Daisypath Anniversary tickers
Showing posts with label Nonton. Show all posts
Showing posts with label Nonton. Show all posts

Wednesday, 27 October 2010

Movieee Freaksss

We love watching movie. Gak ada tempat favorit nonton, semuanya enak sama aja. Mau di Premium Plaza Senayan, Setia Budi 21 deket kosan, Blitz Grand Indonesia sampe PVJ Bandung, Metropole yang ngangenin. Gak ada juga jenis film tertentu yang mesti ditonton,  kita suka semuanya... Dari film Hollywood super keren, film Hindie super panjang, film thailand (akhir-akhir ini jadi favorit karena bagus), film eropa yang suka gak jelas sampe film Indonesia, khususnya film hantu-hantuan Dewi Persik (Selera film kita memang tinggi Ha-ha!).

Walau pun suka nonton film, bukan berarti kita gak pernah tidur pas nonton film, Si Kaki Berbulu tidur  di tengah film drama romantis Elegy, yang dimainin Penelope Cruz. Dan Si Muka Lebar tertidur dengan pulasnya ditengah film dokumenter Mushashi apa gitu...

Oke kita suka banget nonton film tapi ada beberapa bagian dari nonton film yang gak kita suka:

#1 Si Troll bulu landak. Di beberapa bioskop yang jarak antar barisnya kecil dan kursinya tinggi (biasanya di Blitz), si troll bulu landak ini sangat mengganggu... Inget ga jaman tahun 1990 dulu, ada boneka troll, coklat, pendek rambutnya tinggi ke atas warna warni kuning, pink, ijo... ada di cincin, kalung, pulpen...

nah mereka adalah orang-orang yang merasa, rambut jabrik keren sekali, namun semakin tegak lancip semakin baik. Dan yes, dengan kekuatan wax, foam, lem takol, kanji dsb, mereka berhasil bikir ranmbut tegak lurus, 90 derajad dr kulit kepala yang mana, lancippp kaya bulu landak sampe cicak jatoh diatas rambut pasti mati... yang mana rambut mereka sangat MENGGANGGU di bioskop.

Mana si troll bulu landak kaga pernah ngerti rambutnya ganggu, suka duduk sok ditegak2in biar cewenya bisa nyender (kebanyakan si troll bulu landak mikir rambut ereka bisa menarik cewe-cewe, makanya dandanan ini sering kita lihat di malam minggu).

Si Muka Lebar berharap suatu hari nanti dia bisa bawa gunting rumput ke bioskop dan memotong rambut troll bulu landak di tengah-tengah film. Genggesss deeh booo rambut yeeeiiy! Ihhhh....

#2 the Light. Kenapa mengganggu, ya bayangin aja, mata lo udah terbiasa dalam gelap, tau-tau si idiot di depan lo apa disamping lo, tau-tau buka HP yang dihadapin ke muka kita. Sompret kan?
Selalu ada cara yg sopan untuk buka HP di bioskop, sembunyiin di antara lutut, dalam tas, tujuannya biar tidak mengganggu orang. Lebih lagi, kalo HP bunyi pas nonton bioskop tapi ini jarang terjadi mengingat kita tinggal di civilized city dengan well educated people, kalau pun satu dua kali masi terjadi, artinya cuma 2, baru sekali nonton bioskop atau baru sekali punya HP, kasihan baru keluar dari gua...

untuk cahaya mengganggu caranya cuma 2, kalau orang itu duduk disebelah, ambil HP kamu (senter kalo perlu) arahin ke mukanya, biar sadar, cahaya itu nyakitin mata di tempat gelap. Abis itu pelototin.
Cara kedua kalo duduk didepan kamu, tiada cara lain selain, tepok bahunya "Mas, silau HP-nya", kalo ga mempan kentutin aja mukanya, ato lebih bagus lagi kl kamu punya bau jempol naga, mungkin dia perlu sekali-kali diciumin baunya... biar sadar... Genggess bowww...

