Daisypath Anniversary tickers
Showing posts with label Obsat. Show all posts
Showing posts with label Obsat. Show all posts

Tuesday, 6 July 2010

Obsat #3: Corruption is immoral

Beberapa hari yang lalu Si Muka Lebar mandatangi diskusi untuk membahas bagaimana nasib pemberantasan korupsi di negeri ini. Setelah drama panjang menuju tempat diskusi (yes my life is full of drama), kami berhasil mengikuti diskusi ini. Diskusi ini diadakan dalam acara Obrolan Langsat di Rumah Langsat yang terletak di Jalan Langsat. Obsat ini mengundang dua pembicara yaitu Pak Bibit dan Pak Chandra. Diskusi tahap pertama lebih membahas pendapat Bibit-Chandra tentang kasus yang menimpa dirinya, dan disampaikan kejanggalan-kejanggalan penangkapan yaitu:

(1) Alasan penangkapan adalah penyalahgunaan wewenang dan penyuapan (terkait surat penahanan koruptor Ang-something) yang menurut hukum yang berlaku (UU TPK) kalau mau keberatan atas surat tersebut dapat digugat ke Pengadilan

{{Menurut pendapat gue pribadi, berarti Surat Penahanan itu bukan KTUN dan tidak dapat di gugat di PTUN, setahu gue UU TPK mengikuti KUHAP kecuali ditentukan lain oleh UU TPK-misalnya pembuktian terbalik- dan keberatan atas proses penangkapan,dll adalah Praperadilan sebagaimana diatur di KUHAP -please correct me if i am wrong-, dipoin ini gue agak miss dimana dasarnya kalau keberatan harus diajukan di PN –walaupun di UU TPK diatur bahwa terhadap putusan penyitaan harta hakim Tipikor, buat pihak ketiga yang beritikad baik dan hartanya ikut disita, dapat mengajukan keberatan ke Pengadilan yang bersangkutan, but still itu kan proses sebelum ada Surat Tuntutan oleh JPU-. Seharusnya gue tanya langsung disana, tapi jelas Pak Chandra sudah menyebutkan “kita tidak akan membahas hukum ya *nanti panjang-well yes, Sir it will be* "}}}

(2) that so called-Bukti Kuat Kepolisian- (yang selanjutnya dalam perjalanan kasus ini disebut sebagai “Buaya”) yang menjadi dasar tersangka tidak pernah dilihat langsung oleh Bibit-Chandra dan Kuasa hukum; dan

(3) Bibit-Chandra punya bukti yang dapat ditunjukan bahwa pada saat penyuapan terjadi mereka ada di tempat lain.

{{{Menurut pendapat gue pribadi, sejak gue juga tidak melihat langsung bukti-bukti pada poin (2) dan poin (3), maka gue anggap dua poin tersebut tidak ada (jadi poin 2 dan 3 hanya ada bagi orang-orang yang telah melihatnya langsung)}}}

Setelah ketua KPK turun (because of you know what), dan sekarang dua wakilnya tersangkut kasus ini dan kemudian kasus ini menggantung, (tapi dua tokoh ini masih resmi mejabat karena sampai ada Keputusan Presiden yang menurunkan). Banyak memang cobaan bagi KPK, termasuk isu pengurangan budget KPK oleh MPR-DPR (gue belum pernanh dengar isu ini, tapi mengingat DPR minta dana aspirasi? Hey, WTF!). Otomatis kinerja KPK menurun.

-------------------------------------------


Mengapa korupsi ini ada di negeri ini dan ada dimana saja? Gak perlu gue bahas (baca aja buku sosiologi korupsi), semua juga tau ideologi bangsa ini selain Pancasila adalah Besar Pasak dari pada Tiang, no wonder korupsi ada dimana-mana. Karena menurut banyak orang di negeri ini lebih senang kemana-mana pake mobil mewah, pakaian perlente dan rumah mentereng di Menteng atau Pondok Indah.

Pake alesan sayang anak-istri, istri tercinta minta dibeliin tas Louis Vuitton dan sepatu Jimmy Choo (yang bacanya aja suka salah!) belom lagi harus Spa berlian (biar kulit sawo mateng bisa kinclong dikit), botox dan oprasi plastik (yang mau dipermak kaya gimana mukanya tetep sama aja-walopun sebagian sukses jadi tante gaul metropolitan),


the mighty LV bag is whispering "buy me...buy me..."

anaknya yang kuliah harus bawa mobil dengan warna custom made biar match sama kuteks-nya dan cat kamarnya dan harus nonton konser The Killers di Singapura karena kalo gak nonton nanti dibilang gak asik sama gengnya (walopun gak jadi dateng)
=

dan anak SMP-nya harus beli I pad, karena Blackberry-nya hang melulu.

what a life dude, hidup lo berat amat sih, padahal pangkat masih middle position di institusi manapun yang lo curangi. Harus ngebiayain keluarga yang banyak mau barang mewah (double BM). Belom lagi lo harus menjaga tali silaturahmi dengan siapa pun orang yang nempatin lo di posisi basah, ato yang lo suap biar lo bisa berada disitu (dengan hadiah-hadiah mewah juga tentunya).


