Daisypath Anniversary tickers
Showing posts with label Vietnam. Show all posts
Showing posts with label Vietnam. Show all posts

Friday, 6 January 2012

Sai Gon #1: Hello Ho Chi Minh City!

Hari ini kita flight pagi jam 7 dari Ha Noi ke Saigon. Dengan mata berat dan udara pagi menggigit, gak pake mandi cukup sikat gigi kami diantar 'Taxi' yang bentukannya kaya bison (kendaraan umum yang terkenal di Surabaya), tp isinya hanya berdua. Hehe. Saking dinginnya pagi ini si Muka Lebar pake baju 5 lapis -maklum anak pantay gak tahan dingin-. Apesnya, selama perjalanan 2 jam Ha Noi- Sai Gon Vietnam Airlines, pagi ini menunya pork sandwich -siyal!- buat si Kaki Berbulu siyalnya bukan karena menunya, tapi karena gue tanya itu porki apa bukan, menurut hemat dia kalo gak tau gpp makan pork -jitakin laki gue-.
Untungnya tadi di Bandara si Muka Lebar, improvisasi bikin bhan something pake roti yg dibeli malemnya dan sosis sapi beli di cafe. Gak laper2 bgt lah (tapi si Kaki Berbulu tetep kesel).

Sesampainya di Sai Gon, satu hal yg bikin gak tahan. Panasnya! Alamak! Panasnya bak jalan kaki di bunderan HI jam 12 siang pake jaket sauna, eh iya baru sadar gue pake baju 5 lapis. Jadi deh si Muka Lebar takes her clothes off sambil jalan ke conveyor belt ambil barang, minus joget erotis. Kami dijemput oleh tempat menginap, dengan ongkos 10 usd berdua, mobil sedan dengan ac hangat, kelaparan, dan panasnya udara membuat perjalanan 1 jam dari bandara ke pusat kota menjadi tidak menyenangkan.

Hotel kita namanya Xuan Hotel (Spring Hotel), yang terletak di gang kecil, antara Pham Ngu Lao dan Bun Vien, yang juga rumah ruko, yang juga bawahnya toko, pecinan sangat lah, untungnya gak lantai 5 lagi. Kamarnya std, toilat std, kasur 2, yang penting bersih, wifi kenceng. Yang paling penting murah!

Setelah istirahat dan nonton video klip Eminem, agak siangan kita explore tempat nginep, lokasi menginap kita memang tempat turis (kere dengan budget rendah) lah, terletak di District 1. Ada banyak hostel, bar, toko, travel agent. Std. Nah, kita mencoba makan jalanan, makannya bener-bener duduk di emperan toko orang, semacam shrimp spring roll, intinya dadar udang digulung pake selada, dll dicocol sambel plus debu dan asap jalanan. Lumayan rempong makannya dan rasanya lumayan juga mengingat debu dan timbal yang ikut termakan.

Kita jalan lagi, kali ini mencari Hard Rock Cafe (biasa hobi si Kaki Berbulu) melewati Ben Than Market yang ternyata gak gede-gede amat, Rex Hotel, Community Building, Gereja Notredame, mampir ke Post Office dulu (tadinya mau ambil peta bus, cm ga ada) percaya gak sampai mana? Sampe Saigon Trade Ccenter *coba itu yg punya peta dilihat dari hotel gue ke Saigon Trade Center jauhnya kayak apa* Ya ampun itu kaki bak mau patah, emosi jiwanya lagi di Saigon Trade Center gak ada itu HRC. Sompretnya lagi si Kaki Berbulu tau HRC di Vincom Center (udah dilewatin sebelumnya) dan ga bilang, jd kita jalan terus. Sungguh tega :'( !

Sesudah muter2 gak jelas pake emosi jiwa, kita pulang dengan jalan kaki, mampir di Parkson (mall kecil tapi bagus) untuk isi perut di Lotteria (sungguh kita jalan alamak jauhnya) lalu lanjut pulang. Sampai di hotel, sangat cape, udah gak bisa jalan lagi jadi sekalian makan, kita early dinner di Pho Quyen yang searah dengan jalan balik ke hotel. Jujur yah lbh enak dari pho ijo!

Malamnya the superay aka si muka labar tefaar. Sakit bok, entah masyuk angiiin ato kecapean. Soalnya siangnya kehujanan. Jadilah makan malam mie vegetarian beli di dpn, zen. Dan gak kemana2 ngoroks sampe pagi.

Published with Blogger-droid v1.7.1

Monday, 12 December 2011

Sai Gon #3: I'm going deeper underground

I'm goin', I'm goin', I'm goin' deeper underground there's too much panic in this town...

Perjalanan pagi ini adalah mengunjungi Chuchi Tunnel. Kami memesan 1day trip to chuchi, kami berangkat pagi dengan naik bis. Tur kami pesan dari tour agent yang tampak paling mbois, dengan diawali sarapan bhan blablabla dr pinggir jln, we are ready for chuchi.

Disepanjang jalan kami diberi brief explanation. Jadi chuchi adalah sebuah district diluar Sai Gon, tempat tentara Vietkong (komunis di daerah selatan vietnam) berasal. Krn dulu Sai Gon dikuasai AS, tentara vietnam bergerilya, didalam chuchi tunnel. Mereka membangun trowongan di bwh tanah, hidup dlm lubang kecil belasan tahun during the war.
Mereka makan. Melahirkan. Bikin senjata dlm tanah.

