Daisypath Anniversary tickers
Showing posts with label Makan. Show all posts
Showing posts with label Makan. Show all posts

Sunday, 19 February 2017

Japan Trip - One Cold Day in Osaka!

Hallo Japan!

Finally, here we are. Touch down Japan from Osaka Kansai International Airport (KIX). After, short planning for this trip, we arrive in a cold windy Osaka morning (below 10⁰C) 😍 this is our second cold trip after Vietnam. Since, it's really cold, I really wish I could make a good winter photo during this trip!

So, lucky for your who read this (if there's any reader to my blog!), tips to do after you arrive is:

  1. Put First Things First (1) fill the immigration form (2) claim your bag and (3) go to JR office to change ICOCA booking (or JR Pass booking if you have one) - NOT to change your clothes and applying moisturizer, sunblock, powder and lipstick πŸ‘§ please do this on the plane - because the queuing line is crazy at JR office and to avoid cranky πŸ‘Ήhusband because you spend too long at the toilet πŸ™ˆ.
  2. Only if you purchase ICOCA + Haruka bundling ticket - DO NOT TAP your ICOCA Card at the station entry gate. Use the white paper ticket, yes it is your Haruka ticket!
  3. Go to Wifi rental. Internet connection will help you for direction and many other things. We rely on gmap during our trip and phone application for Japan train schedule. 
If you follow this two steps, guarantee you will have a peaceful trip instead of having your husband lecturing you all the way from KIX to Osaka downtown. you know sometimes this πŸ’© happens.

Luckily, we have a really generous Airbnb host in Osaka so we can put our bag in his office before check-in (usually at 2-3pm) and free from our bags we start our one day journey in Osaka. Here's our top list things to do (8 hours in Osaka) :
Osaka Castle
  1. Endo Sushi in Osaka Central Fish Market - Sushi is serious business and after series of research our option is to go to this place. Since, this is the only Sushi joint I visited, I can't make a comparison. All I can say is that you spend a moderate time in line (while eating sweet yam) in a cold day and it's all worth the wait! Nearest station JR Noda Station or Subway Tamagawa Station.
  2. Osaka Castle - It's end of winter and the plum flower ready to bloom, so pretty πŸ’Ÿ! Nearest station JR Osakajokoen Station.
  3. Namba shopping center with all the lights and signs 😻 unfortunately I didn't have any chance to try okonomiyaki. Next time, I go to Osaka, I must try it! Nearest station JR Osaka-Namba or Subway Namba Station.
Endo Sushi Osaka

That's all from Osaka, it's not much since we don't really spend 24 hours in Osaka! Next destination is Kyoto!

Cheers,






Sunday, 4 May 2014

Ratchadewi Sip haa!

Wiken ini si Muka Lebar dan Kaki Berbulu mencoba tempat makan baru, Tom Tom - the thai food... Makanan yang kita pesan std, chiken basil dan pad kee mao, ditambah chiken pandan...

so far so gud, pad kee mao kemanisan menurut si muka lebar. Chiken basil enak, agak manis but fine... Nasinya enak paraah (jasmine rice??) apalaginpake telor ceplok... Yummy!

The good thing is pelayannya sangat sabar, cepat dan helpful hehe.... Sambelnya generous, hasrat pedas terpuaskan....

The best thing is harganya ga begitu mahal (dibanding Chandara dan Thai Alley)... Ok lah buat tanggal tua...



Ok that's all soal Tom Tom, gue jd terispirasi punya lukisan gajah buat dinding hitam... Hehehehe

Ciao!

Sunday, 23 December 2012

My (Imaginary) Life

I am an adventurer.

but i feel like i am trapped in this life, in the job my profession.

