Daisypath Anniversary tickers
Showing posts with label Steak. Show all posts
Showing posts with label Steak. Show all posts

Monday, 9 May 2011

Magnificent May

Si Muka Lebar suka bulan Mei.
Karena lahir di bulan Mei... jadi pasti kalo ulang tahun dapet kado. Hahaha!
Itu dulu... setelah gede sadarlah dia kalo ulang tahun musti traktiran belom tentu dapet kado =[ weeeekss!

Hahaha, gak kaya kelakuan si Wabistan, tiap ulang tahun doi musti SMS send to many isinya "Hari ini gue ulang tahun, semoga gue tambah cantik, kaya, pinter, dll. Ditunggu yah kadonya. Makasih temen-temen" Seriously, kelakuan tu makhluk satu kaya begitu. Sama kaya kalo dia sakit waktu itu. Well, i kinda miss her, jadi dia pindah lah ke pulau di sebrang laut Jawa. Baik-baik lah kau disana nak... 

Well, agak sepi juga si Wabistan gak ada, secara dia dynamic duo-nya si Muka Lebar, makanya pas si Wabistan pindah, berdoalah si Muka Lebar bak baim di sinetron indonesia "ya Allah semoga si Muka Lebar dapet banyak banget kerjaan, supaya gak kesepian, si Wabistan gak ada..." and bums! Allam memang Maha Mendengar, Alhamdulillah.... Bahkan gue gak bisa ke perpisahan Wabistan karena kerja, but anyway thanks for the Nasi Goreng Ijo Pastis-nya... That is my favorite Gue rasa ada bagusnya jg ga dateng, jd gue ga mewek.. hiks Well, there goes Chipz, then Wabistan... Untungnya masih ada Cabidut the Juicy Berry dan Ciputz yang udah pindah ke Jakarta... Well, kasian amat yak? Gue macem gak ada temen lain aja (hahahaha)

Well, anyway talking of May, gue punya resolusi bulan ini yaitu  rapih, hemat dan rajin . Gue sekarang rapih looo... kosan wangi selalu! (soalnya taruhan sama Wabistan, gue musti rapih sebulan penuh!) dan kubikel pun gue rapiin, gara-gara satu dua hal... Kubikel gue dulu berantakan mampus, dokumen ketelisut kemana-mana. Mungkin sudah saatnya gue rapih (mengingat gue, si Piggy the babi dan si Red Hair DHW of New Garden pernah dapet email jaman dahulu kala dari si OM "Pls clean up ur work space" Blaaah....).

Satu sisi yg skrg rapi jali... (Wabistan siap-siap lo kalah tarohan!!! )
Gue mau berhemat (emang bangkrut) dan baguslah seminggu awal ini ada traktiran temen se Batch, the best E ultah, dan karena doih lagi bokek (menurut penuturan beliau begitulah adanya), kita di traktir di Tony Romas. Omigoottt! (itu bokek, gimana enggak, kita berlima pasti dibayarin tiket Qatar PP ke Somalia!). Sumpeee... this is my first time, makan di Tony Romas, sebelomnya hanya sebatas mendengar desas-desus dan mendownload menunya, yang harganya lumayan mahil (signature dish-nya). Ya Allah Alhamdulillah akhirnya makan Tony Romas juga, geratisan lagi.

Dengan semangat membara kami (Mr. Otot, si Kaki Berbulu, si Red Hair DHW of New Garden dan Piggy the babi dan taklupa si Muka Lebar) ke menara UOB (well, actually cuma gue kayanya yg dengan semangat membara, penantian panjang akhirnya berlalu!), masuk ke Tony Romas di lobbynya sudah tercium bau wangi grilled meat/pork/whatever... mouth watering... perut krucuk-krucuk... Duduk lah dengan manis, yang punya gawe belom dateng, si Mr. Otot dengan was-was nanya "doi dateng kan?", yang akhirnya kita memutuskan untuk memesan duluan dengan syarat, gak boleh ada yang pura-pura ke WC, kalo the best E gak datang!