Satu jam perjalanan, sampailah kami di chuchi, setelah mendaftar kami segera dibawa masuk kedlm kompleks... Intinya kita diberi presentasi, video diorama, contoh jebakan, dan bagaimana cara hidup vietkong. It was amazing yet crazy. The best part kita coba masuk ke lubangnya (yg ud dimodif lbh gede, buat turis asing yg gede2), claustrofobik, panas, pengap gelap, sempit, kaya dikubur gitu rasanya. Ngeri bgt. Dan lubang aslinya cm 1/3nya dong. Hahaha. Gila.

Pulang dari chuchi jln2 lagiii, mkn di resto semacam quan angon, better atmosphere, cm taste enakan 38, good partnya, spring rollnya vegetarian yaaay!

Yang mau beli oleh2, makanan, esp yg ga bs nawar, pergilah ke tax center, supermarket tempat jual oleh2 (supermarket di tax jg ada di mall lain kaya vincom center kok), mengapa? Krn hrgnya pasti. Kl ben than market nawar dulu pake urat. Capek.

Highlight of the day is, we had a flat tire. Malem2, pas sebelum ke tax center. Omg. Ud ga bs bahasa viet, kita nuntun ga jelas mau kmn, so sweetnya org2 sepanjang jln ngasi tunjuk kita tempat tambal ban, dg bahasa viet, dan kita bahasa inggris monyet. Sampailah kita di tambal ban, hihi. Sama kaya di jkt cara nambalnya. Berakhirlah petualangan hari ketiga ini :)
Published with Blogger-droid v1.7.1

Monday, 22 August 2011

Sai Gon #2: The City Tour

Berbekal pengalaman semalam, akhirnya kami menyewa motor didekat hotel. Dengan 8usd seharian.

Rencana jalan hari ini adalah city tour jadi kita akan mengunjungi war remenants museum-reunification palace-notredame, dll.

War Remenants Museum
Intinya museum sisa perang vietnam-amerika. Isinya, yah tank, senjata, blablabla. Boring. Honestly ya si Muka Lebar duduk ditaman, alesannya capek-pdhl tempat pertama yg dikunjungi. Nunggu si Kaki Berbulu muterin halaman yg penuh mesin2 yg ga jelas. Masuk ke museum yang merupakan bangunan berlantai 3. Lantai 1 adalah propoganda. Dukungan seluruh dunia untuk vietnam atas serangan milites USA. Termasuk ada peta hubungan diplomatik (ada endonesah loh tapi gak lngs stlh kita merdeka menjalin hub diplomatik) eniwei baidewei, eike boring parah lah disini, karena isinya poster dan foto demo doang. Ada surat nyurat juga.

Lantai 2 bagian paling mengerikan, ini yg bikin vietnam government. Isinya foto2 laporan apa yg amerika lakukan during the war. Sisanya foto2 akibat perang. Esp bagian foto2 korban chemical weapon. Agent Orange, blue, green, dkk. as we know agent orange terkenal krn paling destruktif. Dan gak tega bok gue melihat korban akibat si agent orenge ini. Akhirnya gue keluar. Sedih bgt.

Lantai 3 ulasan vietnam war, kali ini dr sisi amerika. Foto2 dan cover story dari kantor berita amerika termasuk korban agent orange, orang amerika yg saat itu di Vietnam kena juga. Sedih lah.
Setelah itu museum ditutup untuk lunch. Dan kita diusirin pdhl eike kebelet bokeerr. Akhirnya, kita melanjutkan perjalanan ke reunification palace, karena masih tutup, kita memutuskan untuk ke Quan An Ngon 38 yg letaknya didepan si palace.

Quan An Ngon 38, itu kaya pujasera, semua makanan khas Vietnam ada disini. Sayangnya fresh spring roll-nya pork. Jd kita gak pesan, kita makan sebagai pembuka, semacam kue kanji dg udang dan ebi, rasanya aneh.
Main dishnya, karena salah paham *salah paham loh ya bukan sengaja* Jadilah kita pesan, duck congee (bubur bebek), crab fried rice, bihun goreng, dan cumi bakar special. Yang semuanya (as i said previously on hanoi lunch experience) porsinya gedeee dan banyak! Bubur bebek pesanan si Kaki Berbulu enakk! Si bihun biasa saja. Setelah kenyang, kami memikirkan strategi menghabiskan nasgor dan cumi, dan ternyata crab fried ricenya itu eeeeenaaakkk bgt! Begitu pula cuminya, dan karena kenyang luar biasa, akhirnya dibungkus deh nasgor dan cuminya.

Reunification Palace
Boring part 2. Museum isinya istana presiden vietnam selatan-Sai Gon, istana ya gitu deh isinya. Katanya posisinya gak bagus feng sui nya jd kalah perang, trus posisinya tusuk sate. Oke .

Sorean, kita ke vincom center, mall yg lumayan bagus dan parkir disitu dan jalan kaki ke orpra house, committee building, post office dan tak lupa ke notredame. Di depan Notredame ada jualan jajan, paper rice, pake daun bawang dan telor puyuh dibakar di arang. Rasanya bak opak tipis. Gak enak. Weks.