Jangan rugi bandar ya... hitung-hitung!

-------------------------------------------

Sesi kedua adalah bagaimana Pemberantasan Korupsi ke depan? Poin penting yang dapat gue tangkap adalah:

(1) Benahi diri sendiri! –jujur pada diri sendiri, jangan ambil hak orang lain dan jangan mengeluarkan duit tanpa tanda terima!-
Buat abdi negara, hidup itu berat, tapi tuhan gak akan ninggalin lo gitu aja, have faith!
Buat yang bukan abdi negara, mereka gak akan minta kalo kita gak kasih. Your job will go easier if you make friends not bribe. (Easy to talk rather than to do; so just start from your self)

(2) Yang bisa melakukan pencegahan Korupsi adalah Eksekutif-Legislatif dan Yudisiil, jadilah pejabat yang baik (ibarat membolongi batu dengan air, susah dan berat tapi bukan berarti ga bisa kan?). Pemimpin yang bukan pengusaha, pegusaha dan agamawan yang tidak berpolitik, media yang bukan milik politikus. Sebaik-baiknya hukum, paling baik adalah penegak hukum dan pelaksanaan hukum yang baik, jadi percuma aja hukum yang baik dibuat kalau penegakan dan pelaksanaannya kacrut. So be good people.

(3) KPK adalah pemberantas korupsi dan pemberi efek jera pada pelaku. Disini ujung tombak pemberantasan Korupsi.
Jangan sampai KPK tidak ada.
Satu hal yang disebut Pak Chandra “KPK Malaysia, Brunei dan Myanmar belajar dari KPK Indonesia, sekarang Malaysia sudah maju, masa punya Indonesia hilang?”
dan untuk menjawab apa yang terjadi kalo KPK hilang, Pak Chandra mengatakan “Suram... Masa depan Indonesia akan suram”

(4) Bidang-bidang utama yang harus bebas dari korupsi menurut Pak bibit adalah Aparat (Eksekutif, Legislatif dan Yudisiil termasuk aparat Penegak Hukum), Keuangan Negara, Pelayanan Publik dan Sumber Daya Alam.

-------------------------------------------

Well, itu lah intinya diskusi singkat tentang Keseriusan Bangsa ini dalam Menangani Korupsi. Dalam tulisan ini gue tidak menulis untuk membela Bibit dan Chandra tapi poin gue adalah bagaimana KPK harus tetap ada (KPK yang gue omongin tentu saja KPK yang orang-orangnya "bener" yah) untuk terus memberantas korupsi. Have faith that someday we can beat all the bad guy! Disela-sela diskusi ini, ternyata ada hiburan dari rapper Yogya dengan lagunya ada cicak nguntal boyo. Walaupun bau asap rokok, dingin, kaki kesemutan kami mendapatkan pencerahan .

Say no to Korupsi

Friday, 2 July 2010

Obsat #2: Bitchan? Amitabachan?

Masih cerita tanggal 29 Juni 2010,

Oke setalah drama-drama panjang perjalanan menuju Rumah Langsat. Sampai lah kami di Rumah Langsat. Mengapa namanya Rumah Langsat karena letaknya di jalan Langsat (kata moderator *yayaya sangat menjelaskan*). Setiap bulan Rumah Langsat mengadakan diskusi, namanya Obrolan Langsat (atau #Obsat) yang dihadiri berbagai kalangan, blogger, wartawan, mahasiswa, lawyer, aktifis, penulis, banyak lah dan kali ini Rumah Langsat kedatangan dua makhluk conflusive (a bad mix of confuse and implusive, too confuse to think what it is and too implusive to decide). Oke, level intelektual kita (Si Muka Lebar dan Si Rambut Merah) naik beberapa tingkat dengan mendatangi diskusi ini (Heyyy, we’re talking about our nation!) dari sehari-hari membahas hal-hal disekeliling kita seperti:

Gue bosen-tagihan kartu kredit gue bengkak-makanan disini gak enak-lo coba the cutestblogontheblog.com deh-gimana sih caranya ngetag?-gue pengen liburan ke Maldives sebelom tenggelem-ih kawinan lo ijo, itu kan warna gue-gue hitut!
ngomongin orang terkenal pun paling mentok
Gue twit Luna Maya, ngecat rambut dimana kok gak dibales?-Gue pengen lipstik yang merahnya kaya Susan Mayer-Mulyana? Siapa sih Mulyana?-gue tau nama pemain Belanda trus gue twit! Hm, ada yang nemu di buku PIH juga sih