#3 Yang ketiga tiada yang lebih nyebelin dari pada, orang ngobrol di bioskop, tingkat gangguannya pun macam-macam, dari yang literally ganggu, alias ngobrol beneran, ini ganggunya parah, biasanya kalo nonton bergerombol, atau berdua tapi sok asik. Untuk menghentikannya pelototin ato sengaja "Sttttt....... kampungan"

Si komentator, setiap tindakan, dalam film di komentarin kaya suatu kali gue pernah nonton film Sex and The City 2, ber 4, yang kita semua duduk terpencar, kebetulan gue duduk disebelah banci (salon kali ye bawel soalnya) tiap kali Carrie keluar si banci langsung "Aiiihhh.....bagusnya bajunya", "Ihhh,.,,, kok gitu", "Ahhh...." sompret tu orang lama-lama gue tabok, ud dipelototin ga mempan dan di sttt in ga mempan, akhirnya gue pindah ke tempat duduk Chipz, yang kebetulan ga bs dateng tapi tiketnya ud dibeli (yang ternyata org disebelahnya BB... euhh...).

Pokoknya film kita semua bs nonton dan bs denger, jd ga usah dikomentarin kita juga tau artinya... Tapi kadang-kadang lucu juga, denger komentar orang, jadi suatu malem kita nonton midnite Eat, Pray, Love... Sebelah kita duduklah pasangan yg sudah berumur, dan tiap-tiap kata-kata yang bagus si istri langsung "Tuh, pah gitu loh pah...." gue lupa tepatnya kata apa, tp begitu gue denger gue dan Si Kaki Berbulu langsung liat-liatan nahan ketawa, kocak bgt (kayanya nyata kocaknya, kalo gue aksi tau katanya, tapi gue lupa...)


Itu hal-hal yang paling mengganggu saat nonton di bioskop, dan mengingat bioskop kan tempat publik, seharusnya kita menjaga ketenangan dan kenyamanan dong. Gak mau kan lagi nonton tau-tau orang sebelah ngajak berantem karena kita ganggu... (n_n)v

Happy watching!

Thursday, 15 July 2010

Randomly walking, incidentally having great dessert and finally watching 3D

Malam ini dengan semangat tinggi penghematan dan ingin hidup sehat
kami memutuskan untuk jalan kaki ke Grand Indonesia!


Ini adalah kedua kalinya kami berjalan ke Grand Indonesia. Kami mengambil rute yang sedikit berbeda, agak jauh dan melewati gang-gang gelap nan sempit. Maksud hati menghindari polusi udara, kami melewati gang motor, eh setelah berjalan di gang gelap nan sempit, ternyata ada yang membakar sampah sama aja dong. Polusi.
Kami kemudian keluar di Jalan Jendral Sudirman. Jalan kaki di jam pulang? Hmmm, pengalaman yang menarik, banyak pekerja menunggu bis di halte, banyak bis yang berhenti seenak jidat (padahal sudah ada halte, tapi bis yang datang kemudian, malah berhenti di sebelah bis yang sedang berhenti di halte, malah ada yang posisinya menyerong!), terotoar di Jalan Jendral Sudirman sunguh sangat lebar dan bagus, sayangnya terotoar tidak hanya dipakai pejalan kaki, tetapi juga sebagai jalanan motor (tukang ojek mungkin?), jelas mengganggu. Tapi diantara semua hal yang mengganggu, ada satu yang PALING MENGGANGGU.

BAU PESING.
Baru tau kalo ternyata pohon-pohon atau dinding bisa dijadikan tempat untuk buang air. Selain trotoar di Jalan Sudirman, Si Muka Lebar mendapati pengamen yang buang air di papan gedung di sebelah Halte Tosari, iuuhhh. Wow, betapa idiot besernya pria-pria itu?