Setelah foto2 di tempat terkenal, pulang. Dinner kita makan nasgor dan cumi bungkusan semalam. Tak lupa malamnya beli tiket buat half day tour ke chuchi tunnel. We can't wait for tommorrow!
Published with Blogger-droid v1.7.1

Tuesday, 5 April 2011

Hanoi #2: Visiting The Dragon

23 March 2011

Yes, finally! We visit Ha Long Bay!
Tentu saja kita ikut tur dalam perjalanan kali ini. Pengecualian ini dikarenakan terlalu banyak tipu menipu dan we simply cannot speak Vietnamese.

Kota Ha Long terletak 2 1/2jam-3jam dari Hanoi. Oleh tour provider kita dijemput pukul 8 pagi di hotel, bersama peserta tur lain, mostly bule, kita diantar ke Ha long Bay. Tour guide kita masih sangat muda dengan bahasa inggris yang patah-patah. Intinya menjelaskan lama perjalanan, apa yg dilakukan di Ha Long Bay dan alergi makanan. Kita juga berhenti 20menit di pusat oleh-oleh untuk beli makan dan ke toilet.

Sesampainya di Dermaga Ha Long Bay yang penuh dengan bus jam 11, kami dipisahkan antara yang ikut 1 day tour dan tour yang menginap. Guide baru membawa si Muka Lebar dan Kaki Berbulu ke kapal yang akan membawa kami bertualang ke Ha Long Bay. Yaaay!
Tung Van 9


Kapal berangkat pukul 11.30, menuju The famous Ha Long Bay yang juga merupakan UNESCO World Heritage. Hari ini cuaca mendung, gunung dan bebatuan terlihat samar di balik kabut. Satu dua kapal terlihat di kejauhan.
Si Kaki Berbulu
Laut yang mendung

Kapal yang kita naiki adalah kapal tradisional vietnam. Yang terdiri dari 2 lantai, lantai bawah ada tempat makan (dan tempat kami duduk sepanjang perjalanan), dengan bagian depan kapal menganga, dengan karet ijo karet (biar ga licin kali) yang akhirnya mirip golf driving lane yang di lantai 2 biasanya.. Dibagian belakang ada toilet, mesin dan dapur. Lantai 2 adalah kamar nakhoda, dan balkon ( yang ini ada pagernya) plus tiang. Parahnya, si tur guide dan awak kapal tidak menjelaskan sistem keamanan di kapal kepada penumpang macem di pesawat2 (apa emang begitu normalnya?). Sehingga beberapa saat setelah naik, hal yang pertama dicari si Muka Lebar adalah pelampung!

Selama berlayar untungnya air tenang, tidak hujan,walaupun angin dingin, tapi kekuatan angin masih bersahabat, tak lama kemudian waktu makan siang tiba dan kami harus join dengan tamu lain untuk makan. Menunya tidak terlalu menarik. Ada spring roll goreng, ikan, tofu, tumis kol wortel, nasi, kacang, fish cake. Rasa STD dan musti bagi-bagi sama 6 bule, secara mostly itu makanan sehari-hari si Muka Lebar di tanah air, jadi kali ini, ngambil makannya agak ditahan-tahan. Kasian si bule-bule butuh karbo untuk badannya yg tinggi. Saat makan siang kapal kami berlayar melalui floating village (justru pas pemandangan cakeb, kiri kanan gunung batu!) dan kita lg makan siyal!
Tampilan Ha Long rata-rata seperti ini lah...


Ternyata kapal berhenti di floating village, it's time for kayaking! Yes harga paket kami 25usd incld. Kayaking. Setelah foto dengan gunung plus jersey indonesia (niat nasionalis, apa daya dingin tak kuat seharian pake jaket akhirnya buka jaket pas foto pake jersey, cuma 5 menit doang). Kami turun ke floating village (bangunan ini khusus untuk kayaking, tapi ada jual buah juga). Memilih dayung, pakai pelampung, yak masuklah ke kayak.

I do have trouble with dark water. The fact is si Muka Lebar cupu. Pertama si Muka Lebar panik takut kalo kayaknya akan terbalik. Kedua airnya hijau. Ketiga udaranya dingin banget. Keempat kayaking is not as fun as i thought it would be, ngayuh sampannya berat, kayaknya gak maju-maju, dayungnya ngejedog kayak terus pas dikayuh. Gimana cara ke kanan kiri? Posisi duduk ga pw, ga bisa goyang2 ntr terbalik. Yang paling parah si Kaki Berbulu ngajak masuk ke gua2. Huaaaaa, mau mencret rasanya. Perut ud mules. Mana dayung hampir jatoh. Aduh. Isinya kayaking kita jadi gini:

