Daisypath Anniversary tickers
Showing posts with label Wedding. Show all posts
Showing posts with label Wedding. Show all posts

Monday, 25 October 2010

Barney: "Ted, you should not marry Stella"

Seperti yang ditulis di cerita sebelumnya Wedding Fever is every where.

Dimulai dari seorang ibu yang ingin anaknya menikah,
----------------------- 

Ibu yang mau anaknya menikah (Ibu): "Teh, mamah udah punya seragam buat nikahan..."
Anak yang diharapkan menikah (Anak): "Oh, ya mah? Emang jadi nikahannya?"
Ibu : "Yah, kalo ga jadi nikah juga yang penting udah punya seragam kita..."
Anak: "Oke... Seragamnya apa?"
Ibu: "Jadi mama kan kemarin pesen gorden batik, warna peach buat gorden rumah, eh taunya si embaknya bego... Jadi warna kuning, gak match lah..."
Anak: "Jadi?"
Ibu: "Ya, dari pada sayang, mana banyak lagi bahannya... Kan lumayan jadi seragam kawinanmu?"
Anak: "Iya, pasti keluarga kita seneng dapet seragam bahan gorden warna kuning..."

-----------------------

Di suatu sore yang melelahkan, terjadilah pembicaraan berikut antara pacar, anak laki-laki, ayah dan ibunya.

Diawali dengan pembicaraan ringan yang tiba-tiba menjadi...

 ----------------------- 

Ayah: "Kalo orang Sunda panggihnya gimana?"
Pacar: "Hah, apa Om? pangg...?"
Ayah: "Kalo orang Sunda adatnya gimana? Untuk nikah?"
Ibu: "Kalo orang Jawa  kan ada panggih, kalo orang sunda gimana?"
Pacar berfikir keras: "Emmmm...."
Ayah: "Kamu coba tanya papa atau mamamu"
Pacar berfikir keras: "Hmmmm...." 
Ibu ngomong ke Ayah: "Kayanya dia gak tau deh..."

Pacar masih berfikir keras: "Mmm, bisanya kalo nikah keluarga aku akad nikah terus resepsi" 
Ayah: "Kalo orang Jawa ada yang namanya Panggih"
Pacar: "Paninggih?"
Si anak laki-laki dan Ibunya: "Panggih"
Pacar: "Acara apa yah itu?"
Ayah: " apa yang dijelaskan>"
Pacar: "Ohhh..."
Ayah: "Nanti tanya papa atau mamamu, orang Sunda acaranya apa?"
Pacar: "Oh...Emangnya wajib ya Om? Harus ya?"
Ayah: "Wajib"
Ibu: "Itu loh kalo orang Jawa acaranya , kalo orang sunda yang ada acara melepas burung merpatinya"
Pacar: "Ohh.." dengan muka enggan (there's no way i want to hold a bird.... euuuhhh)

Ibu: "Kamu lahirnya kapan? Hari minggu ya"
Pacar: "Hm, iya kali..."
Ibu: "Jam berapa?"
Pacar: "Ya tanggal 25, kalo gak pagi, siang atau sore kali ya..."
Ibu: "Harus pasti jamnya... nanti tanya ya ke mamamu"
Pacar: "Ya..."
Ibu: "Soalnya nanti beda jamnya, yang bagus jam XX dan XX atau "
Pacar: "Itu waktu apa ya? Indonesia Barat? Sama waktunya di tiap daerah"
Ayah: "Ya, pokoknya Waktu Indonesia Barat"
Pacar berpikir keras: (Tapi kan waktu buka puasa beda di Jkt sama di Sby );

-----------------------


Getting married is a must (menurut agama kalo sudah siap dan mampu) and it is a big deal, we have to be well prepared. Preparing a wedding is a huge thing (so i think, however i'm not preparing one). We have put everything in detail, such as preparing the wedding venue, catering, make up, dress and the date. I never dream to have a simple wedding, i always want a beautiful one, with detail of my style. But i never thought it would be so many preparations (even when i'm not ready!) and complicated rituals.

This married stuffs have already scared me, even when i haven't done it...
 


Monday, 6 September 2010

Wedding Fever

Everyone is getting married.


Is it about the time?


Baru saja menerima satu undangan pernikahan lagi untuk bulan depan. Another friend is getting married, and a bunch already got married and plenty of them will be getting married in no time.

Is it the hormone talking?

We are just 24. Gue dan teman sepermainan (begitulah orang jaman dulu menyebutnya) anak-anak jaman lupus masih makan permen karet dan olga masih main sepatu roda bilangnya temen kongkow (btw, temen kongkow itu apa sih? apa temen nongkrong atau cerita? apa nongkrong sambil cerita?) intinya, salah satu anak di Rombongan Sirkus akan menikah. (dan telah menikah saat cerita ini dituliskan).