Sesampainya di Grand Indonesia, kami masuk ke Harvey Nichols (dengan keringetan dan kumus-kumus) kami memutuskan untuk makan di Ranch Market yang baru buka dan ternyata Ranch Market tidak memiliki tempat makan ditempat (dine in?). Super lelah karena habis berjalan dan kaki pegal, di depan Ranch market ada Resto Ninety Nine, dan dengan implusif (lapar dan capek luar biasa setelah berjalan) kami memutuskan makan disitu.
Ninety nine adalah resto yang menyediakan beragam jenis makanan, pasta, steak, pizza, makanan indonesia. Dengan suasanya yang nyaman dan modern. Jadi ruang smoking terdapat di dalam dan ruang non smoking di luar yang open area dan orang bisa melihat apa yang kita makan (karena gue juga melihat makanan orang-orang).
Si kaki berbulu memesan oxtail soup yang digoreng dan si Muka Lebar memilih paket promo yaitu segala jenis masakan salmon (Australian salmon) akan mendapatkan dessert for free. Jadi lah Salmon with padang sauce ditemani shoestring fried rice dan dessertnya apple tarlet with vanilla ice cream. Minumnya kita yang biasa aja air mineral, dan ditengah-tengah makan kita pesan crushed berry tea, karena mupeng melihat orang yang minum itu.

Oke si oxtail datang, rasanya enak, kuahnya pekat, gelap dengan berbumbu terasa jelas dengan kentang tomat dan wortel tak lupa genangan minyak kuning yang jumlahnya wajar (termaafkan lah). Dagingnya sendiri digoreng, empuk dan si Muka Lebar berpendapat, banyak lemaknya (banyak juga dagingnya sih) jadi lumayan, nasi diletakan di dalam mangkuk (cara akan yang aneh), jadi ada 3 piring tempat sup dalam mangkok besar, tempat buntut dan mangkuk nasi (belom emping dan sambel yang dileakan di tempat terpisah). Meja langsung penuh. Tak lama kemudian ikan datang, Salmon Saus Padang, enak dan pedas. Ini baru namanya saus padang! Nasi goreng karena judulnya shoestring fried rice, Si Muka Lebar tidak terlalu optimis dengan rasanya, dan ternyata betul, nasi goreng pucat dengan serutan wortel dan bawang daun, dengan rasa yang anyep, oke pas lah dengan ikan saus padang yang sangat berbumbu. Ikannya cukup besar, segar dan enak. I considered it as i ate Salmon with the rice as side dish.
Selesai menu utama (Salmonnya tidak habis jadi dibungkus) kami masuk ke penutup. Crushedberry datang, stawberry yang dihancurkan dalam flavoured tea, dengan daun mint. Enak! Oke datang lah Apple Tarlet with Vanilla Ice Cream. Ya, ampun enak bangeeet! Apple tartnya masih hangat, dipotong menjadi empat bagian dengan apel yang empuk, taburan cinnamon, dan pie crust yang gurih dan renyah di pinggir. Baunya itu loh, cinnamon, vannila, dan asin butter, esnya dingin langung meleleh, hiasan karamel dibawah piring bersatu dengan lelehan Vanilla Ice Cream jadi super manis tapi tidak merusak rasa si Apple Tarlet tadi, ini enaaaaaakk sekali saudara-saudara (sampe mau nangis makannya.. oke lebay si Muka Lebar itu kelaparan namanya). What can be better than a warm sweet good smell delicious dessert with ice cream on top of it?
Selesai makan dengan hati senang, Si Muka Lebar menemukan (hasil pengamatan sambil jalan ke atas) bahwa si apple tarlet tadi sebenarnya terdiri lebih dari 4 potong, maksudnya di meja lain yang memesan menu yang sama Apple Tarletnya tampak lebih banyak, jadi Si muka Lebar asumsikan mungkin kalau promo hanya dapat sebagian.
Kami segera berjalan ke Blitz Megaplex. Oke, saat ini selain promosi kartu kredit buy 1 get 1 (seperti dalam cerita sebelumnya kami tidak memiliki CC yang berpromo buy 1 get 1) di Blitz Megaplex ada promo Blitz Summer Passport. Berlaku sampai Bulan September 2010. Sistemnya adalah apabila kita nasabah Bank CIMB Niaga kita dapat membeli Blitz Passport dan akan mendapat 3 tiket nonton untuk weekdays dan 2 weekend. Ditambah 5 kupon bonus (buy 1 get 1 3D, upsize popcorn, discount games dan souvenir, etc), Blitz Passport hanya bisa digunakan ditempat dibelinya Passport tersebut.
Ini tahun kedua kami membeli Blitz Passport dan sangat menguntungkan (lumayan lebih hemat), walaupun harga blitz passport tahun ini naik 25.000 IDR, tapi dapet voucher buy 1 get 1 untuk nonton 3D. Akhirnya malam ini kami memutuskan untuk menggunakan voucher buy 1 get 1 nonton 3D karena kami belom pernah mencoba nonton 3D di Blitz Megaplex.