Si Muka Lebar: sayang, jangaaaan berdiri yah ntr kayaknya terbalik!
Si Kaki Berbulu: sayang ikutin sampan itu, aku mau masuk gue
SML: jangaaaannnn aku ga mauuu, bapak itu kan udah pengalaman. Kalo ada apa-apa gimana?
SKB: Gak justru dia org lokal tau.
SML: AKU GAK TAU CARA BELOKINYAAA *kayak terlanjut lurus ke kiri sementara gua yang dimaksud di kanan*
SKB: udah kamu diem aja
SML: AHHHHH! *dayung hampir jatoh*
akhirnya kita berhasil masuk gua dengan di arahkan si kaki berbulu, si muka lebar hanya mendayung untuk maju. Dan si Muka Lebar melihat dengan iri tiga cewe duduk manis di sampan, gak perlu mendayung. Ugh! Ternyata di ujung gua lautnya dikelilingi gunung sehingga untuk keluar harus lewat gua tadi, si Muka Lebar mulai panik. GIMANA CARA MUTER KAYAK TANPA TERBALIK?
Sementara si Kaki Berbulu mulai ambisius untuk turun dan moto gua,
SKB: sayang ayo menepi, foto disana
SML: gak maoooo! Ini gimana caranya belok?
SKB: ayo bentar ahh
SML: gakkk, itu bapak sampannya udah pergi, kita ditinggal bahaya!!!
Akhirnya setelah perdebatan si Kaki Berbulu memutar kayak dan mengarah ke luar gua, yes! Tapi tidak berakhir disitu, gak lama si Kaki Berbulu ngajak ngikutin pak sampan yang dari kejauhan masuk ke gua lainnya.
SKB: ayo ikutin!
SML: gak maooooo. Tangan capeee, dia kan kerjanya mendayung tiap hari, kalo tangan aku cape, gak bisa mendayung lg gmn keluar guanya coba?
SKB: udah km diem aja aku dayung.
Akhirnya kayak mengarah ke gua kedua, dimana si Muka Lebar mendayung ala kadarnya saja. Dan karena gua ke dua tidak buntu jd kita bisa keluar disisi lain, mood si Muka Lebar lebih menyenangkan, dan mulai sok- sok mendayung ala the twinklefloss brother (yah pokoknya si kembar di film social network). Si Kaki Berbulu lagi-lagi mau menepi, ditolak mentah-mentah dengan alasan kita harus balik. Jatah kayaking cuma 20 menut dan kita udah 20menit lebih. Dengan enggan si Kaki Berbulu mengarahkan sampan ke daerah floating village untuk balik ke kapal. Dan diperjalanan, si Muka Lebar lebay karena ada tali, dan sampah, takut kayakbya terjerat teus jatuh. Kemudian, dikejauhan ada pasangan bule yg tampak woooow keren mendayung kayak dengan kompak, kayaknya melaju cepat sekali. Gimana caranya bisa cepet kaya gitu?
Di saat merapat dengan dermaga pun si Kaki Berbulu menemukan gaya kayak mundur, hebat kayak parkir mobil kayak kita maju mundur. Sampai dengan selamat dan aman di dermaga. Si Kaki Berbulu memang hebat! Hanya basah sedikit dan gak tenggelam!!

Perjalanan dilanjutkan ke gua. Yang masuknya ngantri dan walaupun keren tapi tidak alami karena beberapa bagian di hancurin untuk jalan, dikasih lampu dan guide kita otaknya anak puber, dikit2 nunjuk batu yg menggambarkan orang pacaran, ciuman, dll. Pdhl mirip juga gak. Yang menarik di gua ada cewe yang pake high heels. Killer high heels. Gila dia pasti ninja. Jagoan. Di gua juga diceritakan kisah terjadinya Ha Long Bay, jadi Ha Long bay merupakan Dewa Naga yang turun ke bumi untuk membantu orang vietnam mengalahkan cina, dan setelah perang berakhir naganya tetap tidur dan berubah menjadi batu. Kalo gak salah, tapi kemungkinan salah besar, kira-kira gitu lah (gak meratiin dengan seksama ceritanya). Ketika kita pulang ternyata kapal kita tidak dapat merapat ke dermaga gua, karena penuhnya kapal pengunjung, sehingga kita harus melewati 2 kapal lain untuk sampai ke kapal kita yang parkir di belakang.
Musim panas katanya bisa 200 kapal yg antri...


Kapal pun balik dan sampai kembali di dermaga Ha Long sebelum pukul 4. Setelah turun dari kapal, kami menanti sampai pukul 5 dan kembali ke Hanoi.

Tiba di hanoi pukul 9 kurang, dijalan kami sudah makan malam sandwich. Akhirnya kami memutuskan untuk makan Fanny ice cream yang terkenal.

Penasaran karena toko es didepan ho kiem lake ini sangat ramai padahal cuaca dingin berangin, ketika kami masuk, ternyata udara di cafe hangaaatt. Dengan dekorasi pink, ala cafe prancis, dengan lampu kuning, daaaan eskrim yang menggodaaa. Mana tahannn! Dipesanlah Bailey's ice cream, yang rasanya enak. Lumayan creamy dan tidak terlalu manis. Hanya saja porsinya kecil sekaliiiii. Akhirnya setelah si eskrim habis, si muka lebar memutuskan untuk tambah, dipilihlah green tea dan cinnamon. Yang rasanya enak sekali. Green tea as always agak pekat, tidak manis dan cinnamon yg rasanya mengungatkan cinnamon cookies favorit (jadi pengen si cookies, beli ah nanti). Setelah permohonan nambah, ketiga kalinya ditolak si Kaki Berbulu kampi pun pulang. Sembari foto-foto di jalan yang gelap dan sepi, dan tiba-tiba, gedubrak.

