamaan gue mulai terbiasa dan jadi gak miris lagi mengetahui kalo gue selalu dapat barang lebih mahal. Tapi kejadian terakhir ini bikin hati gue miris bgt, bagai pengen loncat indah dari lantai 30 dan joget-joget di depan si Kuda. Well anyway gini ceritanya...

Ulang tahun Si Kaki Berbulu sudah dekat, dan karena sibuk gue sengaja cicil kadonya dari jauh-jauh hari. Kecuali kado utamanya. Karena udah mepet gue beli H-1. Sebenarnya gue masih ragu, karena beberapa saat yang lalu si Kaki Berbulu sedang mengincar jaket untuk ke Vietnam (our next destination for annual holiday). Hasil hunting pilihan dia antara Zara dan Top Man yang mana di Top Man ukuran dia gak ada.

Saat pembelian berlangsung, menimbang-nimbang si jaket Zara itu udah warna merah, kotak-kotak pula. Si Muka Lebar pun tidak terlalu suka motifnya, akhirnya dia yang saat itu ditemani Si Belalang Tempur Dubidubidam (Kepanjangan panggil Dudu aja) melipir ke Top Shop dan Yippie ukuran si Kaki Berbulu ada (walaupun ga yakin juga itu pas).
Si Muka Lebar: "Du, bagusan mana? Zara apa Top Man?"
Dudu: "Yang ini lebih mahal (Top Man)" -jawaban yang tidak menjawab-
Si Muka Lebar: "Iya sih, tapi gue ga suka yang Zara, motifnya jelek" -sebenarnya gak perlu jawaban-
Akhirnya dibeli lah si jaket Top Man yang menurut Si Muka Lebar, Kerennn Abis Paraahh, Motif yang luar biasa membuat pemakainnya lebih muda 10 tahun!!!(Kado yg bagus buat pria yg bentar  lagi meninggalkan kepala 2...)

Yap, setelah jaket diberikan, Si Kaki Berbulu mukanya aga datar, walaupun tetep bilang "Iya, suka kok jaketnya bagus... Makasih ya sayang". Wikennya kita pergi ke GI untuk birthday dinner...

Setelah makan, kita mampir ke Top Man dan sodara-sodara........ Jaket yang dimaksutttt diskon EMPAT PULUH PERSEN omigooootttttt! Mo pengsan rasanya (walaupun sisa 1 biji yaitu XL, tetep ajah), ditambah lagi statement si Kaki Berbulu sebagai berikut, "Ah, aku mau beli jaket Zara itu (yg merah kotak-kotak)" -yang artinya dia lebih suka yg Zara (&%!@@##@!!!!^&*(&*&%^#$@!!).

Kenapaaaaa?????? *sambil nangis bombai* 

nb: aku ekhlas kok baby beliin kadonya, cuma nyesek aja sama diskon dan statement lanjutannya... wakakakak-sambil menangis terbahak-bahak-

Wednesday, 20 October 2010

Happy Birthday Kaki Berbulu

Happy birthday Kaki Berbulu darling...

Wish you all the best!

Love u 24-7,
Muka Lebar

Banzai Japanese Cuisine!


Setelah sekian saat bersama akhirnya Muka Lebar dan si Kaki Berbulu benar-benar bertekad untuk mencoba tempat makan baru. Jadi kita tidak lagi harus menjalan kan ritual-ritual makan di tempat yang sama (Makan di Grand Duck King setiap tanggal 8 misalnya...). Hasil dari kebijakan baru kami ini, kami mencoba beberapa tepat makan baru dan dengan jenis makanan yang sama. Bagusnya kita jadi tau perbandingan satu dan yang lain.

Makanan Jepang,

We are not a big fan yaa... Hanya saja kalau lagi pengen ya kita makan Japanese Food. Kita juga gak begitu really into sushi, tapi kita selalu memesan sushi di restoran Jepang (kalo ada menunya). Beberapa bulan terakhir ini kami sering makan makanan Jepang. Restoran yang paling sering kami datangi adalah Sushi Tei.