Kedatangan kami malam ini juga menunjukan kalau kami juga perduli terhadap bangsa ini, BUKAN karena pengen dapet makan gratis (Hey, ada nasi kucing for free!) atau masuk TV (ada liputan langsung buat web-semacam video straming). Tema kali ini adalah membahas kasus Pak Bibit dan Pak Chandra. Yang pada intinya (menurut otak gue yang pemahaman politik dan kepekaannya pas-pasan) bagaimana komitmen bangsa ini (bangsa berarti seluruh elemen masyarakat, penegak hukum dan pemerintah) untuk memberantas Korupsi melalui sudut pandang Bitchan (gue agak terganggu dengan istilah Bitchan ini karena terdengar seperti tokoh kartun jepang botak).Pembukaan diskusi ini juga dilakukan oleh Rapper Yogya dengan lagunya yang terkenal Boyo ngutal Cicak or Cicak nguntal Boyo


Pembukaan diskusi diisi dengan hiburan dari Rapper Jogya

Dan kami bertemu dengan Pak Bos, yang nampak senang separtinya ada perwakilan dari kantor yang datang (GR abis-abisan), dan si Rambut Merah langsung berkata "Nyet, kapan lagi kita bisa duduk sebelah Pak Bos?" dan disautin si Muka Lebar "kita? Mr. Otot maksut lo?" (i know i've been a pessimist bitch all night long, this is the hormone talking).

Sementara Mr. Otot, he's literally duduk sebelah Pak Bos dan telah dengan sukses lulus dari pelajaran "Being Great Infront of Big Boss-easy tricks on what to do written by Hairy Man", sepanjang diskusi dia berkata "eh, gue pengen jadiin ini trending topics nih -#obsat, twit by Pak Bos- lo Retweet dong..." dan gue jawab "gue kan blogger jadi gue nulis lewat blog bukan twitter" (padahal yang baca blog gue cuma, Si Muka Lebar, Si Kaki Berbulu, Si Rambut Merah, My girls -kadang2-, nyokap dan ade gue -yang gue paksa tapi tetep ga mempan-). Dan setelah diskusi ini, kita (tentu saja Si Muka Lebar dan Si Rambut Merah) berniat untuk rutin mendatangi #Obsat (yang tema bulan depannya Breast Feeding, wooow menarik bukan?).


Kita berharap (tentu saja Si Muka Lebar dan Si Rambut Merah-siapa lagi?) setalah rutin mengikuti #Obsat bahasan kita sehari-hari menjadi
"Eh, gimana nih kasus korupsi sismibakum?-rupiah melemah karena SM turun-keputusan SBY itu adalah keputusan politik-seharusnya pelaksanaan pengadaan kontraktor untuk pembangunan jembatan jawa-sumatera gak seperti itu-lo tau gak sih kalo Amerika melakukan embargo terhadap Irak Israel imbas dari penyerangan kapal Mavi Marmara"*
Meminjam istilah Si Rambut merah (-dan harus gue buka dulu postingnya-), saat ini terjadi pasti lumba-lumba bisa terbang dan burung kakak tua tinggal di laut. HA-HA!
Tak lupa setalah diskusi kita berpotret dengan Pak Chandra, ditengah sesi pemotretan (dengan BB Si Rambut Merah) karena kurangnya pencahayaan sehingga si pemotret harus meminta Rambut Merah menyalakan flash BB-nya (1 detik... 10 detik... 5 menit... satu jam kemudian *engga deng ga sampe sejam hehe*) karena belom juga (tidak dapat atau lama mencarinya, atau apak) Pak Chandra sampai membantu Si Rambut Merah mencari flash pada "option" di BB. Hahahaha! Pak Chandra sampe mau merebut BB dari tangan si Rambut Merah (lebay ahh), dan berpotret lah kita (yang hasilnya juga gelap).

*Nb.: gue gak yakin keputusan politik itu apa dan Irak atau Iran gue baru tau Israel yang menyerang sekelompok aktifis di kapal, yang namanya gue gak yakin is it Marvi or Mavi marmara? Maafkan ya kalo salah. (btw Si Rambut Merah thanks for not making me look stupid) Ahh... i look stupid already!

Wednesday, 30 June 2010

Obsat #1: Where do we go tonite?