Jatuh aja si Muka Lebar. Sakitnya bukan main, si Kaki Berbulu malah ketawa, kejammm!
Published with Blogger-droid v1.6.7

Friday, 1 April 2011

Hanoi #3: Hanoi is the Capital City

24 Maret 2011

Tahukah kalian Ha Noi itu adalah Capital City of Vietnam? Pagi ini jadwal kami adalah explore the city

Dimulai dari Massoleum, tempat dimana Presiden Ho Chi Minh aka Uncle Ho dibalsem dan setiap pagi sampai jam 11, setiap warga tua-muda-turis berbaris panjaaaang untuk menghormati sang pemimpin. Yang mana di pagi yang dingin dan beku ini, si Muka Lebar ngambek (karena satu dan banyak hal) dan menolak untuk foto-foto atau mengantri untuk masuk ke massoleum. Akhirnya si Kaki Berbulu harus puas foto di depan Massoleum. Kami pun sempat minum teh di Cafe Dilmah, tak kuat menaahan dinginnya.Tentu saja sambil ngemil kuaci. Ahhh... I love this place!

Agak siangan kami pindah ke War Museum isinya ada benteng, bekas pesawat amerika jatoh, dan barang-barang perang lainnya pistol, pesawat, foto, baju bedarah, surat, kertas, dll (seriously, do i look like a girl that loves museum? a war museum... hell no). Intinya (tentu saja berdasarkan keterangan si Kaki Berbulu) itu museum cerita vietnam mengalahkan amerika. Oke beb, cabs yuk... Sebelum cabut si Kaki Berbulu tak lupa take a picture di Lenin Statue.

Kami makan siang di restaurant makanan khas vietnam utara, yang rasa dan porsinya tak jau beda dari Do An (heran, orang Viet makannya porsinya gede-gede badannya mungil), si muka lebar pesan cai chip xao toi intinya mie beras dingin dg sayuran kacang serutan wortel dg bumbu yg asam yah paduan soba, salad disiram kuah empek2, rasanya menantang! Aneh bin enak lah! Lapar, untuk makan ikan gindara bakar dan nasi. Std. Si Kaki berbulu parah lagi nasi sama ayam yang tampak bagai teriyaki. Rasa std. Minumnya Bia Ha Noi, bir lokal.

Kunjungan selanjutnya temple of literature yg lokasinya tak jauh dari tempat kita makan. Yg intinya adalah kuil yang isinya ada prasasti yg membuktikan jaman dahulu kala di Vietnam sudah ada profesor. Jaman kuda gigit besi dan gajah mada masih playgroup, tahun akuratnya ada cm eike lupa. Malamnya karena dingin tak terkira, gak kuat jalan atau naik motor kita cari mall lah jadinya, dan nonton bioskop (setipe blitz gitu lah) adjustment bureau. Memang kita anak mall yah beb, heuhuhu.
Published with Blogger-droid v1.7.1

Thursday, 31 March 2011

Hanoi #1: Beware of Scam and Copy Cat!

Masih imbas penghematan tiada akhir. Ternyata bus palsu menelantarkan semua penumpang malangnya di depan Lenin Park, diantara taman dan danau. Setelah berdebat tidak penting (pastinya perdebatan jalan ke arah mana. There's no way kita mau naik taxi, setelah tertipu bus) si Muka Lebar dan si Kaki Berbulu akhirnya memutuskan untuk lihat peta, ternyata hanya "beberapa" blok saja (yang punya peta Hanoi cek deh jarak Lenin Park ke Ho Kiem Lake seberapa jauh)

Astagfiruloh, dengan bawaan ala orang pulang kampung, tas depan-belakang (buat si Muka Lebar selain Carrier bag di punggung, ada ransel di dada masih ada tripod juga loh-menggantung dengan ganggunya di leher, ato dipegang dengan berbagai posisi gak enak, repot tiada tara- Nasib kacung kebawa sampe liburan...) dan angin kencang dingin menggigit. Sebenarnya enaknya dingin jadi gak keringetan jalan. Ayo jalan menuju hotel semangat!!! (kalo kata si abang sepupu muka lebar. Tarik jabrik tancap kribooo!)

20 Menit kemudian, sebelum hotel kami melewati Gereja tua dengan tipe gothic, spooky sekali. keren, kaya di luar negeri eropa! Hotel kita Especen, terletak di dalam gang-gang kecil, yang dipenuhi bangunan tinggi.
Hotel Especen di gang kecil

Di Vietnam nampaknya gak di gang kecil, di jalan besar, semua bangunan luasnya kecil dan tinggi menjulang ke atas.  Dan Especen ini letaknya JAUH BANGET dari tempat kita diturunin tadi! Yang mengharukan kamar kita di lantai 5. Hiks. Mau guling-guling rasanya... Paling engga, kita dapet kamar dengan pemandangan atap lah. Bukan rumah orang (maklum udah gang sempit, bangunannya kaya ruko tingginya rata-rata 3-5 lantai).
Our room view

Kamarnya bersih,very basic dan TV cabel, sayangnya wifi karena ketinggian suka kadang ada kadang gak ada. Tv-nya buatan Indonesia loooh...
Tv di kamar


Hari pertama kami habiskan dengan keliling daerah Ho Kiem Lake, the Old district yang penuh toko, kaya Kuta/Legian di Bali. Nongkrong di danau Ho Kiem Lake (yang penuh kakek-nenek dan anak muda pacaran cium2an), kemudian kita mencari tour ke Ha long Bay (kita akhirnya pakai tour Sinh Cafe di depan Ho Kiem Lake yang harganya paling murah 25$) dan cari makan. Khusus untuk edisi jalan-jalan ini si Muka Lebar gak sampe riset tempat makan. Jadi ya, sedapetnya aja...