The signature dish adalah prime ribs yang mostly pork, dan cuma satu yang beef, southern something beef ribs with something sauce yang semua anggota pesan itu, si Muka Lebar memutuskan untuk memesan Wagyu Grade 4, medium well (ingat dulu tragedi well done? gak lagi-lagi deh). Agak dilema memang, ketika di traktir, wagyu di Tony Romas ada 2 macam yaitu Wagyu Grade 4, 250gr, seharga 250rb dan Wagyu Grade 10, 250gr, seharga 600rb. Tapi kerena tau diri, si Muka Lebar memutuskan i'll go with Grade 4, dengan pertimbangan sungkan dan pengen membandingkan grade 4 Stix-Park Lane dan Tony Romas, walaupun sudah di tanya "kenapa gak yg Grade 10?" sama si Mr. Otot. Hahaha. *maunya sih gitu*

Datanglah si Ribs pesanan anak-anak yang porsinya aje gile mambo banyaknyo (setelah makan kita baru sadar di meja seberang, satu porsi rib buat bertiga). Dan si wagyu, yang minimalis (tanpa sauce hanya butter).
perfection in simplicity *sok mbois deeh*

Talking of wagyu, karena yg dijual kualitas daging (rumornya yah si sapi dipijitin dan dikasi makanan khusus), memang tepat kalo sausnya cukup butter, the meat has to be stand out, he is the hero (mecem juri Master chef "Eggs is the Hero!"). Mari kita potong, medium well-nya pas, tak ada darah, tapi tengahnya tetap kemerahan, juicy dan gak amis... great!
the beautiful medium well...

 Bahkan si Red Hair the DHW of New Garden minta juga (padahal doi gak suka yg medium2an, yg masih merah), puas. Kualitasnya boleh lah untuk steaknya. Side dish, std bgt yah mashed potato dan coleslaw yg std. Chicken wing yg spicy me likey! Enak sekali! (walopun si Kaki Berbulu tetep bilang lebih enak chicken wing something diablo-nya Pizza e Birra), i like this one...

Sedangkan ribs yang lainnya, memang yah, kualitas daging okeh, porsi monster, saus nonjok. Enak deh . Beda sama Iga pangpol (ditabok deh gue ngomong gini, harganya 6x pangpol neeeeng...) Untungnya porsi monster, si Red Hair DHW of New Garden (like she always do), ngasi iganya 2 ke gue, untung gue hari pertama mens, abis aja gue sikat tu iga.... (pulang-pulang berubah jd babi) dan pulang masih dibungkusin 2 iga pula pas pulang... (punya si piggy the babi dan Red Hair DHW of New Garden, who else?). Ajaibnya begitu selesai makan, langsung berasa deh, rasanya sakit hari pertama... Ajaib, the best E boleh pesen lagi gak? biar sakit perutnya gak berasa? Hihihi...

Eniwei berkat bungkus iga, jadilah hemat makan 2 hari kedepan (segitunya yah), sampe si piggy the babi, berkoar-koar dengan ceramahnya tentang kesehatan... gue pan ud kebal hihi (keseringan nginget makanan bolak balik). Plus setelah makan kaya babi, ditambah mau hemat diajak si senior "beli hageendaz promo yuk! buy 1 get 1", dan survey cupcakes buat acara-acara bocah (ponakan si Kaki Berbulu). Jadilah gue musti rajin fitness.... Jadi dari pada hari minggu nge-mall sekarang, gue ke tempat fitness (hemat bukan ? gak ke mall... Hehehe)

So, bulan ini musti RAPIH selalu! HEMAT -pangkal kaya- *amin dan RAJIN fitness!!!!! Semangaaat!

Thursday, 8 July 2010

No Steak No Glory

We do love celebration.
Anything good happens to our life deserves a celebration

We get promotion, we celebrate
We can pay all the bills, we celebrate
We earn extra money, we celebrate
We pass a month with or without saving, we celebrate
We passed each month and still get together, we celebrate
We always celebrate our monthliversary (our special date every month)

We celebrate life, we celebrate love, we celebrate us.


Hari ini bertepatan dengan tanggal jadian sedari dulu kami sudah merencanakan untuk makan enak (Yippie) tapi mengingat perut telah membuncit, kami (si Muka Lebar) memutuskan untuk fitness sebelum makan. Setelah dirasa otot-otot mulai terbentuk seperti biasa rasa lapar yang luar biasa muncul, kami bergegas untuk mencari tempat makan. Oke, tempat fitnes kami , Life Spa Fitness terletak di dalam Hotel Park Lane di Jalan Casablanca yang setiap kami mau turun ke basement, bau makanan menggoda dari cafe atau restaurant atau apa pun selalu tercium di depan lift. Pasti sengaja! (Curiga Hahaha)

Si Kaki Berbulu selalu mudah tertarik dengan bau-bauan ini, Si Muka Lebar selalu "nanti aja" namun malam ini, Si Kaki Berbulu mengeluarkan kartu truf-nya "Sekarang aja, mumpung tanggal 8". Ya, kita memang selalu butuh momen untuk melakukan kegiatan yang di luar kebiasaan, selalu butuh pembenar, dan dengan alasan yang masuk akal (tanggal 8, perut keroncongan, bau yang menggoda, sudah terlalu malam buat pindah ke tempat lain) kita dinner di Stix Cafe.