Sushi Tei sering kami datangi karena terdapat di mall favorit si Kaki Berbulu (Plaza Senayan) dan harganya murah. Makanan favorit si Muka Lebar adalah Salmon Sushi Mentai (Salmon Sushi dengan mayonnaise dan dipanggang) kemudian Spicy tuna atau salmon roll, unagi and cucumber roll. Kaki berbulu suka banget Salmon belly sushi, trus fried salmon skin, dan selalu makan Beef Teriyaki Don.

Akhir-akhir ini kegemaran kami makan di Sushi Tei tergeser oleh Katsudon. Diawali dengan traktiran teman si Kaki Berbulu disana, dan dengan generous si empunya acara ngebungkusin Muka Lebar dengan Salmon Fried Rice. And it was so gooood! Dan akhirnya kami mencoba Katsudon, dan menu favorit kami adalah Spicy Salmon/Tuna Rolls, Salmon Fried Rice (Salmonnya lebih besar di Grand Indonesia dibanding yang di Pasific Place -ngaruh yaaa ukuran salmonnya-) dan Beef Teriyaki Don. Yang menurut Kaki Berbulu “enakan Beef Teriyaki ini dibanding yang sebelumnya. Tapi gak seenak Y and Y sih…” (harganya beda kaleee sayanggggg… dagingnya aja beda nohh).

Soal harga Katsudon tidak jauh dari Sushi Tei, karene menurut Kaki Berbulu, mereka dari group yang sama, makanya biasanya di tempat dimana ada Katsudon, Sushi Tei tidak ada dan sebaliknya.

Selain itu kami sempat mecoba Waraku Pasta dan Waraku Dining. Semula kami menganggap kedua restaurant ini sama, tapi ternyata berbeda saudara. Waraku Pasta, mostly memang isinya pasta, pasta Jepang. Kaki Berbulu memesan carbonara yang sangat creamy, dan Muka Lebar memesan, seafood pasta dengan saus Jepang yang lupa namanya, rasanya manis agak creamy. Porsinya besar sekali. Harganya cukup mahal. Sedangkan si temannya Waraku Dining yang serupa tapi tak sama, manyajikan segala jenis makanan Jepang, Ramen, Sushi, dll. Mirip Katsudon tanpa sushi bar-nya. Harganya juga lebih murah dibanding yang jualan pasta. Beda jenis makanan yaa...

Terakhir kami mencoba Beni Hana, surprisingly ini adalah Japanese chain resto dari Amerika. Diawali oleh Devon sumthing (yang asumsi kami adalah kakek Devon Aoki), yang diteruskan oleh penerus-penerusnya. Beni Hana adalah konsep restaurant yang berbeda, masuk ke dalamnya seperti masuk ke dalam perkampungan ninja (bayangan si Muka Lebar udah cerita di klan otori), agak gelap, dengan kayu dan batu, dingin, dengan pohon sakura, tapi harummm bau makanan! Mungkin andalan Beni Hana adalah Teppanyaki, anyhow, budget kita gak memenuhi untuk makan teppanyaki for 2 (Harganya mulai dari IDR 180.000,00++). Sehingga, Muka Lebar menjanjikan Kaki Berbulu untuk makan Teppanyaki-nya next time…

Kami memilih duduk di tengah, dekat water dinning (jadi di meja makan panjang ada kolamnya, that’s what they call “water dining”). Suasananya nyaman dan romantic (remang-remang gimana gitu) dan ada life music. Suasana romantissss hanya dianggu bocah setan yang lari-lari di sekeliling water dining diikuti baby sitter, dan meludah di water dining (please… where is the mother?).

Di luar gangguan bocah setan, Kaki berbulu memesan Beef Teriyaki Hot Pot dan Si Muka Lebar memesan Salmon Sushi Bowl, Salmon Maki dan Spicy Salmon. Well, setelah menanti makanan, datang lah Spicy Salmon Rolls, yang walaupun harganya lebih mahal dari Spicy Salmon yang biasanya kami pesan, tapi porsinya alamak jang banyaknyo, 6 big rolls (oke ini resto amerika). Salmon Maki datang kemudian, ukurannya mungil, dan harganya sama dengan Spicy Salmon Roll tadi, well ternyata rasanya nak enak sekali saudara-saudara. Segar dan si Muka Lebar memang suka sekali Salmon, jadi enak. :p Worth the price this small little things called Salmon Maki. Yang sepesial dan beda dengan sushi di tempat lain mungkin nasi sushi rasanya lebih tajam, manis gurihnya sangat terasa dan agak tebal (jadi bukan hanya sekedar lapisan).