Kita makan siang di salah satu gang di old quarter yang makanannya tidak menarik dan rasanya biasa aja. Mungkin karena tempat turis jadi ya gitu lah. Mahal. Malamnya makan di Pho 24 di depan Ho Kiem Lake (Macem di Jakarta gak ada aja). Yummy! Apalagi dessertnya puding caramel. Ugh enak. Apalagi makannya di malam dingin, menyeruput mie Pho panas sambil melihat Ho Kiem Lake (yang kata si Kaki Berbulu "apaan gak keliatan gelap gitu danaunya"), kuah pho yang mengepul asapnya... ugh nikmatnya... I wish. Kuahnya agak dingin. sebel ah. Sementara si Kaki Berbulu menikmati Bia Ha Noi dingin...
Dinner at Pho 24


Setelah makan kita berniat untuk nongkrong di pinggir danau, cuma dinginnya itu loh... Brrr... batal deh rencana pacaran di pinggir danau. Tapi oh tetapi bukannya pukang, si Kaki Berbulu insist kita musti nongkrong di cafe pinggir danau yang tampak mahal, eh taunya biasa aja dengan pemandangam Ho Kiem Lake yg lagi dikeruk. Dengan mood bete si Muka Lebar duduk kedinginan. Memandang danau gelap, berharap kura-kura raksasa muncul dari dalamnya. Ternyata gak juga, jadi malam ini dengan sakses kedinginan.

Ternyata orang sini emang hobi nongkrong dari Highlands coffee yang ada dimana-mana, sampe cafe di pinggir jalan, dengan dingklik super pendek yang dipake assistant of the house buat cuci baju pake papan kayu jamannya belom ada mesin cuci. Dan menguasai seluruh terotoar. Terutama di depan katedral deket hotel kita, yang penuh banget anak muda gaul dengan mobil dan motor yang keren-keren. Belahan pantat dimana-mana pastinya. Dan sampah kuaci. Disini nongkrong belom lengkap tanpa silverqueen kuaci!

Oh iya, sehari ini si Muka Lebar sudah dua kali kena jebakan betmen. Tadi pagi dengan bus palsu, siang ini setelah makan siang, ditawarin penjual nanas "photo?" "want photo?" dengan sepihak dia nero gendongannya di bahu si  Muka Lebar daaaan, maksa beli nanas akhirnya. KAMPRET!
 Tapi akhirnya beli, disana nanasnya cantik-cantik kuning, mungil, yummy... (Beneran nanasnya enak).

Jadi memang benar, dari hasil browsing disini retan sekali penipuan. Di sebelah hotel kita, ada hotel dengan nama yang sama tapi warna tulisannya beda. Kalo gak tau bisa salah tuh. Dan menurut si ownernya "it's oke if diffrent" maksudnya sama gak plek-plekan.
Si copy cat lokasinya sebelah-sebelahan sama hotel kita

Bisnis disini enak aja nyambet nama bisnis lain yang udah sakses, kacau deh...
Warning fake Kangaroo palsu

Si copy cat emang bikin geregetan...

Parahnya lagi ada yang nyamain tour agent yang nampaknya terkenal Kangaroo Cafe dan Sinh Cafe. Kalo ke Hanoi, semua tur agen namanya Sinh Cafe. Sampai gak tau mana yang asli, as a tourist ya kita gak bisa melakukan hal lain selain door to door tanya harga satu-satu dengan diiringi doa, semoga gak ngaco providernya. Jadi berhati-hatilah dalam memilih dan membeli hotel dan penginapan. Juga bus! dan taxi, cuma kita gak mengalami langsung karena gak pakai taxi selama perjalanan ini. Cukup bus palsu yang berhasil menipu... Kamfret!
Published with Blogger-droid v1.6.7

Wednesday, 30 March 2011

Vietnam: Hemat pangkal Kaya

21 Maret 2011
Well, akhirnya inilah hari dimana proyek travelling terambisius 2011 terlaksana. Perjalanan ke Vietnam memakan waktu sekitar 3 jam lebih, dengan pesawat LCC andalan, si Merah,  si Muka Lebar dan si Kaki Berbulu memulai perjalanan ini. Dari pengalaman Bangkok sebelumnya si Muka Lebar sudah belajar, kalau penerbangan 3 jam itu lapar sekali... belum 2 jam terbang perut sudah kruyuk..kruyuk. Jadi si Muka Lebar melakukan pre-order (kalau order di pesawat selain lebih mahal pelayanannya menunggu pre-order dilayani dulu, lama!) we picked Asian Fried Chiken... yang ternyata rasanya anyepnyo luar biaso . Untung cuma pesen sebiji, buat berdua (Yes, hemat!)
Asian Fried Rice

Tiba di Tan Son Nhat Saigon/ Ho Chi Minh City jam 8 pm. Bandaranya tidak terlalu besar. Begitu keluar bandara kami langsung berkeliaran untuk mencari tempat tidur yang layak... Well, yes si Muka Lebar dan si Kaki Berbulu akan nginep di bandara malam ini, mengingat flight besok ke Ha Noi adalah flight pagi jam 8. We don't want to risk our flight, so we risk our self (lebay). Ditambah lumayan menghemat uang (ongkos ke hotel dan nginep semalem), hemaat lagi!