Kami akan nonton Despicable Me.

Nnton 3D di Blitz memang beda (ya iya lah beda bioskop), kacamatanya lebih nyaman, karena seperti kacamata betulan dan bisa di dobel dengan kacamata kita. kualitas 3D juga lebih baik. Filmnya sendiri, cukup aneh dan lucu dan menarik. Tidak semengharukan Toys Story, tapi akhirnya so sweet, yah namanya juga film kartun.
Kami pulang larut malam, kenyang dan bahagia.

Kecuali bagian bau pesing (euh, it's gross)


Thursday, 8 July 2010

A treat from the Devil

Suatu pagi yang mendung, Si Muka Lebar dengan malas bangun dan mendapati temannya Si Wabistan mengirim IM, “Gue sakit hari ini, bawain buah Anggur 1 kg, Apel 2 kg, Pear 2 Kg, Jeruk 1 kg, kurang dari itu tidak diterima” (begitulah kira-kira bunyinya. Buat modal jualan buah apa gimana neng?). Oke, pagi ini pun gue merasa tidak biasa, badan sakit luar biasa, dan pusing. Track back apa yang kami lakukan malam sebelumnya ternyata setelah hampir 3 bulan tidak fitness kami berdua dengan sukses fitness semalam, 2.30 jam! Non Stop (gue yang non stop, dia sambil ngebacot curhat ngalor ngidul panjang), ditambah tidak pemanasan dan pendinginan (padahal jelas di dinding gym ada tulisan PLEASE WARMING UP FIRST… AND COOLING DOWN AFTER… jelas kita ga ngerti basa londo) yang gue balas “MOOONYOOONG GUE JUGA SAKIT!”


Akhirnya IM itu kami akhiri dengan saling menyumpah satu sama lain, setelah itu gue ngorok lagi. Groookkk. Siang itu kekasih hati si Kaki Berbulu datang membawa makan siang. Tak lama setelah si Kaki Berbulu kembali ke kantor, si Wabistan datang. Dengan tangan kosong! tapi dimaafkan mengingat dia juga sakit. Akhirnya dua wanita bodoh menghabiskan waktu dengan membuka jejaring sosial dan mengomentari foto-foto menarik (tema kita siang ini adalah seorang kawan yang menikah dengan pria bule). Bosan menghina mengomentari foto orang-orang si Wabistan punya ide “Nonton Twilight nyok!”. Gue gak suka, tapi dengan diiming-imingi “GRATISAN” gue mau! (murahan memang). Pergilah kami menonton film yang akan mulai 5 menit lagi.


Sesampainya di bioskop, filmnya boring abis-abisan. Sepanjang film si Wabistan berteriak “Perkiiiiiiii..” ke tokoh utama film, kalo gue lebih sering teriak “Manipulative bitch!”. Belom lagi si Wabistan ditengah-tengah film pindah tempat gara-gara gue cakar dan akhirnya kita pukul-pukulan (sumpah ini super gak penting). Selesai nonton kami merasa super lapar, akhirnya kami menuju ke Tebet untuk makan sore.


