A simple story of an ordinary life of a wife who loves cat, day dreaming and any thing in between.
Wednesday, 27 October 2010
Movieee Freaksss
Walau pun suka nonton film, bukan berarti kita gak pernah tidur pas nonton film, Si Kaki Berbulu tidur di tengah film drama romantis Elegy, yang dimainin Penelope Cruz. Dan Si Muka Lebar tertidur dengan pulasnya ditengah film dokumenter Mushashi apa gitu...
Oke kita suka banget nonton film tapi ada beberapa bagian dari nonton film yang gak kita suka:
#1 Si Troll bulu landak. Di beberapa bioskop yang jarak antar barisnya kecil dan kursinya tinggi (biasanya di Blitz), si troll bulu landak ini sangat mengganggu... Inget ga jaman tahun 1990 dulu, ada boneka troll, coklat, pendek rambutnya tinggi ke atas warna warni kuning, pink, ijo... ada di cincin, kalung, pulpen...
nah mereka adalah orang-orang yang merasa, rambut jabrik keren sekali, namun semakin tegak lancip semakin baik. Dan yes, dengan kekuatan wax, foam, lem takol, kanji dsb, mereka berhasil bikir ranmbut tegak lurus, 90 derajad dr kulit kepala yang mana, lancippp kaya bulu landak sampe cicak jatoh diatas rambut pasti mati... yang mana rambut mereka sangat MENGGANGGU di bioskop.
Mana si troll bulu landak kaga pernah ngerti rambutnya ganggu, suka duduk sok ditegak2in biar cewenya bisa nyender (kebanyakan si troll bulu landak mikir rambut ereka bisa menarik cewe-cewe, makanya dandanan ini sering kita lihat di malam minggu).
Si Muka Lebar berharap suatu hari nanti dia bisa bawa gunting rumput ke bioskop dan memotong rambut troll bulu landak di tengah-tengah film. Genggesss deeh booo rambut yeeeiiy! Ihhhh....
#2 the Light. Kenapa mengganggu, ya bayangin aja, mata lo udah terbiasa dalam gelap, tau-tau si idiot di depan lo apa disamping lo, tau-tau buka HP yang dihadapin ke muka kita. Sompret kan?
Selalu ada cara yg sopan untuk buka HP di bioskop, sembunyiin di antara lutut, dalam tas, tujuannya biar tidak mengganggu orang. Lebih lagi, kalo HP bunyi pas nonton bioskop tapi ini jarang terjadi mengingat kita tinggal di civilized city dengan well educated people, kalau pun satu dua kali masi terjadi, artinya cuma 2, baru sekali nonton bioskop atau baru sekali punya HP, kasihan baru keluar dari gua...
untuk cahaya mengganggu caranya cuma 2, kalau orang itu duduk disebelah, ambil HP kamu (senter kalo perlu) arahin ke mukanya, biar sadar, cahaya itu nyakitin mata di tempat gelap. Abis itu pelototin.
Cara kedua kalo duduk didepan kamu, tiada cara lain selain, tepok bahunya "Mas, silau HP-nya", kalo ga mempan kentutin aja mukanya, ato lebih bagus lagi kl kamu punya bau jempol naga, mungkin dia perlu sekali-kali diciumin baunya... biar sadar... Genggess bowww...
#3 Yang ketiga tiada yang lebih nyebelin dari pada, orang ngobrol di bioskop, tingkat gangguannya pun macam-macam, dari yang literally ganggu, alias ngobrol beneran, ini ganggunya parah, biasanya kalo nonton bergerombol, atau berdua tapi sok asik. Untuk menghentikannya pelototin ato sengaja "Sttttt....... kampungan"
Si komentator, setiap tindakan, dalam film di komentarin kaya suatu kali gue pernah nonton film Sex and The City 2, ber 4, yang kita semua duduk terpencar, kebetulan gue duduk disebelah banci (salon kali ye bawel soalnya) tiap kali Carrie keluar si banci langsung "Aiiihhh.....bagusnya bajunya", "Ihhh,.,,, kok gitu", "Ahhh...." sompret tu orang lama-lama gue tabok, ud dipelototin ga mempan dan di sttt in ga mempan, akhirnya gue pindah ke tempat duduk Chipz, yang kebetulan ga bs dateng tapi tiketnya ud dibeli (yang ternyata org disebelahnya BB... euhh...).