Terminal Kedatangan Internasional terletak di lantai 1, dan akhirnya dua petualang kere memutuskan untuk menaruh tas di bag deposit seharga 1 USD/hour/bag (tadi mau nero sampe pagi, biaya untuk 10 jam lebih adalah 10USD/bag, 2 backpack means 20 USD, si penjaga bag deposit sampe nanya "why dont you go to a cheap hotel, only 5 USD per night? " *dengan bahasa inggris patah2* ketika mendengar kita mau nginep di airport dan mau titip tas, traveller yang bodoh... mending nitip tas 20 dolar dari pada nginep di hotel???) tenang, akhirnya kita ga nitip tas selama itu...

Di depan bandara ada mall,  tulisanya CT apa gitu, si Muka Lebar dan Kaki Berbulu berjalan ke mall dan membeli amunisi menginap malam ini. Setelah muter-muter bandara (terminal internasional dan domestik) Akhirnya pilihan tempat untuk tidur jatuh pada terminal internasional lantai 4, dekat cafe celebration yang ada wifi (yes, kita dapet password-nya gara-gara dikira mo makan disitu tapi kita sebenernya gak makan!), dilengkapi dengan colokan, pilar gede lumayan buat nyender, depannya ada demo kursi pijet, tak jauh dari WC tapi gak deket juga sampe ke bau-an. Mantab bukan? Best location nih...

Ternyata, tidur di bandara gak seenak yang dibayangkan, karena berisik, tiap jam ada halo-halo pesawat. Giliran pesawat udah gak ada giliran suara mesin pembersih. Lantainya dingin dan keras, belom silau. Tapi lumayan menghemat ongkos... Jadi tips buat nginep di bandara:
1. Bawa ear plug (berisik);
2. Bawa eye mask (lampunya matinya pas jam 2-an);
3. Bawa alas buat bobo (pan melantai kitah... kalo ada rain cover backpack bisa dipake, ato kemeja pacar buat nambah2in);
4. Bawa kain buat selimut (si Muka Lebar pake pasminah);
5. Bawa kasur lipet; (lantai keras man! Yang ini masi belom nemu solusi mudahnya apa)
6. Bawa bantal; (gak mau leher tengeng kan? Solusi alternatif bisa backpack bagian busa2 pungungnya--walaupun ketinggian bikin tengeng juga-)
7. Bawa guling (sungguh kaki salah posisi mulu, bingung mau ngapain, jadi biar ga mati gaya bawa guling paling enak. Kalo ga ada bisa pake ransel kecil -walaupun tekanan paha segede gaban bisa bikin roti gandum breadtalk di dalem tas  lonyot ampe seukuran keju craft-)
8. Gak usah bawa malu, ditinggal aja. Muka badak.
Si Kaki Berbulu dengan gaya Pangeran Tuxedo dan si Sleeping beauty di belakangnya

Jadi awalnya kita mbambung saat bandara masih cukup ramai. Jadi lumayan diliatin orang-orang. Tapi begitu pagi, ternyata banyak juga yang tidur dilantai itu...

22 Maret 2011
Halo matahari Vietnam!
Demi hemat, si Muka Lebar bangun dengan badan pegal dan leher tengeng tapi hemat! 

Jam 6 am, kami sudah berjalan ke Terminal Domestik yang jaraknya hanya 5 menit saja dari Terminal Internasional. Ternyata untuk check in di counter Vietnam Airlines hanya satu antrian (untuk banyak counter untungnya), dan antrian yang cuma satu itu kaya ularnaga panjangnya bukan kepalang. Dengan penumpang berbagai tujuan. Entah orang Vietnam telatan ato terlalu santai, setiap menit ada crew Vietnam Airlines teriak2 "Noi BA" "Hue" "bla-bla Trang" macem-macem lah, manggilin penumpang yang pesawatnya mau terbang tapi masih terjebak di antrian mengular ato malah belom dateng?

Setelah 15 menit mengantri, sampailah kami ke counter check in dan nyaris ditolak karena tidak bisa menunjukan kertu kredit saat pembelian, bodohnya itu kartu sudah rusak hancur, si Muka Lebar hanya bawa pecahan kecilnya. Dan dengan susah payah menjelaskan kartunya rusak, dan diganti kartu baru, issuernya dan nama card holdernya sama. Tapi si mas2 bolak balik nanya kartunya mana... Hadooohhh ngerti bahasa inggris gak sehhhh... Sampe si Muka Lebar emosi dan bilang berulang-ulang rusak dan menunjukan potongan kecil si kartu rusak. Dia telpon atasannya, si bos dateng, nanya hal yg sama (cape deh) setelah si bos halo-halo lagi, akhirnya bisa check in. Kampret!