Stix cafe adalah cafe or bar, karena begitu masuk disuguhi bar, dan hiasan bendera kecil-kecil di atasnya dengan tali tambang kapal (kaya bar-bar di kapal? atau pemandangan ini lazim dilihat, tapi lupa dimana, bar kolam renang mungkin?) gelap dan remang-remang. Suasananya agak "dewasa", ada panggung kecil di depan bar dengan banyak TV plasma di dinding. Kami meminta no smoking seat, dan di tempatkan di bagian agak dalam cafe. Sepanjang mata melihat yang makan disana hanya orang asing. Yang lokal hanya "teman minum" yang nangkring di bar.


Kami duduk, lilin dinyalakan dan buku menu diberikan. Oke, harganya di atas rata-rata (maklum ini kan tempat makan hotel) yang membuat lega si pelayan berwajah ramah mengatakan "malam ini promonya adalah steak, discount 50%". Si Muka Lebar mengucap syukur dalam hati (Yeeey! Hehehe). Oke, untuk pembuka kami memesan Clam Chowder in Bread Basket, Si Muka Lebar memesan Wagyu Steak Grade 3-4, 200 gram, well done (ragu antara medium well dengan well done sih), dengan vino something sauce (saus red wine ditambah dengan blablabla) sementara si Kaki Berbulu memesan Black Angus Steak 300 gram, well done, mushroom sauce.

Oke, complimentnya adalah garlic bread dan cheese stick dengan Italian dressing.


Clam Chowder datang kemudian. Ternyata clam chowder dimasukan ke dalam roti tebal bulat. Jadi teringat Sup Kimlo, sup yang diletakan di dalam batok kelapa. Enaknya tempat supnya bisa dimakan juga.

Super Yummy Clam Chowder


Akhirnya kami makan sesuap demi suap sembari memotong pinggiran roti. Hehehe. Repot memang, tapi rugi kalau rotinya tidak dimakan (GAK MAU RUGI). Rasanya très bien! Cream Soup kental dan tidak eneg, kerang tidak amis, selain itu ada kentang, kacang panjang dan wortel yang rasanya creamy semua. Hehehe Yummy!

Done with the soup, we move to the next session, the steaks! Sebelum membawa steak-nya pelayan yang ramah menanyakan bagaimana rasa Clam Chowder-nya, yang dijawab dengan sumingrah "Enaaakkk" oleh si Muka Lebar. Ternyata soup tadi memang favorite menu di tempat ini. Oh ho'oh. Oke steak hadir, porsi si Kaki Berbulu besar sekali, dengan French fries dan steamed vegetable, plus salad (yang datang terakhir). Oke dagingnya enak, tebal dan juicy. I can say this is the best steak ever.

this so called the best steak ever



my over cooked steak but still tastes good

How bout mine? Enak dan empuk sekali, sayangnya agak kering, apakah over cooked? karena permintaan sama dengan si Kaki Berbulu, well done, tetapi kok hasil berbeda? atau memang jenis wagyu harus medium well untuk menjaga ke-juicy-an daging, jadi tidak terlalu kering seperti ini. Tapi walaupun less juicy, rasanya tidak mengecewakan. Sausnya si Vino something ini oke banget (si Kaki berbulu pun meng "iya" kan) dan mashed potato-nya standard lah.

