Dimulai dari seorang ibu yang ingin anaknya menikah,
-----------------------
Anak yang diharapkan menikah (Anak): "Oh, ya mah? Emang jadi nikahannya?"
Ibu : "Yah, kalo ga jadi nikah juga yang penting udah punya seragam kita..."
Anak: "Oke... Seragamnya apa?"
Ibu: "Jadi mama kan kemarin pesen gorden batik, warna peach buat gorden rumah, eh taunya si embaknya bego... Jadi warna kuning, gak match lah..."
Anak: "Jadi?"
Ibu: "Ya, dari pada sayang, mana banyak lagi bahannya... Kan lumayan jadi seragam kawinanmu?"
Anak: "Iya, pasti keluarga kita seneng dapet seragam bahan gorden warna kuning...
"-----------------------
Diawali dengan pembicaraan ringan yang tiba-tiba menjadi...
-----------------------
Pacar: "Hah, apa Om? pangg...?"
Ayah: "Kalo orang Sunda adatnya gimana? Untuk nikah?"
Ibu: "Kalo orang Jawa kan ada panggih, kalo orang sunda gimana?"
Pacar berfikir keras: "Emmmm...."
Ayah: "Kamu coba tanya papa atau mamamu"
Pacar berfikir keras: "Hmmmm...."
Ibu ngomong ke Ayah: "Kayanya dia gak tau deh..."
Pacar masih berfikir keras: "Mmm, bisanya kalo nikah keluarga aku
Ayah: "Kalo orang Jawa ada yang namanya Panggih"
Pacar: "Paninggih?"
Si anak laki-laki dan Ibunya: "Panggih"
Pacar: "Acara apa yah itu?"
Ayah: "
apa yang dijelaskan>"Pacar: "Ohhh..."
Ayah: "Nanti tanya papa atau mamamu, orang Sunda acaranya apa?"
Pacar: "Oh...Emangnya wajib ya Om? Harus ya?"
Ayah: "Wajib
"Ibu: "Itu loh kalo orang Jawa acaranya
" Pacar: "Ohh.." dengan muka enggan (there's no way i want to hold a bird.... euuuhhh)
Ibu: "Kamu lahirnya kapan? Hari minggu ya"
Pacar: "Hm, iya kali..."
Ibu: "Jam berapa?"
Pacar: "Ya tanggal 25, kalo gak pagi, siang atau sore kali ya...
"Ibu: "Harus pasti jamnya... nanti tanya ya ke mamamu"
Pacar: "Ya..."
Ibu: "Soalnya nanti beda jamnya, yang bagus jam XX dan XX atau
Pacar: "Itu waktu apa ya? Indonesia Barat? Sama waktunya di tiap daerah"
Ayah: "Ya, pokoknya Waktu Indonesia Barat"
Pacar berpikir keras: (Tapi kan waktu buka puasa beda di Jkt sama di Sby
);-----------------------
Getting married is a must (menurut agama kalo sudah siap dan mampu) and it is a big deal, we have to be well prepared. Preparing a wedding is a huge thing (so i think, however i'm not preparing one). We have put everything in detail, such as preparing the wedding venue, catering, make up, dress and the date. I never dream to have a simple wedding, i always want a beautiful one, with detail of my style. But i never thought it would be so many preparations (even when i'm not ready!) and complicated rituals.
This married stuffs have already scared me, even when i haven't done it...


. Dengan pilihan bahan yang menurut salah satu temen gue "bisa dijadiin tenda atau jas hujan karena tahan air" (please girls what do u expect from a 7,000 IDR/m, French lace????). Menurut gue normal-normal aja sih (atau otak gue yg gak normal). Jadi ceritanya sahabat SD gue nikah, akhirnya geng SD gue (namanya geng uwo-uwo) memutuskan bikin seragam, yang menurut hasil confrence dan contekan dari seragam kawinan geng anak gaul SD (kita geng cupu dulu), dipilihlah warna hijau untuk seragamnya dan ini designnya.
.



(kurang nih cari wangsitnya... mungkin ybs harus bertapa di arjuno 3 hari 3 malam, kalo pacitan dong gak mempan) .Ada yang masih berbayang mantan, pria pelarian saat stress pre-wed, masi lirik-lirik dan flirting sama cewe lain, ribut soal baju, kain, undangan, dan ada juga yang santai abis gak ngurusin apa-apaan
dan menikah dengan lancarnya.
, we have every rights to be beautiful, with the best dress ever made, the sweetest decorations that anyone ever think of, the happiest moment of our life.
starting with clean up your make up and grow your elbow eh eyebrow back (unless , u like having a half cut eyebrow), making breakfast for your husband, dan harus basa basi pergaulan kalo masi numpang di mertua...
terharuu mendengar salah satu sahabat yang cerita panjang lebar tentang mengapa dia mau menikah -akhirnya- dengan cowo yang sudah ditunggunya selama dua puluh tahun lebih! Dan datengnya tiba-tiba out of nowhere-kaya kelinci dari topi pesulap... tadaaa!!
)