I love the idea of trying new things and sometime I make it comes true. I am young and there is so many things in this world i haven't tried. yet.

one time I have the idea of being a writer. resign from my job and live in a house above the hill at Cimahi and write a novel about a girl kills her bff because a boy or a rich girl from rusia, K, try to escape with her sister and twin brother... from the people destroy their family and killed her parents. or about a women working her ass off for dream she never had.

another time, after having a very adventurous trip at Borneo, I wish i am a photographer or journalist. i travel around the globe to write about people and places. i want to resign and applied for a job at NGO involve in forestry or orangutan or tiger issue... or whatever.

some time i wish i was someone else who is not me.

I imagine, I resigned, me my self have 4 kids. feed them my self, clean them my self. take them to school, helping them out with the homework. living in a my dream house, big garden and big window. have 3 cats. amazing imaginary life.

and i realise, the only writing i made, is this blog and my adventure only happens when i am lucky there is  business calls to mother nature (considering my profession, the calls is very rare!) and my 4 kids' name are GSA (gas sales agreement), Major Contract, Minor Contract and BPA (blanket purchase agreement).
Maybe my imagination is just resigned from my work. i feel desperate, suicidal and pessimistic that's all.

BUT to be honest with my self, i don't mind at all... well life is hard. but i am not gonna stop... not now not today. so i will keep imagining things that i am not and do what ever i am today at my best.

What a lovely life i have.... aaaahhh....

Canteen, H-2 to Chrismast with a glass of Hara Kiwi  (even the cocktail sound suicidal) and margarita pizza (nice thin pizza with mozzarella fresh tomatoes, rocket and blackpapper).


Saturday, 25 August 2012

A Mexican Lunch*

Alkisah tiga babi rakus, kelaparan disiang hari yang terik dan sebentar mendung nanti terik lagi, eh mendung lagi... karena lama tak bertemu karena sakit menular, si babi kecil yang suka mengeong memutuskan untuk hari itu harus mencoba makanan baru. Pergilah tiga babi, dengan berbekal payung dan kartu identitas (tebak-tebak berhadiah siapa tau diskon, haha) untuk makan mehican food!

Well, first attemp mexican food not so good ya, tempatnya juga bukan khusus mexican food, yaitu di gourme world pas mexican night. Jadi kurang afdol. Selain nacos, pengalaman makan mexican food si Muka Lebar, eh si babi kecil pas-pasan kan yah... jadilah tiga babi jalan kaki ke Arcadia untuk ke Hacienda.

Sampai disana, sepi pi... Hihi sampe perlu nanya "Mas, bisa lunch kan?" -penampakan depannya bar gitu bok, gelap-, kita memilih duduk di dalam, yang seperti green house, biar kena sinar matahari, vitamin D -jam 12 siang gitu?-

Order time, karena bingung, kita hampir pesan yang sama chimichangas dan quassadilla (I am not sure I speel it right). dengan tiga dessert, warm chocolate cake, apple pie, dan orange something... Intinya... Makanannya enak, keju, red bean, paprika, guachamole, yogurt and  salsa dipping.. they are all good.

Chimichanga itu kulit tortila, membungkus nasi tomat, kacang merah, sayur dan daging/ikan dan keju. disajikan dg cocolan guachamole, yogurt/sour cream?? dan salsa sauce, porsinya sungguh besar. Bak makan nasi padang, dibungkus tortila, resap semua rasanya di nasi. Hehe.

Quassadilla kulit tortila diisi daging, paprika, keju di press, gak tau diapain lagi pokoknya enak... hahaha. Ini sih cemilan kayanya. Rasanya enak, tp rasanya memper-memper sama Quassadilla punya Coffee Club atau karoke di Arcadia apa namanya?

Sementara dessert-nya yang enak cuma orange apa itu, apple pie sukses keras dan gak jelas rasanya dan chocolate warm cake sangat STD....

And there's one thing missing in our food, spicy... Kok gak pedes sih?

Sebagai pencinta pedas kelas berat si Muka Lebar dan Susepa kakak perguruan ke-2, berharap makan makanan mehiko bakal kepedesan. Taunya gak tuh. Sementara si Togemil merasa makanannya enak-enak aja (gak peduli pedes ato gak).  Yasud lah let's call it a day when we find mexican food... pokoknya harus ada guecamole, keju, paprika, jalapeno, tortila...

