Daisypath Anniversary tickers
Showing posts with label Lucky. Show all posts
Showing posts with label Lucky. Show all posts

Tuesday, 26 October 2010

Menangis Terbahak-bahak!

Gue memang kurang beruntung....

Sebenarnya gue gak hoki banget kalo soal diskon, tiket pesawat dan banyak hal lainnya yang berhubungan dengan irit mengirit...

Misalnya, gue beli tiket pesawat, dengan iming-iming "Hot Deals!" si airline AA.Di hari keberangkatan gue sebelahan sama senior gue, dan ngobrol deh kita...
Si Muka Lebar: "Dapet berapa mas tiket?"
Si mas2: "Emang kamu berapa?"
Si Muka Lebar: "waktu promo kemarin mas XXX Idr..."
Si mas2: "oh aku 1/2XXX Idr..."
Si Muka Lebar langsung asem mukanya, sompret! Itu masi mending, tiket lainnya ketika si Cabidut dapet YYY Idr Muka Lebar dapetnya 4YYY Idr (WTF ?!?!?).

Ga cuma harga tiket aja, buat barang diskonan juga begitu,
Disuatu malam, Muka Lebar pamer sepatu Aldo putih cantik super kerennya ke Chipz "Wow diskon jadi GGG Idr". 6 bulan kemudian, kami pergi ke toko tersebut dan si Chipz jadi beli sepatu yang sama, tapi warna hitam seharga GGG-500rebu Idr. Saaaampaahhhh.....
Dengan pembenaran, sepatu itu udah out of date bgt, warnanya item ga oke dan kaki liliput emang ga laku. Jd diskonnya gede (Hahaha-miris-)

Lama kelamaan gue mulai terbiasa dan jadi gak miris lagi mengetahui kalo gue selalu dapat barang lebih mahal. Tapi kejadian terakhir ini bikin hati gue miris bgt, bagai pengen loncat indah dari lantai 30 dan joget-joget di depan si Kuda. Well anyway gini ceritanya...

Ulang tahun Si Kaki Berbulu sudah dekat, dan karena sibuk gue sengaja cicil kadonya dari jauh-jauh hari. Kecuali kado utamanya. Karena udah mepet gue beli H-1. Sebenarnya gue masih ragu, karena beberapa saat yang lalu si Kaki Berbulu sedang mengincar jaket untuk ke Vietnam (our next destination for annual holiday). Hasil hunting pilihan dia antara Zara dan Top Man yang mana di Top Man ukuran dia gak ada.

Saat pembelian berlangsung, menimbang-nimbang si jaket Zara itu udah warna merah, kotak-kotak pula. Si Muka Lebar pun tidak terlalu suka motifnya, akhirnya dia yang saat itu ditemani Si Belalang Tempur Dubidubidam (Kepanjangan panggil Dudu aja) melipir ke Top Shop dan Yippie ukuran si Kaki Berbulu ada (walaupun ga yakin juga itu pas).
Si Muka Lebar: "Du, bagusan mana? Zara apa Top Man?"
Dudu: "Yang ini lebih mahal (Top Man)" -jawaban yang tidak menjawab-
Si Muka Lebar: "Iya sih, tapi gue ga suka yang Zara, motifnya jelek" -sebenarnya gak perlu jawaban-
Akhirnya dibeli lah si jaket Top Man yang menurut Si Muka Lebar, Kerennn Abis Paraahh, Motif yang luar biasa membuat pemakainnya lebih muda 10 tahun!!!(Kado yg bagus buat pria yg bentar  lagi meninggalkan kepala 2...)

Yap, setelah jaket diberikan, Si Kaki Berbulu mukanya aga datar, walaupun tetep bilang "Iya, suka kok jaketnya bagus... Makasih ya sayang". Wikennya kita pergi ke GI untuk birthday dinner...

Setelah makan, kita mampir ke Top Man dan sodara-sodara........ Jaket yang dimaksutttt diskon EMPAT PULUH PERSEN omigooootttttt! Mo pengsan rasanya (walaupun sisa 1 biji yaitu XL, tetep ajah), ditambah lagi statement si Kaki Berbulu sebagai berikut, "Ah, aku mau beli jaket Zara itu (yg merah kotak-kotak)" -yang artinya dia lebih suka yg Zara (&%!@@##@!!!!^&*(&*&%^#$@!!).