Pokoknya film kita semua bs nonton dan bs denger, jd ga usah dikomentarin kita juga tau artinya... Tapi kadang-kadang lucu juga, denger komentar orang, jadi suatu malem kita nonton midnite Eat, Pray, Love... Sebelah kita duduklah pasangan yg sudah berumur, dan tiap-tiap kata-kata yang bagus si istri langsung "Tuh, pah gitu loh pah...." gue lupa tepatnya kata apa, tp begitu gue denger gue dan Si Kaki Berbulu langsung liat-liatan nahan ketawa, kocak bgt (kayanya nyata kocaknya, kalo gue aksi tau katanya, tapi gue lupa...)
Itu hal-hal yang paling mengganggu saat nonton di bioskop, dan mengingat bioskop kan tempat publik, seharusnya kita menjaga ketenangan dan kenyamanan dong. Gak mau kan lagi nonton tau-tau orang sebelah ngajak berantem karena kita ganggu... (n_n)v
Happy watching!
Thursday, 15 July 2010
Randomly walking, incidentally having great dessert and finally watching 3D
kami memutuskan untuk jalan kaki ke Grand Indonesia!
Ini adalah kedua kalinya kami berjalan ke Grand Indonesia. Kami mengambil rute yang sedikit berbeda, agak jauh dan melewati gang-gang gelap nan sempit. Maksud hati menghindari polusi udara, kami melewati gang motor, eh setelah berjalan di gang gelap nan sempit, ternyata ada yang membakar sampah sama aja dong. Polusi.





Wow, betapa Sesampainya di Grand Indonesia, kami masuk ke Harvey Nichols (dengan keringetan dan kumus-kumus) kami memutuskan untuk makan di Ranch Market yang baru buka dan ternyata Ranch Market tidak memiliki tempat makan ditempat (dine in?). Super lelah karena habis berjalan dan kaki pegal, di depan Ranch market ada Resto Ninety Nine, dan dengan implusif (lapar dan capek luar biasa setelah berjalan) kami memutuskan makan disitu.
(Australian salmon) akan mendapatkan dessert for free. Jadi lah Salmon with padang sauce ditemani shoestring fried rice dan dessertnya apple tarlet with vanilla ice cream. Minumnya kita yang biasa aja air mineral, dan ditengah-tengah makan kita pesan crushed berry tea, karena mupeng melihat orang yang minum itu.
sekali saudara-saudara (sampe mau nangis makannya.. oke lebay si Muka Lebar itu kelaparan namanya). What can be better than a warm sweet good smell delicious dessert with ice cream on top of it?
.Kecuali bagian bau pesing
(euh, it's gross)Thursday, 8 July 2010
A treat from the Devil
mengirim IM, “Gue sakit hari ini, bawain buah Anggur 1 kg, Apel 2 kg, Pear 2 Kg, Jeruk 1 kg, kurang dari itu tidak diterima” (begitulah kira-kira bunyinya. Buat modal jualan buah apa gimana neng?). Oke, pagi ini pun gue merasa tidak biasa, badan sakit luar biasa, dan pusing. Track back apa yang kami lakukan malam sebelumnya ternyata setelah hampir 3 bulan tidak fitness kami berdua dengan sukses fitness semalam, 2.30 jam! Non Stop (gue yang non stop, dia sambil ngebacot curhat ngalor ngidul panjang), ditambah tidak pemanasan dan pendinginan (padahal jelas di dinding gym ada tulisan PLEASE WARMING UP FIRST… AND COOLING DOWN AFTER… jelas kita ga ngerti basa londo) yang gue balas “MOOONYOOONG GUE JUGA SAKIT!”
Akhirnya IM itu kami akhiri dengan saling menyumpah satu sama lain, setelah itu gue ngorok lagi. Groookkk. Siang itu kekasih hati si Kaki Berbulu datang membawa makan siang. Tak lama setelah si Kaki Berbulu kembali ke kantor, si Wabistan datang. Dengan tangan kosong! tapi dimaafkan mengingat dia juga sakit. Akhirnya dua wanita bodoh menghabiskan waktu dengan membuka jejaring sosial dan mengomentari foto-foto menarik (tema kita siang ini adalah seorang kawan yang menikah dengan pria bule). Bosan menghina mengomentari foto orang-orang si Wabistan punya ide “Nonton Twilight nyok!”. Gue gak suka, tapi dengan diiming-imingi “GRATISAN” gue mau! (murahan memang). Pergilah kami menonton film yang akan mulai 5 menit lagi.
