Daisypath Anniversary tickers
Showing posts with label Keluh. Show all posts
Showing posts with label Keluh. Show all posts

Tuesday, 4 February 2014

Rain = Hujan

Hujan itu rejeki dan pengingat bagi umat manusia kalau,
1. Buang sampah jng sembarangan
2. Got jangan ditimbun
3. Pohon Dan daerah resapan air itu penting
4. Kalo selain pny sepeda motor dirumah itu memudahkan embak belanja ke pasar, pny perahu karet juga memudahkan dikala hujan besar... Sukur2 ada rejeki beli helikopter...
Intinya hujan ini blessing in disguise... Kenapa gue bisa nulis jam segini, krn di gue pusing, ntr pulang gmn? Dan karena prajurit level tinggi dan tertinggi, termasuk prajurit pengganti pimpinan sementara Starship troopers sedang meeting semua diluar kota, ngomongin strategi expansi tahun ini...
Pas banget benernya tidur siang di siang mendung ini, damn si muka lebar banyak kerjaan..
Jadi intinya, gue berdoa semoga orang2 yg mampu beli rumah dan mampu membuat perumahan, orang yg mampu mengatur infrastruktur, Tata Kota, aliran sungai, pematusan dan bina marga negeri ini diberikan kemampuan untuk berfikir, gimana melakukan pembangunan yg berkesinambungan....
Karena mau lo naikin jalan 1 km juga, bukan itu masalahnya... Tp kemana harus mengalir itu air...
Jd kalo kita ga mau banjir minimal kita Bantu tu air ngalir... Caranya gmn? Goggling aja bos... Hp jng dipake wasap, twiter sama path doang... Jangan whining aje...
Seperti kata orang bijak "if you dont like it, change it.... Stop bitchin' and do nothing about it"...
Selamat bekerja lagi...

Wednesday, 27 October 2010

Movieee Freaksss

We love watching movie. Gak ada tempat favorit nonton, semuanya enak sama aja. Mau di Premium Plaza Senayan, Setia Budi 21 deket kosan, Blitz Grand Indonesia sampe PVJ Bandung, Metropole yang ngangenin. Gak ada juga jenis film tertentu yang mesti ditonton,  kita suka semuanya... Dari film Hollywood super keren, film Hindie super panjang, film thailand (akhir-akhir ini jadi favorit karena bagus), film eropa yang suka gak jelas sampe film Indonesia, khususnya film hantu-hantuan Dewi Persik (Selera film kita memang tinggi Ha-ha!).

Walau pun suka nonton film, bukan berarti kita gak pernah tidur pas nonton film, Si Kaki Berbulu tidur  di tengah film drama romantis Elegy, yang dimainin Penelope Cruz. Dan Si Muka Lebar tertidur dengan pulasnya ditengah film dokumenter Mushashi apa gitu...

Oke kita suka banget nonton film tapi ada beberapa bagian dari nonton film yang gak kita suka:

#1 Si Troll bulu landak. Di beberapa bioskop yang jarak antar barisnya kecil dan kursinya tinggi (biasanya di Blitz), si troll bulu landak ini sangat mengganggu... Inget ga jaman tahun 1990 dulu, ada boneka troll, coklat, pendek rambutnya tinggi ke atas warna warni kuning, pink, ijo... ada di cincin, kalung, pulpen...

nah mereka adalah orang-orang yang merasa, rambut jabrik keren sekali, namun semakin tegak lancip semakin baik. Dan yes, dengan kekuatan wax, foam, lem takol, kanji dsb, mereka berhasil bikir ranmbut tegak lurus, 90 derajad dr kulit kepala yang mana, lancippp kaya bulu landak sampe cicak jatoh diatas rambut pasti mati... yang mana rambut mereka sangat MENGGANGGU di bioskop.

Mana si troll bulu landak kaga pernah ngerti rambutnya ganggu, suka duduk sok ditegak2in biar cewenya bisa nyender (kebanyakan si troll bulu landak mikir rambut ereka bisa menarik cewe-cewe, makanya dandanan ini sering kita lihat di malam minggu).

Si Muka Lebar berharap suatu hari nanti dia bisa bawa gunting rumput ke bioskop dan memotong rambut troll bulu landak di tengah-tengah film. Genggesss deeh booo rambut yeeeiiy! Ihhhh....