Kenapaaaaa?????? *sambil nangis bombai* 

nb: aku ekhlas kok baby beliin kadonya, cuma nyesek aja sama diskon dan statement lanjutannya... wakakakak-sambil menangis terbahak-bahak-

Monday, 20 September 2010

Hallo-hallo Bandung

"Minal Aidin Wal Faidzin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin"
*lagu lebaran di toserba


Seminggu berlalu sejak lebaran, namun menurut berita kemarin, sebuah Setasiun Kereta Api di sebuah daerah di Jawa, penuh sesak dipadati penumpang. Alasanya karena hari ini anak sekolah mulai masuk, sehingga ribuan orang itu berjejalan berebut masuk pintu kereta, dengan anak digendong, terhimpit bapak-bapak berkeringat yang anak dan istrinya menunggu di peron. Gue sendiri pulang ke kampung halaman dengan bahagia karena Tol Cikampek dan Tol Padalarang tidak begitu macet.

Yang beda dari lebaran tahun ini adalah:
  1. Sekeluarga nginep di hotel namanya Lingga, yang mengeklain dirinya sebagai hotel nuansa islami yang lorongnya spooky abis dan saat lebaran rame abis dengan anak berisik yang suka nyanyi-nyanyi;
  2. Lebaran sambil kerja, capek dan sedih sih karena gak bisa jalan-jalan. The good thing is, gue gak perlu ikut beres-beres pas takbiran, nyapu+ngepel+lap kaca piring gelas, hihihi.
  3. Hm, apa yah? udah itu aja.Oh iya gue makan ayam busuk, buat buka puasa dan makan malam.
Yang lucu adalah dari pulang kampung ke Bandung, setiap orang selalu mengira gue pulang kampung ke Surabaya. Hehehe. Maklum eike kan terkenalnya sebagai Arek Suroboyo...

Bandung sendiri adalah kota yang sebenarnya dulu favorit gue. Tapi akhir-akhir ini, Bandung selalu bikin stress. Yang paling hebat dari kota Bandung adalah pemerintah kotanya yang ignorant parah dan masyarakat Bandung yang 11-12 sama keadaan kota Bandung.

Bandung yang terkenal sebagai kota kembang, menurut gue jauh dari kesan cantik. Yes, it still has beautiful old houses and cold weather. Tapi yang gak banget adalah kurangnya penerangan di Bandung, jalan yang bolong-bolong dan masyarakat yang tidak tertib.

Macet adalah sesuatu yang tidak terelakkan, buat sebuah kota yang jalannya kecil-kecil yang setiap Sabtu-Minggu penuh dikunjungi warga kota-kota sekitar, jalanan bolong, dan tidak ada lampu penerangan di malam hari. Masyarakat Bandung dan pendatang pun sama kacaunya, buang sampah sembarangan, tidak mematikan air di wastafel toilet, nyebrang sembarangan, dll.

Pengalaman gue yang paling kacau saat lebaran kemarin adalah makan ayam tiren. Jadi malam takbiran, nyokap beli 12 potong ayam dari restoran yang lumayan terkenal yang cabangnya juga ada di Jakarta buat buka Puasa. Dan tebak, dari semua ayam yg nyokap gue beli ayamnya busuk. Yes, bau dan biru-merah-gelap... sumpah inget aja gue males. Dan itu terulang kembali saat malam gue makan mi yamin dan cekernya busuk. Mau mati rasanya hari itu. Gue gak tau siapa yang bertanggung jawab atas terkonsumsinya ayam semacam itu oleh warga (gue) si tukang yamin, manager resto, kokinya, istri tukang yamin yang beli ayam, pedagang pasar, atau pemerintah pengawas pasar?? Ato gue aja yg lagi apes. Uhuh unlucky me :(


Intinya gue suka Bandung tapi kalo mau ke Bandung siap-siap dengan segala ketidaknyamanannya.

Btw, maafin ya kalo ada salah-salah. 
Selamat Lebaran!

Wednesday, 25 August 2010

Money=Mood?

Menurut wikipedia,

"A mood is a relatively long lasting emotional state. Moods differ from simple emotions in that they are less specific, less intense, and less likely to be triggered by a particular stimulus or event.[1] Moods generally have either a positive or negative valence. In other words, people typically speak of being in a good mood or a bad mood. Unlike acute, emotional feelings like fear and surprise, moods often last for hours or days."

Tuh mood itu lebih long lasting, las for hour or days. Mood juga memiliki out put baik positif atau negatif. Bad mood, biasanya uring-uringan, marah, jutek.

lebih lanjut "According to psychologist Robert Thayer, mood is a product of two dimensions: energy and tension.[2]"

sakit, capek dan kerjaan numpuk bisa membuat bad mood. Apa sih yang bisa bikin mood kita baik?

Well, contohnya kaya...