Sesampainya di bioskop, filmnya boring abis-abisan. Sepanjang film si Wabistan berteriak “Perkiiiiiiii..” ke tokoh utama film, kalo gue lebih sering teriak “Manipulative bitch!”. Belom lagi si Wabistan ditengah-tengah film pindah tempat gara-gara gue cakar dan akhirnya kita pukul-pukulan
(sumpah ini super gak penting). Selesai nonton kami merasa super lapar, akhirnya kami menuju ke Tebet untuk makan sore.
Kami memilih Pisa Café karena Si Wabistan mau mengambil kartu member yang sudah lama jadi (yang masa berlakunya habis 5 bulan lagi saking lamanya gak diambil). Terjadilah percakapan ini saat sampai di
Muka Lebar: Mba non smokingnya dimana?
Mba-mbanya: Gak ada mba
Muka Lebar: Lantai 2 mba?
Mba-mbanya: Lagi direnovasi…
Muka Lebar:
Mba-mbanya: Kita gak ada non smoking room...
Muka Lebar: Ah? Yaudah yang sepi dimana mba?
Mba-mbanya: senyum manis *makan aje di rumah lo sendiri kalo mau sepi gak ada asep rokok*
Ternyata sore itu Pisa Café penuh orang-orang yang habis nonton Twilight terus kelaparan *sotoy* akhirnya kami dengan terpaksa duduk ditempat yang aga jauh dari asap-asap beracun itu.
Menu datang yak kami dengan bringasnya memesan Spaghetti Bolognaise, Sandwich Tuna, dan Calzone Chicken Mushroom. Untuk minuman Si Muka Lebar dengan Ginger Ale dan Si Wabistan minum Kiwi Manggo fake Juice. Spaghetti-nya standard, Sandwich Tunanya enak dengan roti kotak yang belum pernah kita makan (buat sendiri mungkin? Yang jelas bukan roti putih pasaran, atau Panini, atau roti keras) disajikan dengan potato wedges yang enak sekali
, Calzone datang terakhir berwarna putih pucat, yang rasanya enak! Kulit Calzone aga terasa terigu, tapi fillingnya lezat (fillingnya kurang merata terkumpul ditengah-tengah). Oke overall makanan di Pisa Café enak dengan harga yang pas dan porsi yang pas. Sayang non smoking room-nya not available. Akhirnya kami pulang karena kebelet boker.
Thanks Wabistan for the sweet treat! 
Friday, 2 July 2010
Pay day? Mayday!
from fancy stuffs to another fancy stuffs


Tetapi tetap saja, begitu gajian datang, datang pula lah berbagai tagihan, bagaikan lingkaran setan, duit numpang lewat aja di rekening gue, Arrghhhhhh!
Oke dan demi untuk memenuhi impian gue, mulailah beberapa bulan kemarin kita hidup hemat mengencangkan ikat pinggang, dan gue akan berbagi tips hidup bahagia dan senang saat hemat.
Makan:
Tetapi selera perut mana bisa tahan, jadi gue kasi tips makan kw (ibarat Mangga Dua, makanan juga ada KW 1, 2 dan 3) tapi tips ini versi gue ya (makanan yang gue dan laki gue suka aja).
-Chopstik, gue hobi banget makan Kwetiau Chopstick yang rasanya harganya bukan makin murah malah makin mahal. Sebagai pengganti gue suka makan Kuetiaw Akiat di Jalan Dr. Satrio, depan Mall Ambassador. Rasanya enakk dengan harga bersahabat pastinya!
-Fast food (BK) yah gue berganti ke selera lokal AH restaurant, mantab murahnya, rasanya oke, dan gue ketagihan giant brownie ice cream-nya hanya 12.500 sajaa!