#2 the Light. Kenapa mengganggu, ya bayangin aja, mata lo udah terbiasa dalam gelap, tau-tau si idiot di depan lo apa disamping lo, tau-tau buka HP yang dihadapin ke muka kita. Sompret kan?
Selalu ada cara yg sopan untuk buka HP di bioskop, sembunyiin di antara lutut, dalam tas, tujuannya biar tidak mengganggu orang. Lebih lagi, kalo HP bunyi pas nonton bioskop tapi ini jarang terjadi mengingat kita tinggal di civilized city dengan well educated people, kalau pun satu dua kali masi terjadi, artinya cuma 2, baru sekali nonton bioskop atau baru sekali punya HP, kasihan baru keluar dari gua...

untuk cahaya mengganggu caranya cuma 2, kalau orang itu duduk disebelah, ambil HP kamu (senter kalo perlu) arahin ke mukanya, biar sadar, cahaya itu nyakitin mata di tempat gelap. Abis itu pelototin.
Cara kedua kalo duduk didepan kamu, tiada cara lain selain, tepok bahunya "Mas, silau HP-nya", kalo ga mempan kentutin aja mukanya, ato lebih bagus lagi kl kamu punya bau jempol naga, mungkin dia perlu sekali-kali diciumin baunya... biar sadar... Genggess bowww...

#3 Yang ketiga tiada yang lebih nyebelin dari pada, orang ngobrol di bioskop, tingkat gangguannya pun macam-macam, dari yang literally ganggu, alias ngobrol beneran, ini ganggunya parah, biasanya kalo nonton bergerombol, atau berdua tapi sok asik. Untuk menghentikannya pelototin ato sengaja "Sttttt....... kampungan"

Si komentator, setiap tindakan, dalam film di komentarin kaya suatu kali gue pernah nonton film Sex and The City 2, ber 4, yang kita semua duduk terpencar, kebetulan gue duduk disebelah banci (salon kali ye bawel soalnya) tiap kali Carrie keluar si banci langsung "Aiiihhh.....bagusnya bajunya", "Ihhh,.,,, kok gitu", "Ahhh...." sompret tu orang lama-lama gue tabok, ud dipelototin ga mempan dan di sttt in ga mempan, akhirnya gue pindah ke tempat duduk Chipz, yang kebetulan ga bs dateng tapi tiketnya ud dibeli (yang ternyata org disebelahnya BB... euhh...).

Pokoknya film kita semua bs nonton dan bs denger, jd ga usah dikomentarin kita juga tau artinya... Tapi kadang-kadang lucu juga, denger komentar orang, jadi suatu malem kita nonton midnite Eat, Pray, Love... Sebelah kita duduklah pasangan yg sudah berumur, dan tiap-tiap kata-kata yang bagus si istri langsung "Tuh, pah gitu loh pah...." gue lupa tepatnya kata apa, tp begitu gue denger gue dan Si Kaki Berbulu langsung liat-liatan nahan ketawa, kocak bgt (kayanya nyata kocaknya, kalo gue aksi tau katanya, tapi gue lupa...)


Itu hal-hal yang paling mengganggu saat nonton di bioskop, dan mengingat bioskop kan tempat publik, seharusnya kita menjaga ketenangan dan kenyamanan dong. Gak mau kan lagi nonton tau-tau orang sebelah ngajak berantem karena kita ganggu... (n_n)v

Happy watching!

Thursday, 21 October 2010

The Battle of Horse and Squirrel

I love writing, but sometimes I just don’t have time because of this work. Most of my writings are unfinished stuffs, I saved in draft and I finish it later, and I kind of lost the moment of the story but whatever I will keep on doing what I am doing.


Anyway, apparently now I have time. While I am waiting for my boss revising my work, and I am here sitting in my cubicle having a good time with famous amos and brainstorming. Actually I can do anything else more important (in this case important for my work) instead of writing this. But let me see this office, people are really busy with their work. My boyfriend, Kaki Berbulu, which happens to be my colleague, has spent his birthday at work. And we didn’t even have time to have a birthday dinner, and now he has done his works, here comes my works. Ahhhh…. I really need time out.