Pengalaman makan malam ini, Great Food with High Price. Jadi wajar lah enak karena harganya cukup tinggi, kata orang Jawa "Ono hergo ono rupo". Untung gak pingsan waktu liat bill-nya . (Si Kaki Berbulu juga mesen minum 2, belom lagi pajaknya kan ikutan pajak hotel yang memang lebih tinggi dari pajak resto biasa. Hehehe)


Pelajaran hari ini adalah, dalam memesan steak, kalau tidak yakin dengan tingkat kematangan yang diinginkan (terutama untuk jenis daging tertentu) mungkin lebih enak pilih setingkat di bawah kematangan, kalau kurang matang bisa ditambah, karena kalau over cooked susah juga. dan percuma habis fitnes makan steak, KAPAN KURUSNYA???
Jadi pengen nyobainSteak House-nya Four Season atau Toni Romas (tapi musti nabung dulu yah.. loh kok eike jadi banci steak?).


FYI Stix sedang punya program 7 Nights 7 Delights,
hari Selasa discount 50% all menu items kecuali Steak
dan untuk Steak discount 50% di hari Kamis dan Minggu.
Asik kan

(Saya buka PR Stix, juga bukan pemegang sahamnya, pokoknya bukan siapa-siapanya)

Monday, 5 July 2010

Thank God It's a Rainy Saturday

Sesuai dengan program hemat Muka Lebar dan Kaki Berbulu,
maka kami menyambut gembira weekend ini dengan rencana makan enak! Yeeeeeyy!!!
Setelah berminggu-minggu makan Warteg Iceum (namanya bukan warteg Iceum, tapi warteg 24 jam -eh 24 jam kayanya bukan namanya juga, karena memang tulisan di kaca warteg 24 jam- dan Iceum si mojang bandung yang mengenalkan warteg tersebut pada kami "Muraaaaahhhhh" katanya), akhirnya Sabtu ini kami berencana makan yang agak enak, dipicu oleh hujan dan macet luar biasa di jalan, akhirnya kami memutuskan untuk ke Pacific Place.
PP mall yang terintegrasi dengan hotel Ritz Carlton itu adalah tempat favorit kita untuk, beli mainan (Children Store) dan program tersebut telah dihentikan demi alasan berhemat sehingga setalah lama tak mengunjungi PP, karena macet yang amat sangat kami terdampar siang itu di PP untuk sarapan

--------------- Y&Y---------------

Kami memutuskan untuk ke Y&Y, yang menjual segala macam makanan, dari nasi-pasta-steak dan dari barat ke timur. Sebenarnya salah satu restoran yang kurang Muka Lebar sukai karena makanannya tidak jelas, namun satu hal yang Y&Y punya, wagyu beef Yes, daging di Y&Y (menurut menunya) adalah daging sapi wagyu.
Awalnya kami ke Y&Y adalah untuk mencoba, daging wagyu yang tersohor ini. Dengan pengalaman makan steak yang pas-pasan (yah sekitaran Sizzler, Abuba dan Q Smoke house) ditambah Si Muka Lebar bukan penggemar berat Steak, jadilah Si Kaki Berbulu memesan Wagyu Steak (100 atau 200 gram, kecil lah) dan Si Muka Lebar Black Pepper Wagyu Blocks Rice in Stone Bowl which turned out to be great Yummy. Daging dengan teksturnya lembut pastinya, black pepper yang enak (tidak terlalu manis dan pedas) dengan wortel dan lobak. Steaknya sendiri enak, (teksturnya lembut) datang dengan mashed potato dan steam vegetables.


Y&Y PP sendiri punya kelebihan (dibanding yang di Grand Indonesia) karena berbentuk dock lengkap dengan mercusuar dan perahu. Kami memutuskan untuk makan di dalam, dengan pertimbangan di mercusuar panas dan di perahu kursinya kurang nyaman (aslinya penuh juga sih di perahu).

Kami memesan dan disambut dengan habisnya si Wagyu Blocks tadi (yaa penonton kecewa), akhirnya Si Kaki Lebar memesan Wagyu Yakiniku (also in Stone Bowl) dan Si Muka Lebar, memesan Black Pepper Pasta with Salmon dengan Green Juice (ada namanya tapi lupa). Wagyu Yakiniku datang lebih dulu, dengan daging yang dipotong tipis, teksturnya tidak terlalu terasa tapi tetap lebut, rasanya itu Yakiniku terenak yang pernah si Kaki Berbulu rasakan (pengalaman yakiniku Sushi Tei, Midori dan ???), Si Muka lebar yang mengincip, mengangguk setuju karena Yakiniku ini tidak terlalu manis, gurih dan ada rasa "butter" (gurih yang bulat rasanya, yang kalo kebanyakan bisa bikin eneg -gitu lah kira-kira gambarannya-) Yakiniku didalamnya ada wortel dan lobak tanpa bawang bombay. Nice (harganya aja yg menurut Muka Lebar agak over priced for a bowl of Yakiniku).