-Nah buat restoran favorit yang belum ada penggantinya, bisa diterapkan sistem pengurangan menu. Misalnya, Grand Duck King, buat yang ini belom ada penggantinya, karena rasa bebeknya tak tergantikan. Tapi kita sudah mulai mengurangi menu, biasanya bebek 1/2 jadi 1/4 (kolesterol juga bo) tadinya pake cumi sekarang gak usah (kolesterol juga), sayur tetep (yang harganya paling murah), biasanya pakai chicken feet dan bola-bola wijen sekarang salah satu aja (bahkan yang lalu engga pake dua-duanya), minumnya dua-duanya green tea (refill-maunya satu aja tapi laki gue harus dingin kalo gue harus panas) and no pickle please (lumayan hemat 6000).
Akomodasi (rumah/kos dan mobil):
Bensin, untungnya harga premium 92 lagi turun sebulan ini, membantu program hemat gue. Ngisi bensin di malam hari (katanya kalo malem suhu bumi dingin, massa bensin menyusut jd banyak masuknya, tp ya kalo malem gak macet juga ke pom bensin), dan isi penuh biar ga bolak balik, kalo pagi gak pake AC, sekalian ngeringin rambut (makanya rambut gue berantakan plus bau asep hahaha). Kalau pergi ke beberapa tempat usahakan pergi ke tempat-tempat yang sedaerah, misal hari ini potong rambut+makan siang+makan malam semua di daerah yang sama PP-senopati-trunojoyo. Maksimalkan penggunaan transportasi umum, misalnya busway dan kereta.
Nonton bioskop juga milih-milih sekarang, di XXI film bagus boleh di bioskop bagus pas weekdays aja (bira murah, kalo weekend harganya mahal bo!), film biasa di bioskop cupu aja ato DVD. Di Blitz kita beli passport Blitz, lumayan 125.000 IDR untuk 2 kali nonton weekend dan 3 kali nonton weekdays. Hemat! Kecuali punya kartu kredit yang ada promo buy 1 get 1 (kebetulan kita gak punya a.k.a ditolakin mulu pas apply) sih anytime sok aja kalo mau nonton (biasanya kita ikut numpang temen yang punya kartu buy 1 get 1), hehehe.
Salon, kebutuhan hair spa pindah ke sauna fitnes, jadi habis fitnes sekalian bawa scrub dan hair spa, cuci rambut dulu baru masuk sauna deh lumayan gratisan. Hahaha. Kalo niat scrub sekalian. Pijet, dari Sanctum pindah ke Mbok Pijit, tanpa aroma terapi memang, tapi harga gak bikin kantong jebol!
Sisanya gue berusaha saving lewat gak keluar ke mall, macet+bensin+parkir+hasrat belanja besar, kecuali bayar tagihan ato bener-bener ada yang dicari.
Sunday, 20 June 2010
FIFA not VIVA
Watching football is not my thing, definitely not my thing, not a big fan, not interested, I play, I don't watch. Boring. Either you are my Big Boss or I really love u that makes me want to watch one. And this (this = right now!) afternoon, I go out to watch World Cup (not to eat, not to see movie, not to do window shopping), since you are not My [BIG] Boss, it's because I love you. And please do me a favor, I want a non smoking room.
We headed to Cikini (after refuse Si Kaki Berbulu's plan to watch world cup in a place i know there is no "non smoking room" available). After checking couples of cafes in Cikini which has a large screen (showing the game of course) without non smoking room, or otherwise a cafe with NON smoking room without TV, we decided to go find another place to meet our criteria (large screen, non smoking and not expensive).
After minutes of discussion (the kind of potential fight discussion). We went to Grand Indonesia, after took a long walk (looking for the right place, and the game is already started), he [finally] gave up looking for a big screen, we choose a seafood restaurant, with TV on the wall showing the game, and unfortunately, our seat is side by side with the smoking room, the TV is near the smoking room, so that we can watch the game [this is the part i gave up].
Wednesday, 5 May 2010
Topi Bundar
* Untuk long stay di Bangkok is necessary. Untuk liburan 3 hari? You go figure it out!
** percum tak bergun = percuma tak berguna
*** Waktu nonton kita duduk di deket remaja tanggung yg lebay bgt, komentar mulu! Urgh sebal!
**** Namanya juga usaha, tapi nampaknya si topi bundar tampak lebih seperti pengemis setelah di make over.