Kami memilih Pisa Café karena Si Wabistan mau mengambil kartu member yang sudah lama jadi (yang masa berlakunya habis 5 bulan lagi saking lamanya gak diambil). Terjadilah percakapan ini saat sampai di sana,


Muka Lebar: Mba non smokingnya dimana?

Mba-mbanya: Gak ada mba

Muka Lebar: Lantai 2 mba?

Mba-mbanya: Lagi direnovasi…

Muka Lebar: Masa gak ada mbak?

Mba-mbanya: Kita gak ada non smoking room...

Muka Lebar: Ah? Yaudah yang sepi dimana mba?

Mba-mbanya: senyum manis *makan aje di rumah lo sendiri kalo mau sepi gak ada asep rokok*

Ternyata sore itu Pisa Café penuh orang-orang yang habis nonton Twilight terus kelaparan *sotoy* akhirnya kami dengan terpaksa duduk ditempat yang aga jauh dari asap-asap beracun itu.



Menu datang yak kami dengan bringasnya memesan Spaghetti Bolognaise, Sandwich Tuna, dan Calzone Chicken Mushroom. Untuk minuman Si Muka Lebar dengan Ginger Ale dan Si Wabistan minum Kiwi Manggo fake Juice. Spaghetti-nya standard, Sandwich Tunanya enak dengan roti kotak yang belum pernah kita makan (buat sendiri mungkin? Yang jelas bukan roti putih pasaran, atau Panini, atau roti keras) disajikan dengan potato wedges yang enak sekali, Calzone datang terakhir berwarna putih pucat, yang rasanya enak! Kulit Calzone aga terasa terigu, tapi fillingnya lezat (fillingnya kurang merata terkumpul ditengah-tengah). Oke overall makanan di Pisa Café enak dengan harga yang pas dan porsi yang pas. Sayang non smoking room-nya not available. Akhirnya kami pulang karena kebelet boker.


Thanks Wabistan for the sweet treat!

Friday, 2 July 2010

Pay day? Mayday!

Gajian telah tiba Hore Hore Hore!
Hari gajian disambut gegap gempita dengan serbuan diskon-diskon! Dengan alasan Jakarta Great Sale, End Season Sale, Stock Clearance, what so ever reason that pull people to buy more than they have to.


Tahun lalu (dan beberapa bulan lalu selama hampir dua tahun gue kerja) setiap kali gajian, gue selalu merasa, i had worked hard therefore i deserve something really good for my self. Sale adalah momen spesial dimana gue bisa beli barang yang gue mau plus satu barang tambahan yang gak terlalu gue butuh dengan satu harga, atau dapetin barang yang sama sekali gak gue butuh dengan harga murah.
me in those past days
Bulan ini gue senang saat gajian banyak deadline kerjaan, so i can't join all of the people having a joyful sale moment at branded store. And surprisingly i don't know whatever goes into me, won't let me go shopping like crazy or i have moved my orientation from clothes, bags and shoes into another fancy stuffs. Hehehe.

from fancy stuffs to another fancy stuffs



Tetapi tetap saja, begitu gajian datang, datang pula lah berbagai tagihan, bagaikan lingkaran setan, duit numpang lewat aja di rekening gue, Arrghhhhhh!

Oke dan demi untuk memenuhi impian gue, mulailah beberapa bulan kemarin kita hidup hemat mengencangkan ikat pinggang, dan gue akan berbagi tips hidup bahagia dan senang saat hemat.

Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian
Ini adalah pepatah yang gue pegang teguh. Kesenangan hanya bisa dirasakan kalau kita pernah merasa menderita. Bukan berarti kita harus menderita, tapi menurunkan sedikit level gaya hidup kita.

Makan:
Tiap hari makan di luar (mall atau resto) coba weekdays makan di rumah, kalo ga bisa masak, food delivery ke rumah (minum gratis di rumah, hehe). Makan di luar pas weekend aja, pasti saat weekend terasa spesial karena udah lama gak makan enak.

Tetapi selera perut mana bisa tahan, jadi gue kasi tips makan kw (ibarat Mangga Dua, makanan juga ada KW 1, 2 dan 3) tapi tips ini versi gue ya (makanan yang gue dan laki gue suka aja).