Kemudian, Hot Pot si Kaki Berbulu datang, besar dengan panas mengepul, rasanya pun enak. “Lebih enak dari dua di atas,  tapi dagingnya enakan Y and Y” kata si Kaki Berbulu (ya oloh sayang beda jenis sapinyaaa…). Salmon Sushi Bowl datang belakangan, salmon nasi sushi di sajikan di mangkok. Banyaaakk! Hehehe. Macam makan 10 Salmon Sushi jadi 1, akhirnya nasinya nyisa. Salmonnya tandassss…. Karena kekenyangan, Spicy Salmon gak bisa kita habiskan, akhirnya dibawa pulang.

Beni Hana mungkin harganya lebih mahal, tapi sebanding dengan pelayanan, suasana dan rasanya, dan porsinya juga besar dan EMINEM PERNAH MAKAN DISITUUUU (tapi di beni hana amrik sono kali yaaa... soalnya ada di fotonya wall of fame-nya Beni Hana).

Di lain sisi Sushi Tei dan Katsdon adalah tempat makan yang affordable sehingga membuka pintu bagi setiap orang untuk mencoba authentic Japanese cuisine (is it authentic? belom pernah ke Jepang sih, but so they say), kalo bosen ke Waraku Pasta deh (I always love pasta!). Muka Lebar dan Kaki Berbulu pernah juga ke Aji Tei but somehow the taste is forgettable. Is it good or is it average? It does not really matter.

Ah, we are looking forward for another Japanese restaurant to be tried...

Monday, 19 July 2010

Pick a dish!-May you be lucky?

Oke, sebelom mulai pembahasan, sebenarnya penasaran juga sama arti "Foodie". Menurut wikipedia

"Although the two terms are sometimes used interchangeably, foodies differ from gourmets in that gourmets are epicures of refined taste who may or may not be professionals in the food industry, whereas foodies are amateurs who simply love food for consumption, study, preparation, and news.[1] Gourmets simply want to eat the best food, whereas foodies want to learn everything about food, both the best and the ordinary, and about the science, industry, and personalities surrounding food.[2]"

Intinya kali ini mau cerita resto favorit si Muka Lebar dan Kaki Berbulu. Kita suka sekali Bakerzin. Di Jakarta kita selalu makan di Bakerzin Plaza Senayan, di Surabaya Bakerzin ada di Tunjungan Plaza IV (kita belom pernah coba makan di Surabaya tapi).

Well, Bakerzin ini sama halnya cafe-cafe lainnya yang menawarkan makanan dari west-east, dengan rasa yang oke banget tentunya. Kali pertama makan di Bakerzin, si Kaku Berbulu menjagokan Fried Oxtail Soup. Yang menurut dia enak banget. Si Muka Lebar memesan Oxtail Soup (original) yang menurut Si Muka Lebar rasanya saat itu agak amis, dan setelah diganti yang baru jejak amis masi ada. So, oxtail definitely not my favorite menu in Bakerzin.


Kedatangan selanjutnya si Muka Lebar mencoba peruntungan dengan pasta, mulai dari Aglio E Olio, yummy, rich, spicy dan yg paling penting gak terlalu oily. Selera si Muka Berbulu gak suka yang terlalu oily. Sekali waktu datanglah kita ke Bakerzin, dan Muka Lebar memesan Pesto Linguini Veal. How does it taste?

amazingly delicious.
intinya pasta dengan saus pesto served with spicy veal.
Saus pesto rasanya ok, ada spicy black pepper, sedikit oily, dan hal itu termaafkan karena ada tomat cincang segar, yang sudah dibumbui garam dan olive oil (napak basah sedikit oily dan gurih), dan di spicy veal yang di iris tipis, setengah matang, juicy, gurih dan pedas karena dilumuri bubuk cabe. Si pesto linguini with veal ini never let me down.
Selalu ok, rasanya setiap kesana!
Yummy!

Si Kaki Berbulu juga punya menu favorit baru, yaitu chicken cutlet with baby potato. Yang mana si Muka Lebar juga suka. Jadi boneless chicken, ditumis dengan kecap bawang dan dihidangkan di fried pan dengan roasted baby tomato.