Biasanya
Si Nyonya: "Kenapa sih lo ga mau ngomong sama gue?? Bikin batal puasa aja deh muka lo!" with deadly stare

Eh, sekarang
Si Nyonya: "Eh, kita uda lama banget deh gak ngobrol...." with an angel smile.

Biasanya, kalo mobil dipotong orang atau kalau ada nobil gak jelas di depan
Si Muka Lebar: "Arghhh tolol banget sih!! Mau ngapain sih ni mobil???" sembari mengelakson dan dim-dim.
Eh, barusan
Si Muka Lebar:"Ya, mungkin dia baru kali di daerah ini.." sembari tertawa.


Lantas apa yang membuat mood tiba-tiba membaik, seketika?


Simple, sebuah e-mail dari si office manager.
Isinya besok kita dapet THR

Yippey!


*Senang, karena ATM ud gak bisa ditarik lagi, gajian masi 5 hari lagi*

Wednesday, 28 July 2010

Just Wait and See What Happen

Ini kisah tentang ade gue, si Elix, yang waktu kecil kurus sekali seperti orang tertindas oleh kakaknya yang gendut, yang karena anak terakhir manja sekali kalo makan minta pom-pom (disuap nyokap) sampai kuliah. Tapi disini gue gak akan menceritakan kejelekannya, karena dia sungguh anak yang baik, taat beribadah dan rajin (hihihi).

Betul gak sih, jika kita tidak terlalu banyak menginginkan sesuatu kita pasti akan mendapat banyak. Logika gue, orang yang gak ngarep dapet apa-apa tiba-tiba dapet sesuatu, yah wajar itu dianggap "wow" karena pada dasarnya dia tidak ingin apapun. Tapi kalau kita hidup, katakan lah "tanpa keinginan" is it good? Well, it doesn't work for me.

Kalau gue hidup gak pengen apa-apa. Buat gue malah jadi gak punya tujuan, gue pengen punya rumah dan jalan-jalan jadi gue memberi satu tujuan (short term goal lah, long termnya mah gue pengen masuk sorga!). Karena pada dasarnya my best effort depends on how bad i want something. Lalu gimana orang-orang yang selalu mendapat sesuatu effortless?

Contoh paling dekat adalah Ade gue tersayang (tumben muji-muji ada apa sih?)

Adik gue adalah orang yang pasrah sabar dan tidak punya keinginan terkadang kurang paham dengan apa yang diinginkannya. Waktu kecil dia menang lomba modelling di Hari Ibu Kartini (padahal gue gagal total, bisa dibaca disini) dan saat itu dia bahkan tidak sadar apa yang dia lakukan.

Waktu SMA ditawarin sekolah ke luar negeri, ikut summer course, tapi emang dia gak mau. Waktu SPMB dia keterima di FK (well, this part engga effortless sih, she studied real hard, but still...), kata-kata pertamanya setelah "alhamdulillah" tembus spmb adalah "yaahhh...kode depannya XX, aku masuk FK..." dengan sedihnya (padahal ada jutaan orang lain yang nangis guling-guling gak keterima dan rela ngulang SPMB demi FK).

Gue selalu pengen di beliin mobil, tapi si ade gue ini udah 2 kali dapet, yang pertama hadiah SPMB dan yang kedua hadiah ulang tahunnya yang ke 21 (karena mobil hadiah SPMB-nya buat gue *akhirnya gue punya mobil! walaupun atas nama ade gue*). Dia bahkan gak bisa males nyetir.

Oke, menurut pengakuan dia juga sering merasa beruntung (atau orang lain membuat dia merasa beruntung) jadi dia punya TV butut di kamar, di pinjemin ke papah karena tidak ada TV di kamar papah, eh dia dapat TV plasma. Dia jadian sama cowo (yang konon katanya) digemari banyak wanita di kampusnya (anaknya baik, sayang ceking bukan selera gue lah!). Padahal dia biasa aja sama ni cowo.

Terakhir, dia ikut ngebantuin nyokap gue menjadi agen unit-link atau link-unit, yaitu investasi bentuknya adalah pelindung nilai (hedging) jadi kita menabung dengan bunga kompetitif sebagai keuntungan tambahan mendapatkan perlindungan asuransi. Menguntungkan deh! (Loh, jadi promosi). Dan well, sodara-sodara dia baru saja mendapatkan Blackberry, kalau ini gue tau banget ini hasil kerja nyokap. Tapi, ada undian Grand Prize keliling Eropa, and guess what? She won it
Some call it lucky, some call it fruit of patience,
me call it,
hey my sister win the grand prize!! take mee!
Jadi Elix adikku yang baik hati, hemat, dan tidak sombong
Pemenang itu kan tiketnya ada dua yah?
My advice is you should really consider to go with young girl however she has to be older than you, to watch you and take care of you, someone that is reliable, friendly and adaptable (kaya CV?!), someone that really knows "what to do" and "where to go" for the girls at twentysomething, someone like me?
happiness is real when shared
(sok-sok into the wild )

Pick Me! Pick Me! Pick Me!