-Chopstik, gue hobi banget makan Kwetiau Chopstick yang rasanya harganya bukan makin murah malah makin mahal. Sebagai pengganti gue suka makan Kuetiaw Akiat di Jalan Dr. Satrio, depan Mall Ambassador. Rasanya enakk dengan harga bersahabat pastinya!
-Kenny Rogers Roast Chicken, laki gue hobi bgt ni ayam segede gajah. Sebagai penggantinya kita makan Roast Chicken di Food Hall (favorit kita yang di Senayan City ada honey-nya di food hall yang lain suka ga ada)

-Fast food (BK) yah gue berganti ke selera lokal AH restaurant, mantab murahnya, rasanya oke, dan gue ketagihan giant brownie ice cream-nya hanya 12.500 sajaa!

-Nah buat restoran favorit yang belum ada penggantinya, bisa diterapkan sistem pengurangan menu. Misalnya, Grand Duck King, buat yang ini belom ada penggantinya, karena rasa bebeknya tak tergantikan. Tapi kita sudah mulai mengurangi menu, biasanya bebek 1/2 jadi 1/4 (kolesterol juga bo) tadinya pake cumi sekarang gak usah (kolesterol juga), sayur tetep (yang harganya paling murah), biasanya pakai chicken feet dan bola-bola wijen sekarang salah satu aja (bahkan yang lalu engga pake dua-duanya), minumnya dua-duanya green tea (refill-maunya satu aja tapi laki gue harus dingin kalo gue harus panas) and no pickle please (lumayan hemat 6000).

Akomodasi (rumah/kos dan mobil):

Bensin, untungnya harga premium 92 lagi turun sebulan ini, membantu program hemat gue. Ngisi bensin di malam hari (katanya kalo malem suhu bumi dingin, massa bensin menyusut jd banyak masuknya, tp ya kalo malem gak macet juga ke pom bensin), dan isi penuh biar ga bolak balik, kalo pagi gak pake AC, sekalian ngeringin rambut (makanya rambut gue berantakan plus bau asep hahaha). Kalau pergi ke beberapa tempat usahakan pergi ke tempat-tempat yang sedaerah, misal hari ini potong rambut+makan siang+makan malam semua di daerah yang sama PP-senopati-trunojoyo. Maksimalkan penggunaan transportasi umum, misalnya busway dan kereta.
Bagi yang punya rumah, listrik baru naik 10%, saatnya menghemat listrik, matikan lampu yang tidak dibutuhkan, dan copot semua alat elektronik dari soket listrik. Gue pribadi, kalo lampu WC putus gue biarin, lumayan hemat (ato males ganti)

Hiburan:

Nonton bioskop juga milih-milih sekarang, di XXI film bagus boleh di bioskop bagus pas weekdays aja (bira murah, kalo weekend harganya mahal bo!), film biasa di bioskop cupu aja ato DVD. Di Blitz kita beli passport Blitz, lumayan 125.000 IDR untuk 2 kali nonton weekend dan 3 kali nonton weekdays. Hemat! Kecuali punya kartu kredit yang ada promo buy 1 get 1 (kebetulan kita gak punya a.k.a ditolakin mulu pas apply) sih anytime sok aja kalo mau nonton (biasanya kita ikut numpang temen yang punya kartu buy 1 get 1), hehehe.

Salon, kebutuhan hair spa pindah ke sauna fitnes, jadi habis fitnes sekalian bawa scrub dan hair spa, cuci rambut dulu baru masuk sauna deh lumayan gratisan. Hahaha. Kalo niat scrub sekalian. Pijet, dari Sanctum pindah ke Mbok Pijit, tanpa aroma terapi memang, tapi harga gak bikin kantong jebol!