I found this on my previous un-posted story
"We are lucky to find this new tasty menu in Bakerzin. We have ever tasted one dish like this in another restaurant, but this Bakerzin's Chicken Cutlet taste better. Soft, sweet and delicious. We are lucky! This chicken is our new favorite.

Finally, we decided to try our luck by ordering chicken wings. And it turned out we're not that lucky. It taste like frozen food, with funny smell (i said funny means it is not a good smell). It is just bad choice. Kaki Berbulu have to eat it with Chicken Cutlet sauce to add the flavor, it didn't work on me. I still cannot enjoy it. I guess we are not that lucky!"

Sisanya menu favorit Bakerzin adalah Baileys Cream Soufflé, yang rasanya mantab. Ingin mencoba dessert lain namun sayang sekali, dokat tak menunjang. Trus di kesempatan lain kita mencoba Apple pie/tart. Rasanya lumayan, cruchy, manis, gak lebay manisnya, cinammonnya kerasa, apelnya agak asem dan empuk. Tapi menurut muka lebar untuk apple tarlet, punya ninety nine the best deh...


So do you want to pick a dish? good luck!

Thursday, 15 July 2010

Randomly walking, incidentally having great dessert and finally watching 3D

Malam ini dengan semangat tinggi penghematan dan ingin hidup sehat
kami memutuskan untuk jalan kaki ke Grand Indonesia!


Ini adalah kedua kalinya kami berjalan ke Grand Indonesia. Kami mengambil rute yang sedikit berbeda, agak jauh dan melewati gang-gang gelap nan sempit. Maksud hati menghindari polusi udara, kami melewati gang motor, eh setelah berjalan di gang gelap nan sempit, ternyata ada yang membakar sampah sama aja dong. Polusi.
Kami kemudian keluar di Jalan Jendral Sudirman. Jalan kaki di jam pulang? Hmmm, pengalaman yang menarik, banyak pekerja menunggu bis di halte, banyak bis yang berhenti seenak jidat (padahal sudah ada halte, tapi bis yang datang kemudian, malah berhenti di sebelah bis yang sedang berhenti di halte, malah ada yang posisinya menyerong!), terotoar di Jalan Jendral Sudirman sunguh sangat lebar dan bagus, sayangnya terotoar tidak hanya dipakai pejalan kaki, tetapi juga sebagai jalanan motor (tukang ojek mungkin?), jelas mengganggu. Tapi diantara semua hal yang mengganggu, ada satu yang PALING MENGGANGGU.

BAU PESING.
Baru tau kalo ternyata pohon-pohon atau dinding bisa dijadikan tempat untuk buang air. Selain trotoar di Jalan Sudirman, Si Muka Lebar mendapati pengamen yang buang air di papan gedung di sebelah Halte Tosari, iuuhhh. Wow, betapa idiot besernya pria-pria itu?

Sesampainya di Grand Indonesia, kami masuk ke Harvey Nichols (dengan keringetan dan kumus-kumus) kami memutuskan untuk makan di Ranch Market yang baru buka dan ternyata Ranch Market tidak memiliki tempat makan ditempat (dine in?). Super lelah karena habis berjalan dan kaki pegal, di depan Ranch market ada Resto Ninety Nine, dan dengan implusif (lapar dan capek luar biasa setelah berjalan) kami memutuskan makan disitu.
Ninety nine adalah resto yang menyediakan beragam jenis makanan, pasta, steak, pizza, makanan indonesia. Dengan suasanya yang nyaman dan modern. Jadi ruang smoking terdapat di dalam dan ruang non smoking di luar yang open area dan orang bisa melihat apa yang kita makan (karena gue juga melihat makanan orang-orang).
Si kaki berbulu memesan oxtail soup yang digoreng dan si Muka Lebar memilih paket promo yaitu segala jenis masakan salmon (Australian salmon) akan mendapatkan dessert for free. Jadi lah Salmon with padang sauce ditemani shoestring fried rice dan dessertnya apple tarlet with vanilla ice cream. Minumnya kita yang biasa aja air mineral, dan ditengah-tengah makan kita pesan crushed berry tea, karena mupeng melihat orang yang minum itu.