Otentik atau tidak? Entah lah, belum pernah kami menapaki tanah amerika latin itu, maybe someday... gue kesana biar bs melakukan analisa mendalam. Hehehe....

*Lagi lagi ditulis sudah lama sekali, seharusnya setelah posting the Office --ini makan-makan lulus probation--

Friday, 6 January 2012

Sai Gon #1: Hello Ho Chi Minh City!

Hari ini kita flight pagi jam 7 dari Ha Noi ke Saigon. Dengan mata berat dan udara pagi menggigit, gak pake mandi cukup sikat gigi kami diantar 'Taxi' yang bentukannya kaya bison (kendaraan umum yang terkenal di Surabaya), tp isinya hanya berdua. Hehe. Saking dinginnya pagi ini si Muka Lebar pake baju 5 lapis -maklum anak pantay gak tahan dingin-. Apesnya, selama perjalanan 2 jam Ha Noi- Sai Gon Vietnam Airlines, pagi ini menunya pork sandwich -siyal!- buat si Kaki Berbulu siyalnya bukan karena menunya, tapi karena gue tanya itu porki apa bukan, menurut hemat dia kalo gak tau gpp makan pork -jitakin laki gue-.
Untungnya tadi di Bandara si Muka Lebar, improvisasi bikin bhan something pake roti yg dibeli malemnya dan sosis sapi beli di cafe. Gak laper2 bgt lah (tapi si Kaki Berbulu tetep kesel).

Sesampainya di Sai Gon, satu hal yg bikin gak tahan. Panasnya! Alamak! Panasnya bak jalan kaki di bunderan HI jam 12 siang pake jaket sauna, eh iya baru sadar gue pake baju 5 lapis. Jadi deh si Muka Lebar takes her clothes off sambil jalan ke conveyor belt ambil barang, minus joget erotis. Kami dijemput oleh tempat menginap, dengan ongkos 10 usd berdua, mobil sedan dengan ac hangat, kelaparan, dan panasnya udara membuat perjalanan 1 jam dari bandara ke pusat kota menjadi tidak menyenangkan.

Hotel kita namanya Xuan Hotel (Spring Hotel), yang terletak di gang kecil, antara Pham Ngu Lao dan Bun Vien, yang juga rumah ruko, yang juga bawahnya toko, pecinan sangat lah, untungnya gak lantai 5 lagi. Kamarnya std, toilat std, kasur 2, yang penting bersih, wifi kenceng. Yang paling penting murah!

Setelah istirahat dan nonton video klip Eminem, agak siangan kita explore tempat nginep, lokasi menginap kita memang tempat turis (kere dengan budget rendah) lah, terletak di District 1. Ada banyak hostel, bar, toko, travel agent. Std. Nah, kita mencoba makan jalanan, makannya bener-bener duduk di emperan toko orang, semacam shrimp spring roll, intinya dadar udang digulung pake selada, dll dicocol sambel plus debu dan asap jalanan. Lumayan rempong makannya dan rasanya lumayan juga mengingat debu dan timbal yang ikut termakan.

Kita jalan lagi, kali ini mencari Hard Rock Cafe (biasa hobi si Kaki Berbulu) melewati Ben Than Market yang ternyata gak gede-gede amat, Rex Hotel, Community Building, Gereja Notredame, mampir ke Post Office dulu (tadinya mau ambil peta bus, cm ga ada) percaya gak sampai mana? Sampe Saigon Trade Ccenter *coba itu yg punya peta dilihat dari hotel gue ke Saigon Trade Center jauhnya kayak apa* Ya ampun itu kaki bak mau patah, emosi jiwanya lagi di Saigon Trade Center gak ada itu HRC. Sompretnya lagi si Kaki Berbulu tau HRC di Vincom Center (udah dilewatin sebelumnya) dan ga bilang, jd kita jalan terus. Sungguh tega :'( !