Me! Me! Me!


This is my best effrot as ass licker (after sending bbm continously and i guess my sister would drop the F bomb on me if i keep bbm-ing her during her social works on remote village in the middle of nowhere, while she's checking on some greys butts, ears and teeth. Good luck sista' pls don't catch whatever they have, you have an important trip ahead, and there's no way anyone could go without you!)



I would go to the moon




Monday, 19 July 2010

Pick a dish!-May you be lucky?

Oke, sebelom mulai pembahasan, sebenarnya penasaran juga sama arti "Foodie". Menurut wikipedia

"Although the two terms are sometimes used interchangeably, foodies differ from gourmets in that gourmets are epicures of refined taste who may or may not be professionals in the food industry, whereas foodies are amateurs who simply love food for consumption, study, preparation, and news.[1] Gourmets simply want to eat the best food, whereas foodies want to learn everything about food, both the best and the ordinary, and about the science, industry, and personalities surrounding food.[2]"

Intinya kali ini mau cerita resto favorit si Muka Lebar dan Kaki Berbulu. Kita suka sekali Bakerzin. Di Jakarta kita selalu makan di Bakerzin Plaza Senayan, di Surabaya Bakerzin ada di Tunjungan Plaza IV (kita belom pernah coba makan di Surabaya tapi).

Well, Bakerzin ini sama halnya cafe-cafe lainnya yang menawarkan makanan dari west-east, dengan rasa yang oke banget tentunya. Kali pertama makan di Bakerzin, si Kaku Berbulu menjagokan Fried Oxtail Soup. Yang menurut dia enak banget. Si Muka Lebar memesan Oxtail Soup (original) yang menurut Si Muka Lebar rasanya saat itu agak amis, dan setelah diganti yang baru jejak amis masi ada. So, oxtail definitely not my favorite menu in Bakerzin.


Kedatangan selanjutnya si Muka Lebar mencoba peruntungan dengan pasta, mulai dari Aglio E Olio, yummy, rich, spicy dan yg paling penting gak terlalu oily. Selera si Muka Berbulu gak suka yang terlalu oily. Sekali waktu datanglah kita ke Bakerzin, dan Muka Lebar memesan Pesto Linguini Veal. How does it taste?

amazingly delicious.
intinya pasta dengan saus pesto served with spicy veal.
Saus pesto rasanya ok, ada spicy black pepper, sedikit oily, dan hal itu termaafkan karena ada tomat cincang segar, yang sudah dibumbui garam dan olive oil (napak basah sedikit oily dan gurih), dan di spicy veal yang di iris tipis, setengah matang, juicy, gurih dan pedas karena dilumuri bubuk cabe. Si pesto linguini with veal ini never let me down.
Selalu ok, rasanya setiap kesana!
Yummy!

Si Kaki Berbulu juga punya menu favorit baru, yaitu chicken cutlet with baby potato. Yang mana si Muka Lebar juga suka. Jadi boneless chicken, ditumis dengan kecap bawang dan dihidangkan di fried pan dengan roasted baby tomato.

I found this on my previous un-posted story
"We are lucky to find this new tasty menu in Bakerzin. We have ever tasted one dish like this in another restaurant, but this Bakerzin's Chicken Cutlet taste better. Soft, sweet and delicious. We are lucky! This chicken is our new favorite.

Finally, we decided to try our luck by ordering chicken wings. And it turned out we're not that lucky. It taste like frozen food, with funny smell (i said funny means it is not a good smell). It is just bad choice. Kaki Berbulu have to eat it with Chicken Cutlet sauce to add the flavor, it didn't work on me. I still cannot enjoy it. I guess we are not that lucky!"

Sisanya menu favorit Bakerzin adalah Baileys Cream Soufflé, yang rasanya mantab. Ingin mencoba dessert lain namun sayang sekali, dokat tak menunjang. Trus di kesempatan lain kita mencoba Apple pie/tart. Rasanya lumayan, cruchy, manis, gak lebay manisnya, cinammonnya kerasa, apelnya agak asem dan empuk. Tapi menurut muka lebar untuk apple tarlet, punya ninety nine the best deh...


So do you want to pick a dish? good luck!