Oke si oxtail datang, rasanya enak, kuahnya pekat, gelap dengan berbumbu terasa jelas dengan kentang tomat dan wortel tak lupa genangan minyak kuning yang jumlahnya wajar (termaafkan lah). Dagingnya sendiri digoreng, empuk dan si Muka Lebar berpendapat, banyak lemaknya (banyak juga dagingnya sih) jadi lumayan, nasi diletakan di dalam mangkuk (cara akan yang aneh), jadi ada 3 piring tempat sup dalam mangkok besar, tempat buntut dan mangkuk nasi (belom emping dan sambel yang dileakan di tempat terpisah). Meja langsung penuh. Tak lama kemudian ikan datang, Salmon Saus Padang, enak dan pedas. Ini baru namanya saus padang! Nasi goreng karena judulnya shoestring fried rice, Si Muka Lebar tidak terlalu optimis dengan rasanya, dan ternyata betul, nasi goreng pucat dengan serutan wortel dan bawang daun, dengan rasa yang anyep, oke pas lah dengan ikan saus padang yang sangat berbumbu. Ikannya cukup besar, segar dan enak. I considered it as i ate Salmon with the rice as side dish.
Selesai menu utama (Salmonnya tidak habis jadi dibungkus) kami masuk ke penutup. Crushedberry datang, stawberry yang dihancurkan dalam flavoured tea, dengan daun mint. Enak! Oke datang lah Apple Tarlet with Vanilla Ice Cream. Ya, ampun enak bangeeet! Apple tartnya masih hangat, dipotong menjadi empat bagian dengan apel yang empuk, taburan cinnamon, dan pie crust yang gurih dan renyah di pinggir. Baunya itu loh, cinnamon, vannila, dan asin butter, esnya dingin langung meleleh, hiasan karamel dibawah piring bersatu dengan lelehan Vanilla Ice Cream jadi super manis tapi tidak merusak rasa si Apple Tarlet tadi, ini enaaaaaakk sekali saudara-saudara (sampe mau nangis makannya.. oke lebay si Muka Lebar itu kelaparan namanya). What can be better than a warm sweet good smell delicious dessert with ice cream on top of it?
Selesai makan dengan hati senang, Si Muka Lebar menemukan (hasil pengamatan sambil jalan ke atas) bahwa si apple tarlet tadi sebenarnya terdiri lebih dari 4 potong, maksudnya di meja lain yang memesan menu yang sama Apple Tarletnya tampak lebih banyak, jadi Si muka Lebar asumsikan mungkin kalau promo hanya dapat sebagian.
Kami segera berjalan ke Blitz Megaplex. Oke, saat ini selain promosi kartu kredit buy 1 get 1 (seperti dalam cerita sebelumnya kami tidak memiliki CC yang berpromo buy 1 get 1) di Blitz Megaplex ada promo Blitz Summer Passport. Berlaku sampai Bulan September 2010. Sistemnya adalah apabila kita nasabah Bank CIMB Niaga kita dapat membeli Blitz Passport dan akan mendapat 3 tiket nonton untuk weekdays dan 2 weekend. Ditambah 5 kupon bonus (buy 1 get 1 3D, upsize popcorn, discount games dan souvenir, etc), Blitz Passport hanya bisa digunakan ditempat dibelinya Passport tersebut.
Ini tahun kedua kami membeli Blitz Passport dan sangat menguntungkan (lumayan lebih hemat), walaupun harga blitz passport tahun ini naik 25.000 IDR, tapi dapet voucher buy 1 get 1 untuk nonton 3D. Akhirnya malam ini kami memutuskan untuk menggunakan voucher buy 1 get 1 nonton 3D karena kami belom pernah mencoba nonton 3D di Blitz Megaplex.

Kami akan nonton Despicable Me.

Nnton 3D di Blitz memang beda (ya iya lah beda bioskop), kacamatanya lebih nyaman, karena seperti kacamata betulan dan bisa di dobel dengan kacamata kita. kualitas 3D juga lebih baik. Filmnya sendiri, cukup aneh dan lucu dan menarik. Tidak semengharukan Toys Story, tapi akhirnya so sweet, yah namanya juga film kartun.
Kami pulang larut malam, kenyang dan bahagia.

Kecuali bagian bau pesing (euh, it's gross)