Sesudah muter2 gak jelas pake emosi jiwa, kita pulang dengan jalan kaki, mampir di Parkson (mall kecil tapi bagus) untuk isi perut di Lotteria (sungguh kita jalan alamak jauhnya) lalu lanjut pulang. Sampai di hotel, sangat cape, udah gak bisa jalan lagi jadi sekalian makan, kita early dinner di Pho Quyen yang searah dengan jalan balik ke hotel. Jujur yah lbh enak dari pho ijo!

Malamnya the superay aka si muka labar tefaar. Sakit bok, entah masyuk angiiin ato kecapean. Soalnya siangnya kehujanan. Jadilah makan malam mie vegetarian beli di dpn, zen. Dan gak kemana2 ngoroks sampe pagi.

Published with Blogger-droid v1.7.1

Monday, 12 December 2011

Sai Gon #3: I'm going deeper underground

I'm goin', I'm goin', I'm goin' deeper underground there's too much panic in this town...

Perjalanan pagi ini adalah mengunjungi Chuchi Tunnel. Kami memesan 1day trip to chuchi, kami berangkat pagi dengan naik bis. Tur kami pesan dari tour agent yang tampak paling mbois, dengan diawali sarapan bhan blablabla dr pinggir jln, we are ready for chuchi.

Disepanjang jalan kami diberi brief explanation. Jadi chuchi adalah sebuah district diluar Sai Gon, tempat tentara Vietkong (komunis di daerah selatan vietnam) berasal. Krn dulu Sai Gon dikuasai AS, tentara vietnam bergerilya, didalam chuchi tunnel. Mereka membangun trowongan di bwh tanah, hidup dlm lubang kecil belasan tahun during the war.
Mereka makan. Melahirkan. Bikin senjata dlm tanah.

Satu jam perjalanan, sampailah kami di chuchi, setelah mendaftar kami segera dibawa masuk kedlm kompleks... Intinya kita diberi presentasi, video diorama, contoh jebakan, dan bagaimana cara hidup vietkong. It was amazing yet crazy. The best part kita coba masuk ke lubangnya (yg ud dimodif lbh gede, buat turis asing yg gede2), claustrofobik, panas, pengap gelap, sempit, kaya dikubur gitu rasanya. Ngeri bgt. Dan lubang aslinya cm 1/3nya dong. Hahaha. Gila.

Pulang dari chuchi jln2 lagiii, mkn di resto semacam quan angon, better atmosphere, cm taste enakan 38, good partnya, spring rollnya vegetarian yaaay!

Yang mau beli oleh2, makanan, esp yg ga bs nawar, pergilah ke tax center, supermarket tempat jual oleh2 (supermarket di tax jg ada di mall lain kaya vincom center kok), mengapa? Krn hrgnya pasti. Kl ben than market nawar dulu pake urat. Capek.

Highlight of the day is, we had a flat tire. Malem2, pas sebelum ke tax center. Omg. Ud ga bs bahasa viet, kita nuntun ga jelas mau kmn, so sweetnya org2 sepanjang jln ngasi tunjuk kita tempat tambal ban, dg bahasa viet, dan kita bahasa inggris monyet. Sampailah kita di tambal ban, hihi. Sama kaya di jkt cara nambalnya. Berakhirlah petualangan hari ketiga ini :)
Published with Blogger-droid v1.7.1

Monday, 22 August 2011

Sai Gon #2: The City Tour

Berbekal pengalaman semalam, akhirnya kami menyewa motor didekat hotel. Dengan 8usd seharian.

Rencana jalan hari ini adalah city tour jadi kita akan mengunjungi war remenants museum-reunification palace-notredame, dll.