Ketika masuk ke ruang tunggu, lagi-lagi kami ditolak masuk karena bawa tripod (di Bandara Singapura yang strict aja masi boleh), ternyata di Bandara Vietnam  sama sekali gak boleh bawa besi/tongkat/air/dll. Akhirnya pergilah si Kaki Berbulu ke check in counter buat masukin tripod ke bagasi (Berasa amazing race, deg deg ser di bandara). Dan muncullah si Kaki Berbulu, yaaay! Kami pun langsung masuk ke pesawat.

Pesawat Vietnam Airlinesnya besaaarrrr sekali (maklum kampungan gak pernah naik pesawat terbang gede), sederet dari A-H (biasanya naik cuma A-F). Wiiihhh, ada tipinyaa di kursi (kampungannya mentok si Muka Lebar), ada telpon nempel di rimutnya. pas coba-coba mencet, ternyata musti gesek CC dulu (alamaakk ada EDC-nya juga berartiii!!!), wih keren pesawatnya. Dapet makan padahal gak pesen! Makanannya wih, enak. Si Muka Lebar memilih fish rice, ikan dan nasi jahe. Dessertnya dragon fruit, semangka dan pepaya. Minumnya jus. Enaaak! (maklum traveler kere, dapt makan enak dikit aja langsung luluh hatinya). Si Kaki Berbulu bilang Garuda jau lebih bagus. Iya, deh yang FF nasionalis...

Setelah 2 jam perjalanan tibalah di Noi Ba Airport Hanoi. Setelah mengambil barang, keluar bandara dan berusaha mencari Vietnam Airlines Bus jurusan Noi Ba-Vietnam Airlines office. Kenapa gak pick-up? Karena murahan bus Vietnam Airlines 2 USD/person  saja, ditambah karena Hotel kita gak jauh dari kantor Vietnam Airlines. Dan ternyata diluar banyak bus yang tampak meragukan dan mengaku "Vietnam Airlines bus", akhirnya diantara semua yang meragukan pilihan jatuh pada mba-mba yang tag nama dan fotonya menyatu dengan logo Vietnam Airlines  (yang lain tag namanya logo Vietnam Airlines cuma tempelan). Dibayarlah ongkos dengan janji turun di Vietnam Airlines office (berulang-ulang menunjuk lokasi turun dan make sure ke supir tau kita turun disitu, maklum bahasa inggris orang Hanoi jauh lebih terbatas). Hemat juga!

Ternyata setelah 1 jam perjalanan, kita ngikutin perjalanan bus di peta, sudah di dekat tujuan kita cuma kok gak belok, positive thinking mungkin jalan searah, dan muter dulu. Akhirnya setelah muter-muter kami diturunkan.... entah dimana! Omigot! Kami ditipu oleh penipuuu!!!!
Deym!

Tapi gak papa asal hemat

Friday, 18 March 2011

Intro: Vietnam into the deep

Si Muka Lebar and si Kaki Berbulu have already planned a big trip for this year, since our last trip to Bangkok last year, we made commitment to our selves that we should buy less shoes see more places, visit more cities  Thanks for the promo red flight ticket, this year we will go to Vietnam!! For eight day, this will be the longest traveling period that have ever existed since the introduction of LCC in our life.

Do we really love this Vietnam, so that we can't just go for a couple days? Well, we should send the thanks to si Kaki Berbulu the one who bought us the tickets. Why babe? Why EIGHT days?

So, he tried to buy us the cheapest tickets and he tried to compare the ticket price each day, by clicking "next day", for the flight back to Indonesia. Some how, he forgot to also click the "next date" on the departure day and suddenly we realized (after the payment was made and the confirmation page was printed out). Hey we are going to Vietnam for eight days. Yaaay!

Please don't get me wrong,  I am happy indeed. Somehow, this length of stay will be resulting in the pricey journey, even when we are backpacking! We are not designed to be a true traveler, to save all of our money for traveling or choosing the cheapest way possible to travel. That is why, it is a bit challenging to accommodate our needs during the trips...

The budget
To accomplish the ambitious plan, you can simply save your money. Just like people do, calculate the budget and save the money until the day.
Or if can't  save money, you can settle the bills one by one (if possible to pay the transportation, accommodation and ticket in front). One months, one bill. So, at the day, you just have to pay for the meals.

The other way, you can pick the economical value for each component in your trips. Bring less luggages, stays in backpacker hostel, bring sandwich for lunch, or one of my friend told me about coach surfing. She has done this so many times. And it quite oke. Me never try one, since si Kaki Berbulu still can afford a backpacker hostel. We always decide to choose the most economical place to stay with maximum comfy rate.

Next issue arises from bringing less luggages is packing. How to pack light, i brought this tips book from Lonely Planets that gives us useful technical information to plan a trip with useful links, which i forget... Hahaha. I'll write it later... My trick to pack light is to put your clothes in the plastic bag before put it in the backpack. You have to press the plastic bag before you tied it, let the air out, and the package becomes smaller, means more space for other stuffs.

And... before go to this long backpacking trip, make sure you have emergency contact and fund. Wish us luck!!!!! I am writing this because i have no idea how to start packing for eight days...

i can only bring that backpack, can i bring my suitcase baby?