Sisanya gue berusaha saving lewat gak keluar ke mall, macet+bensin+parkir+hasrat belanja besar, kecuali bayar tagihan ato bener-bener ada yang dicari.
Oke itu adalah sedikit tips hemat bahagia. Mungkin yang lain punya tips hemat? Please share with us.
Hemat pangkal kaya Warga bijak taat pajak

Sunday, 20 June 2010

FIFA not VIVA




What is so good of watching a football match?
Because it held every 4 years?
because everyone talks about it
(and it makes you feel "not cool" if you're not talk about it),
the soundtrack is good,
the merchandise is everywhere

It's just a bunch of tiny small little men on a wide green square,
ith small white dot, I hardly see.
Well, sometimes it's good when zoomed in (some of them are good looking)
but with that small faceless man,
you can't even know who's running and passing the ball
(thanks to vuvuzela it makes World Cup harder to watch, I can't hear the commentator).

Enough for the reason why I don't like to watch football on screen (big or small all the same)

Watching football is not my thing, definitely not my thing, not a big fan, not interested, I play, I don't watch. Boring. Either you are my Big Boss or I really love u that makes me want to watch one. And this (this = right now!) afternoon, I go out to watch World Cup (not to eat, not to see movie, not to do window shopping), since you are not My [BIG] Boss, it's because I love you. And please do me a favor, I want a non smoking room.

We headed to Cikini (after refuse Si Kaki Berbulu's plan to watch world cup in a place i know there is no "non smoking room" available). After checking couples of cafes in Cikini which has a large screen (showing the game of course) without non smoking room, or otherwise a cafe with NON smoking room without TV, we decided to go find another place to meet our criteria (large screen, non smoking and not expensive).

After minutes of discussion (the kind of potential fight discussion). We went to Grand Indonesia, after took a long walk (looking for the right place, and the game is already started), he [finally] gave up looking for a big screen, we choose a seafood restaurant, with TV on the wall showing the game, and unfortunately, our seat is side by side with the smoking room, the TV is near the smoking room, so that we can watch the game [this is the part i gave up].

The food was average. We ordered Smoked Crab, Squid with Padang Sauce, and Baby Kailan with Garlic, for appetizer we had shrimp cake with mayonnaise. I also ordered lemon and peterseli juice. The taste of my food is below [my standard] of delicious food, it was nice but not good enough. I had to eat it with "sambal terasi" to boost up the flavour. It was "hambar" and the vegetables is overcooked. I only enjoy the shrimp cake with mayonnaise, it was good.

Just before the half time, out of nowhere came this man, smoking in front of me with the smoke got to my face (is smoke flying?), we decided to move in the middle of the match. [after impulsive walk out -me did it- and serious discussion why we have to find another place]

So, here i am in the middle of a big hall in Grand Indonesia. Sitting on a synthetic grass that hurts my legs (it's pointy). Well, i am wearing a dress (well, it is a batik dress anyway not a designer made dress but still it is not comfortable) i just dont know how to sit. Where people (Si Kaki Berbulu) is watching, excited and screaming [is it goal or something? no? off side? ah whatever...] here i am writing this blog.




For me that don't know is it FIFA or VIVA [i didn't bother to ask, i thought VIVA was the right one], i think sitting here on this fake pointy grass [not really watch the game] is something.

So, don't be surprised, if one day you meet me in 1.30 am,
watching England screaming out laud their names [i do know and remember their NAMES!], getting really excited [even when the smokes is all around me].
Not, now. Someday perhaps?






Wednesday, 5 May 2010

Topi Bundar

"Topi saya bundar, bundar topi saya, kalau tidak bundar... bukan topi saya!"