War Remenants Museum
Intinya museum sisa perang vietnam-amerika. Isinya, yah tank, senjata, blablabla. Boring. Honestly ya si Muka Lebar duduk ditaman, alesannya capek-pdhl tempat pertama yg dikunjungi. Nunggu si Kaki Berbulu muterin halaman yg penuh mesin2 yg ga jelas. Masuk ke museum yang merupakan bangunan berlantai 3. Lantai 1 adalah propoganda. Dukungan seluruh dunia untuk vietnam atas serangan milites USA. Termasuk ada peta hubungan diplomatik (ada endonesah loh tapi gak lngs stlh kita merdeka menjalin hub diplomatik) eniwei baidewei, eike boring parah lah disini, karena isinya poster dan foto demo doang. Ada surat nyurat juga.

Lantai 2 bagian paling mengerikan, ini yg bikin vietnam government. Isinya foto2 laporan apa yg amerika lakukan during the war. Sisanya foto2 akibat perang. Esp bagian foto2 korban chemical weapon. Agent Orange, blue, green, dkk. as we know agent orange terkenal krn paling destruktif. Dan gak tega bok gue melihat korban akibat si agent orenge ini. Akhirnya gue keluar. Sedih bgt.

Lantai 3 ulasan vietnam war, kali ini dr sisi amerika. Foto2 dan cover story dari kantor berita amerika termasuk korban agent orange, orang amerika yg saat itu di Vietnam kena juga. Sedih lah.
Setelah itu museum ditutup untuk lunch. Dan kita diusirin pdhl eike kebelet bokeerr. Akhirnya, kita melanjutkan perjalanan ke reunification palace, karena masih tutup, kita memutuskan untuk ke Quan An Ngon 38 yg letaknya didepan si palace.

Quan An Ngon 38, itu kaya pujasera, semua makanan khas Vietnam ada disini. Sayangnya fresh spring roll-nya pork. Jd kita gak pesan, kita makan sebagai pembuka, semacam kue kanji dg udang dan ebi, rasanya aneh.
Main dishnya, karena salah paham *salah paham loh ya bukan sengaja* Jadilah kita pesan, duck congee (bubur bebek), crab fried rice, bihun goreng, dan cumi bakar special. Yang semuanya (as i said previously on hanoi lunch experience) porsinya gedeee dan banyak! Bubur bebek pesanan si Kaki Berbulu enakk! Si bihun biasa saja. Setelah kenyang, kami memikirkan strategi menghabiskan nasgor dan cumi, dan ternyata crab fried ricenya itu eeeeenaaakkk bgt! Begitu pula cuminya, dan karena kenyang luar biasa, akhirnya dibungkus deh nasgor dan cuminya.

Reunification Palace
Boring part 2. Museum isinya istana presiden vietnam selatan-Sai Gon, istana ya gitu deh isinya. Katanya posisinya gak bagus feng sui nya jd kalah perang, trus posisinya tusuk sate. Oke .

Sorean, kita ke vincom center, mall yg lumayan bagus dan parkir disitu dan jalan kaki ke orpra house, committee building, post office dan tak lupa ke notredame. Di depan Notredame ada jualan jajan, paper rice, pake daun bawang dan telor puyuh dibakar di arang. Rasanya bak opak tipis. Gak enak. Weks.

Setelah foto2 di tempat terkenal, pulang. Dinner kita makan nasgor dan cumi bungkusan semalam. Tak lupa malamnya beli tiket buat half day tour ke chuchi tunnel. We can't wait for tommorrow!
Published with Blogger-droid v1.7.1

Monday, 27 June 2011

Urgently required!

A good friend is required to accompany me trying out new restaurants or new foods or simply having a good foods.

The candidates shall have the following qualifications:
1. Open to anykind of food;
2. Non smoker will be favourable;
3. Good communication skill and has the abillity to develop a conversation;
4. Has the ability to pay her/his own meal expenses; and
5. Willing to pay my bills would be a huge advantage.

Please send your cv at the latest 2 hours after read this post.

_____________________


Published with Blogger-droid v1.7.1

Saturday, 11 June 2011

The Red Devil Yummy!