Are we surprised? Yes, we are (gak begitu buat gue; karena pengalaman pertama kali tentang temen se-geng kawin direbut si Riskamukayakebo alias si Kebo. Hebatnya lagi she isn't getting married yet...). Dia lah si Ciput, so called the smartest girl on earth (lebay). She got her law degree along with management degree with cum laude. She was working as a lawyer, taking a Notary as master and now, she is working as state prosecutor. Yap, kawan she's is married to a kind police officer. I wish her a happily ever after married life.

my beautiful girls at the weds
(from the left: wabistan, kebo, mandy, juicy berry)

ps. pls don't bother to find me i'm not there*
Well, sejak pertama kali bekerja, sampa saat ini 1/4 gantungan lemari gue isinya seragam kawinan. Yes, married is a special occasion buat yang punya hajat dan yang dateng hajat. Apa lagi inner circle mempelai wanita, biasanya mendapatkan seragam khusus, dari yang warnanya lucu sampe yang warnanya bisa bikin ngakak.

Karena sering dapet seragam, gue jadi suka jahit dan bikin-bikin design baju, dari yang normal sampe gak normal. Salah satu design ultimate gue adalah si vasco de gamma blouse (named by Chipz), bukan ultimate bagusnya, tapi ngaconya. Dengan pilihan bahan yang menurut salah satu temen gue "bisa dijadiin tenda atau jas hujan karena tahan air" (please girls what do u expect from a 7,000 IDR/m, French lace????). Menurut gue normal-normal aja sih (atau otak gue yg gak normal). Jadi ceritanya sahabat SD gue nikah, akhirnya geng SD gue (namanya geng uwo-uwo) memutuskan bikin seragam, yang menurut hasil confrence dan contekan dari seragam kawinan geng anak gaul SD (kita geng cupu dulu), dipilihlah warna hijau untuk seragamnya dan ini designnya.
 

Design baju yang kita rencanakan untuk dibuat secara seragam semuanya.
 Dan ternyata saat hari H, dari 3 yang datang (sisanya di makassar) yang satu katanya bahannya gak cukup buat bikin bahu yg gembung, yang satu lagi dengan cerdasnya berinisiatif bikin dress. So, intinya gue dijebak. But gue anggep diri gue KD aja di kawinan, dan muka tembok aja orang ngeliatin baju gue.

Gue memakai kostum vasco de gamma.
 Pada kesempatan terakhir, di acara spesial sahabat gue si Ciput, gue mendesign baju yang agak normal. Dengan pilihan bahan yang lebih baik tentunya.

Bahan yang cantik dengan design yang normal
ternyata, penjahit gue hamil, gua ga tau apa hubungannya tapi dia telat banget nyelesein bajunya. Sehingga bajunya gak bisa diapa-apain (dipayet misalnya), bustiernya super sempit (untung gue gak mati sesek nafas). dan kebaya putihnya itu add on, alias kaga nempel alias bergerak mulu kemana-mana jadi ga pw makenya. Mungkin gue benar-benar harus belajar jahit sendiri

the fat kucel lady...
Atau mungkin gue harus berhenti gambar baju sendiri and give it to the expert... 

Drama-drama pernikahan juga tak dapat dihindarkan baik buat si teman-teman yang punya hajat (kaya gue misalnya) apa lagi yang mau nikah. Kaya drama temen gue yg mau nikah; eh batal diundur; diadakan lagi; eh ragu-ragu... (kurang nih cari wangsitnya... mungkin ybs harus bertapa di arjuno 3 hari 3 malam, kalo pacitan dong gak mempan) .Ada yang masih berbayang mantan, pria pelarian saat stress pre-wed, masi lirik-lirik dan flirting sama cewe lain, ribut soal baju, kain, undangan, dan ada juga yang santai abis gak ngurusin apa-apaan dan menikah dengan lancarnya.

Menikah dengan segala sisi menyenangkan dan sedihnya... Gue suka sih pergi ke wedding exhibition, liat baju, undangan, foto pre-wed yang lucu-lucu, cakes yang cantik, make up artist, terutama kalo ada bagian foto gratisannya.

si wabistan, menyikut kebo, yang lompat miring, sehingga tanduknya kena si muka lebar yg kesakitan dan tangannya nyodok mandy.

Wedding is an industry of creating a "memorable celebration of love", itu kesempatan kita jadi queen of the day, we have every rights to be beautiful, with the best dress ever made, the sweetest decorations that anyone ever think of, the happiest moment of our life.

Ahhh... No, dear life begins after the party, starting with clean up your make up and grow your elbow eh eyebrow back (unless , u like having a half cut eyebrow), making breakfast for your husband, dan harus basa basi pergaulan kalo masi numpang di mertua...

Tapi gue juga salut sama beberapa teman dan orang dekat yang gue kenal, getting married is about to make a vow, that you are ready to be his wife which means (for Moslem) we shall obey and shall be with him no matter what. (
Huhuhuhu.... terharuu mendengar salah satu sahabat yang cerita panjang lebar tentang mengapa dia mau menikah -akhirnya- dengan cowo yang sudah ditunggunya selama dua puluh tahun lebih! Dan datengnya tiba-tiba out of nowhere-kaya kelinci dari topi pesulap... tadaaa!! )

Jadi kalo gue sangat excited talking about wedding stuff, the invitation, decorations, gowns, etc please kindly be noted, i am really excited of having a wedding party, being a queen of the day, (who doesn't?!) not making the vow.

Well, yes i'm not ready yet for that big next thing!