Selasa, 29 Juni 2010


Satu Dua gambar lobak
Si merah menyambar, aku terjebak

[Jarjit Mode: On]
*yayaya gue suka nonton ipin upin, dan bela-belain pulang cepet biat bisa nonton dua bocah gundul itu di tipi*

Oke, begini ceritanya. Seorang teman kantor Si Wanita Rambut Merah (salah satu teman menghabiskan kebosanan amat sangat dikantor, she’s really good at killing time) mengajak untuk datang ke sebuah diskusi menarik *is it?* (Isu yang telah lewat tapi masih hangat dibicarakan). Oke, kalau diskusi, presentasi atau seminar yang ada hubungannya dengan kerjaan tapi diskusi isu-isu hangat di negeri ini? Ah, not really my type. Mulai dari bahasannya, tempatnya gak jelas dimana, dan gue udah ada janji sama Si Wanita Setan buat membakar lemak malam ini.

Tetapi Si Rambut Merah pandai sekali menyebar isu-isu mulai dari “Siapa tau ada makanannya Nyeeet!” oke mulai pikir-pikir “Pasti masuk TV, kan terkenal tokohnya” hmm... bisa jadi. Kemudian dia bilang lagi “Elo ngapaaainn bengong si Kaki Berbulu gak ada”. Oke that’s it, gue ikutan!

Jadilah perjalanan random dimulai, dengan tiga teman kami lainnya, Mr. Otot, Ms. Blablabla and Hairy Man. Dimulai dengan



drama keberangkatan
(pergi-engga-pergi-engga; and i found my self in the middle of the car, heading to the discussion),
drama diperjalanan
(Si Rambut Merah keeps saying “Anterrr gw ke Mayaaapadaaa duluuuuuu....” *gue curiga alesan dia ikut biar ada yang nganter ke Mayapada LOL!*)
drama diperjalanan
(“Nyet gimana kita bail out aja? Sekarang nih pas lampu merah, lompat gih! Kabur! Pura-pura jadi orang gila!” kata Hairy Man *yes, Si Rambut Merah is really GOOD acting like one-or she is?*)

Oke, sesampainya di daerah sana lebih cepat 30 menit dan LAMPU MATI!
Mulailah drama penantian
(“Lo tau ga kalo lampu mati biasanya ada pembunuhan?”)

Sambil menanti kami memutuskan untuk makan malam di HEMA.

HEMA adalah Restoran makanan khas Negeri Kincir Angin dan Dam (ada di menunya fakta-fakta soal Belanda) dengan harga yang terjangkau dan rasa yang lumayan. I had “Something” Joe, a hod dog bun instead of sausage it has minced beef with bolognese sauce (19.000 IDR). Not so bad. And we feel dizzy after ate our dinner, and we conspire that we’ve been poisoned by our friend, who has diffrent drink (all of us drink tea except him the Hairy Man).

Enough having a conpiracy of “trying to kill us” dinner, we continue our journey (now, we’re 30 minutes late). We waved good bye for Hairy Man who can’t join us. And since he’s the only one who knows this area well, we’re completely blind (eh, untung lampunya udah nyala!). Oke, walaupun lampu sudah menyala, tidak berarti kami langsung menemukan tempatnya, and we’re lost. Akhirnya kami memutuskan untuk menanyai penjaga malam/satpam/jukir/mas-mas yang duduk dipojokan.


Mr. Otot: Mas Jalan Langsat dimana ya?
Mas-mas: Ini jalan Langsat
Ms. Blablabla: Kalo Rumah Langsat dimana?
Mas-mas: Rumah Langsat *bingung* alamatnya dimana?
Ms. Blablabla: jalan Langsat 1
Mr. Otot: Depan Labschool
Mas-mas: Labschool disono *nunjuk ke kiri*, kalo langsat satu deket Taman langsat..*ragu-ragu*
Si Muka Lebar: Taman Langsat di mana?
Mas-mas: ke sono *nunjuk ke kanan*
Tambah bingung deh kita.
Akhirnya bapak-bapak didekat mas-mas membebaskan kita dari lingkarankebingungan (yang nanya ga tau jalan yang ditanya kurang deskriptif), yang mana Jalan langsat satu itu ditengah antara labschool dan taman langsat.

Kami: Oooohhhh...

Tau kah kamu, Taman Langsat spooky sekali.
Gelap tan berlampu dan berpohon (Ya iya lah taman!).


Si Rambut Merah: Gw tau, ini adalah petunjuk, gue pasti akan punya rumah disini...
Si Muka Lebar: Iya dengan susana Elm Street, bukan Fairview...

Freddie or Bree?


Si rambut Merah: Ih, enak yah punya rumah disini menghadap taman...
Si Muka Lebar: Lo ga penasaran kenapa jendelanya ga ada yang menghadap ke taman?
Ms. Blablabla: Ih udaranya pasti sejuk didepan taman...
Si Muka Lebar: Kalo malem bisa “keliatan” apaan..... hiiiiiiii


Oke cukup drama-dramaan kita dan Taaaaa daaaa! Kita sampai ke Rumah Langsat untuk menghadiri Obrolan Langsat!

*bersambung*