Well, as i said yah. Ini bulan seret. Jadi si Muka Lebar dan si Kaki Berbulu kudu ngirit maksimum. Tapi wiken jangan ngirit2 lahhh, biarlah senin sampai jumat sajah plus sabtu.

Jadinya minggu kemarin kami berjalan jalan di mall favorit si Muka Lebar, GI, dan setelah terjebak di stan anna sui di pimp oleh mua, muka si Muka Lebar yg awalnya apa adanya menjadi bagai salahsatu harajuku girls-nya mba Gwen. Ampe jalan berasa artis, merasa semua mata ngeliatin dia, sembari, menempelkan pipi ke kaos si kaki berbulu berharap kadar blush on di pipi tembem hilang.

Yang akhirnya, si kaki berbulu kesel juga "udah ah, biarin jarang2, makan yuk". Makan dimana kita, pilihan jatuh pada resto baru buka di GI. Pas lewat didepannya, wow ini resto baru buka gak ada promo2nya, adem ayem. Biasanya resto baru buka kan heboh, pake selembaran, pake badut, dll. Well, pasti cukup pd sama restonya. Masuklah kami di mad for garlic, yang ternyata italian resto dan melihat menunya yang gak begitu banyak (dibanding peppenero dan tratoria). Masuklah kami ke resto yang gelap dan gothic marrocan? Saya bukan ahli interior.

Kami pun duduk di kursi dan melihat menu, to try out new dish, first find thing that attract you the most, for me, chilli icon. Gue cari icon chilli yg paling banyak di menunya. Sementara si kaki berbulu icon favorite dish. He buys the thing called 'recomended' or 'favorites'. Blaaah. Selera pasar kan relatif begitupula selera si chef.

Dipesanlah dua main dishes, from pasta section i bought red devil, a pasta dish with seafood dan si kaki berbulu order from rice section the risotto garlic mushroom. Kami menunggu menu cukup lama. Cukup untuk kami memperhatikan sekitar, sengaporean family sebelah kita yg ortunya sedang berantem sementara anaknya autis main game di i phone pake ear pod, remaja tionghoa segroup makan pija yang tampak lejat. Dan sebenarnya kami ingin duduk di sofa box, yg warnanya maroon dan hitam dengan lampu maroko diatasnya (main the sims then u'll know maroccan lamp kaya gimana) tapi gak dikasih sama mba-nya. PELIT! Sambil melihat orang lain mostly menyantap pijanya yg tampak lejat, dan kami tidak pesan pija, krn ga begitu suka, such a waste kalo ga dimakan, dan si Muka Lebar nyeletuk "it's better taste really good yah baby, considering the price".

Maklum we had a bad dinner expirience. Untungnya di traktir. Karena gak bayar sendiri. I kept the story with me and my lovely kaki berbulu. Anyway, Mad Garlic adalah resto segroup dengan Tony Romas, wow, harusnya kualitas masakannya oke yah.

Datanglah si red devil. Is it the poor light or the soup of the dish is bloody red, sepiring penuh menggunung dengan seafood, oyster, squid and tiger prawn. Dengan serabut bawang daun serut diatasnya. Si Kaki Berbulu sudah "wow it looks good baby", si kaki berbulu suka bgt makanan berantakan, nyampur semua, tampilan si red devil ini emang agak berantakan, pasta angel hair dan seafood yg generous, kuah merah darah. Mari diaduk, ternyata isinya cukup banyak, si pasta berkuah sedikit, macam mie nyemek kalo mie jawa ini pasta nyemek. Uap panas dan baunya sudah bikin mouth watering, mari kita sikat, coba kuahnya. Rasanya pedas.
Menurut Master Chef ini adalah Bouillabaisse, ku cocokan sepihak bedasarkan warna dan ingridients-nya *sotoy*
 s