Si Pasta Salmon datang terlambat, dan ternyata pastanya adalah black pepper! Interesting! Pastanya ditumis (semoga itu olive) dan hasilnya sangat oily.



Salmonnya segar. Standard lah rasanya. Jadi agak kurang nikmat karena banyaknya minyak yang digunakan. Untuk dessert, si Muka Lebar memesan Macca Domino Cake yang ternyata tidak ada (yaa lagi-lagi Si Muka lebar kecewa) yang ada hanya Yozu Domino Cake (Yozu itu Lemon Jepang Kalo ndak salah "Yozu is our ancestor's lemon, that your people called Marmalade" kata Koki Jepang yang buka bakery di Paris dan terkenal gara-gara bikin eclair pake macca instead of chocolate *info gak penting*). Berakhirlah petualangan makan pagi-siang kami pasti kami akan datang lagi ke Y&Y untuk Black Pepper Wagyu Blocks-nya yang nikmat itu!

--------------- Meradelima ---------------

Setelah petualangan makan Y&Y, dipicu dengan hujan lebat dan program hemat bahagia, maka setelah pampering day di salon daerah Senopati, kami menuju Trunojoyo untuk makan malam di Meradelima. Ini dalah pertama kalinya kami makan di Meradelima dan melegakan kali ini kami tidak harus itung-itungan makan bisa makan enak lagi (Muka Lebar sudah memberikan pesan singkat "besok stick on budget lagi ya... HEMAT").

Meradelima adalah tempat makan dengan susana melayu-pecinan. Cantik dan detail. Kami memilih duduk di lantai dua balkon menghadap ke jalan. Kami memesan Bebek Jembatan 5, Pelecing Kangkung, Nasi, dan sebagai dessert Pisang Malaka.

Minuman kami datang lebih dulu, Teh Tarik (yang tidak tertera di menu) dan Hot Chocolate. Kami menikmati pemandangan jalan ditengah hujan (yang gelap dan tidak kelihatan apa-apa kecuali papan nama Meradelima) sambil menikmati minuman kami. Ah, what a lovely night
.

Makanan kami akhirnya tiba Nasi, Pelecing Kangkung on hot plate, dan Bebek Jembatan 5. Porsinya cukup untuk kami berdua, tapi untuk yang suka makan porsi besar pasti agak kecewa. Oke, pelecing kangkungnya enak, ada terasinya. Bebek Jembatan 5 adalah Bebek goreng rempah dengan basil, daun jeruk, lengkuas (disuir), bawang putih. Gurih dan enak, bahkan seluruh daunnya habis dimakan (yea antara enak dan kelaparan).

the foods and drinks

Oke Pisang Malaka hadir sebagai penutup, manis dan enak, seperti pisang epe, makanan khas Makassar, tapi pisangnya adalah pisang yg teksturnya lebih lembut kecil dan manis, dengan durian berkualitas baik diatasnya. So sweet. Sayang hanya sedikit. (I want moreeeee )


the sweet Pisang Malaka

Secara keseluruhan rasa masakannya prima, enak dengan kualitas yang baik (no wonder considering the price), mereka menyediakan live music performance (ini kita ga tau based on request atau selalu ada, tapi mereka ada di meja belakang). They did the decoration very well, it's a decent place to eat.

Sayangnya, menunya tidak up to date, di menu Bebek Jembatan 5 harganya 75.000 IDR, ternyata setelah di bill 85.000 IDR, oke either they forget or didn't have time to change the menu... i wasn't expecting that (the service charge was 7,5%, it's quite high for a restaurant) so better you fix the menu. Tetapi pelayanannya secara umum prima, cepat, tanggap, sopan. Bahkan mereka menyewa ISS (some kind of professional service for OB or janitor or parking lot? ato cuma mas-mas pake seragam ISS sambil memegang pel yang kebetulan berdiri disamping toilet) untuk maintain toiletnya yang (mungkin selalu) stand by di dekat toilet (i see where the 7,5% comes from).


salah satu sudut Meradelima
(banyak sudut yg lebih menarik tapi ada serombongan orang yang makan dan juga berfoto-foto)




oke pulang ke rumah kosan dengan perut kenyang dan bahagia