The most painful moment of revising a report that is when your boss will say “please make general change for this [stupid] arrangement” while like hundreds hours ago, I have the exact arrangement she wants then a great senior of mine walk in and said “please change the arrangement into this [as my brilliant mind told me so]” and I said “but, doesn’t she likes better this arrangement [in which I acknowledged from the first time I work with this two people. I have to change the arrangement over and over again, just to follow them. And it ended that we (me and the great senior) has to follow her since she’s the boss]” and he said “just change it [as my brilliant mind told me so]”.


And here we go again; I have to face the truth that I am just a small insect [I choose to be lady bug] in this jungle trapped in the battle of horse and squirrel [I dedicate the lions for my partners]. From my seat I can see my co-worker, which has also trapped in the battle of horse and squirrel. Collecting his friends, to find out, how to change the arrangement in the quickest way. There’s no way dude you have to change it one by one…


Why do people not learning from their experience? Why do we have to fall into the same hole? And you have to drag all of us in the hole of never ending change of arrangement.


Happy Thursday!

Happy working eh changing the arrangement…

Friday, 27 August 2010

status: gprs not GPRS

Menyebalkan. Sudah 3 hari BIS tak berfungsi, costumer care provider yang bersangkutan sudah dihubungin. Hasilnya pun standard,

-setelah mencoba beberapa hari akhirnya tersambung, sampai hapal yang harus dipencet (nomer hape-1-1-5)-

Telepon 1
Diangkat.
Ditanyakan nama dan Nomor Telepon.
Setelah si muka lebar mengutarakan keluhan jaringan, si embak menjawab,"Jaringan rusak belum tahu sampai kapan"
Oke, akhirnya si muka lebar minta pertanggung jawaban, kata si embak harus bikin komplain dulu.
Oke si muka lebar mengutarakan komplain, katanya harus daftar dulu.
Telepon dimatikan.

Buka HP, daftar dulu, nama alamat, tanggal lahir, done.

Telepon 2
Diangkat.
Ditanyakan nama dan Nomor Telepon.
Sekali lagi si muka lebar mengutarakan keluhan, dan langsung mau bikin komplain, si emba menyanyakan pin BB dan IMEI (IMEI????)
-matikan HP lihat imei-
dan setelah dicatat si muka lebar tanya kapan feedbacknya
diam sejenak
Telpon mati/diputus/tuttuttut

Kesabaran sudah mulai habis

Telepon 3
Diangkat.
Ditanyakan nama dan Nomor Telepon.
Sekali lagi si muka lebar mengutarakan keluhan, langsung mau bikin komplain dan menyatakan ini sudah ke TIGA kalinya menelpon.
si emba mananggapi dengan baik, dan hendak mencatat komplain, kembali
menyanyakan pin BB dan IMEI (lagi????)
-matikan HP lihat imei-
dan setelah dicatat si muka lebar tanya kapan feedbacknya
si emba jawab "komplain akan kami teruskan ke atas, ibu bisa follow up 7x24 jam, hari kerja ya bu..."
diam sejenak, dan si muka lebar menanyakan jaminan pasti ada feed backnya setelah 7 hari kerja?
si emba tidak dapat menjamin (ahhhh...)
kemudian si emba menanyakan e-mail dan nomer HP lain (yang harus menunggu HP nyala lagi, yang lama sekali.
Selesai semuanya si emba bilang "Mohon ibu sabar menunggu ya".
"makasih ya mba"
klik
Telpon ditutup.


Ketika masa langganan habis, fasilitas BIS langsung diputus begitu saja. Tapi setelah kita bayar, fasilitas tidak berfungsi sama sekali. Untuk komplain membutuhkan 3 hari berturut-turut, karena customer care yang sibuk. Ketika tersambung pun butuh 3 kali telepon untuk mendapatkan tanggapan di atas.
Oh, my good what is wrong with you so called the biggest telecomunication provider company in Indonesia, yang iklannya menggebu-gebu, harga langganan BIS pun termasuk yang paling tinggi dibanding provider sejenis. Lebih parahnya beberapa hari sebelum langganan BIS ini terhenti sama sekali
Gue pikir dengan langganan yang lebih mahal akan mendapatkan layanan yang lebih baik, nampaknya pemikiran yang salah. Ugh, sebaaaaaaaal!!!!!!