Yup, menindaklanjuti rencana kami (kami disini adalah si muka lebar dan si kaki berbulu) yang tidak tergoyahkan, walaupun sudah lebih setengah dari kami (kami disini adalah 10 anak muda yang mau pergi ke Bangkok) yang merotol (means berguguran, mundur, berjatuhan). Maka pergilah kami semalam ke Grand Indonesia Shopping Town (GI) untuk beberapa tujuan:


1. Menonton film Bangkok Traffic (Love) Story.

Mengapa harus film ini? Karena si Muka Lebar baru saja membeli kamus Thai (Yap, an English-Thai Phrase Book and Dictionary, inovatif bukan?*) dan merasa harus mendengarkan Native Thais, agar untuk supaya bisa dengan lancar melafalkan kata-kata Thai (yang mana setelah film berlangsung, si Muka Lebar menyadari tindakan tersebut percum tak bergun** karena semua tokoh terdengar seperti kumur-kumur). Sembari menanti film yang main jam 10pm, kami berjalan-jalan (kami disini adalah si muka lebar dan si kaki berbulu ya) dan munculah tujuan kedua!


2. Mencari Topi Bundar!

Dari berita yang ada, saat ini Bangkok lagi panas banget, karena matahari berada duapuluh sekian derajat di utara khatulistiwa, dan kebetulan berada tepat diatas Thailand. So, singkat kata, pergilah kami keliling GI mencari sang topi bulat pujaan hati. Dari berbagai merek yang tersedia, banyak juga topi-topi liburan yang ada (saya spesifik mencari topi anyaman jerami, sedangkan si kaki berbulu mencari cap, topi kotak, atau apa lah namanya). Sayangnya ga ada yang cocok. Bukan ga cocok modelnya, karena modelnya lucu-lucu bangetttt. Harganya itu loh! (emosi jiwa). Alamakjang bisa kejang bayarnya, paling murah di Forever 21 169.000 IDR yang paling mahal Marks and Spencer 499.000 IDR (tapi mungkin ada yang lebih murah atau lebih mahal cuma kami skip aja).


Akhir kata muter-muter berjam-jam tidak berbuah hasil, karena topi yang disuka tak terjangkau harganya. Alhasil setelah nonton yang ternyata filmnya lama sekali dan pulang pagi akhirnya (untungnya filmnya lumayan, ide cerita STD sih, tapi tokohnya bagus, akting dan skenarionya berhasil bikin kita ketawa ngakak -i found several parts it's not that funny, walau org lain ketawa ato emang lebay aja ketawa mulu***-), dilanjutkan dengan umbah-umbah katok sak bajek delman sing wis pirang dino gak diumbah (sengaja digunakan bahasa yang sulit dimengerti agar makna tersirat didalamnya tidak mudah terkuak), dengan lelah tertidur, dan setalah bangun masuk angin dan muntah-muntah yang menyebabkan tidak masuk dan akhirnya bengong di rumah.


Dan tertangkap oleh mata Topi Bundar dari Bali (Hobi saya: beli Topi Bundar di Bali). Setelah memilih dari beberapa topi bundar pilihan jatuh pada topi bundar Pengemis (ada 3 topi bundar, topi bundar Mexico karena atasnya rata; topi bundar Maria Mercedes, karena lebar bgt r:30cm lebih kali, udah kaya payung deh; yang terakhir topi bundar Pengemis, karena anyamannya ga tralu bagus, dan ga lebar bgt). Mengapa, karena yg Mexico terlalu bagus di make over sedangkan yang Maria Mercedes lebay dan Si Kaki Berbulu udah wanti-wanti untuk TIDAK membawanya ke Bangkok ato ketempat liburan lain dimana pun itu (mengingat ukurannya).


Aha, akhirnya dengan sedikit usaha dan tenaga, disertai dengan keinginan punya topi cantik, jadilah kegiatan make over si Topi Pengemis. Ga ribet sih, sebenarnya cukup melingkarkan gombal batik (Hobi saya: ngumpulin gombal bahan yang dijahit dari penjahit), dijahit sedikit biar ga lari.
Voila, jadilah Topi (yang gak) Cantik (-cantik amat)****!

* Untuk long stay di Bangkok is necessary. Untuk liburan 3 hari? You go figure it out!
** percum tak bergun = percuma tak berguna
*** Waktu nonton kita duduk di deket remaja tanggung yg lebay bgt, komentar mulu! Urgh sebal!
**** Namanya juga usaha, tapi nampaknya si topi bundar tampak lebih seperti pengemis setelah di make over.