Orang indonesia itu gila condiments ya, dikit dikit tambah garam cuka merica tabasco saus acar dll. Buat si Muka Lebar, makanan enak itu makanan yang ga perlu pake condiments. Si pasta Red Devil ini sodara-sodara, rasanya pedas, dengan kuah tidak asin tidak gurih tapi berasa kaya air laut. Tidak hanyir, pastanya empuk (orang bilang al dante), seafoodnya? Cuminya gak alot, udangnya manis dan oysternya rasanya percis seperi oyster mentah, kalo makan di grand hyatt cafe, segar dengan rasa laut. Well, satu hal yang pasti they use the best and the fresh ingridients. Rasa? Rasa itu relatif, and i can say i love the spicy flavour, hebatnya lagi makin dasar kuahnya makin pedas, apalagi di tumpukan bumbunya, disuapan akhir pedesnya enakk!

Bagaimana Risotto si Kaki Berbulu? Well the second dish came when i taste the Red Devil soup. Dan si risotto datang putih dan panas mengepul. Nasinya dan jamur enoki (i reckon) dan satu jenis jamur lagi kancing atau apa gitu yg aku suka tumis. Dengan paha ayam boneless diatasnya. Menurut si Kaki Berbulu itu adalah risotto terenak yg pernah dia makan. Gurih yang tidak terlalu dominan, tidak terlalu creamy, every elements works well it's a simple flavour yah, si paha ayam justru yg rasanya jelas gurih dan lebih asin, works well with the risotto yah. I love this dish. Lucunya, dlm risotto ada bawang putih utuh dan si kaki berbulu menolak untuk memakannya, dia gak suka bawang. Dan i ate it, it taste good, dan akhirnya dimakan juga sama si kaki berbulu.
the garlic risotto

Pengalaman makan kali ini, secara rasa sangat memuaskan. I love our dishes. Ketika bill datang, we can accept the price for the dishes tapi untuk service taxnya yg 7,5% oh no no no. Pelayannya gak cekatan, i asked them twice to give me the menu (makanya kita gak jd nambah order krn kelamaan ngambilnya), dan a bit jutek yg nerima kita, kita minta duduk di sofa gak dikasih pdhl ada pasangan b2 disitu juga. Kata dia untuk 6 orang. Kenapa sih? Jadi overprice yah buat service tax, gak sebanding sama kualitas pelayanan. So, turunin service taxnya! *gak rido bayar 7,5% buat pelayanan setengah hati*

pulangnya kita beli serabi kinca duren ulliko, yg rasanya nampol dan jajanan taiwan yg so std bgt. Ugh langsung mengantuk kebanyakan makan.
Published with Blogger-droid v1.6.7

Tuesday, 5 April 2011

The Apple Project

Sebagaimana diketahui bersama. Kalo si Muka Lebar suka makan dan si Muka Lebar cinta dessert. Bukan sembarang dessert. Chocolate warm cake/chocolate volcano/sebutan lainnya boleh jadi enak. Tapi tak ada yang seenak dessert yang pake apel. Yes. Apple pie, apple tarlet, apple crumble, apple cobbler are all delicious.

Mari dibahas, sebagai mana telah disebut dalam posting sebelomnya. Tidak ada yang mengalahkan kelezatan grandma's apple tarlet-nya ninety nine. Apel manis lembut diatas, pie kering gurih hangat, dengan es krim vanilla, dengan bubuk kayu manis, dan saus karamel sebagai pemanis. Heaven!
Si Muka Lebar favorite!



Setipe dengan yang diatas ada Bakerzin, juga pernah dibahas sebelomnya
Bakerzin apple pie

dengan komposisi nyaris sama, crusty apple pie, dengan vanilla ice cream on top of it dan apple fillingnya ada kismisnya. Apelnya juga lebih generous, tp tekstur dan rasa pie-nya, rasanya oke yang Ninety nine. Jadi apple pie hangat dan ice cream dingin, rasanya selalu Enak!

Ada yang baru dicoba si Muka Lebar Apple Cobbler di Spaggedis.
The giant apple cobbler

Jadi ini adalah semacam apple pie dengan pinggiran yang padat, semacam based cookies untuk cheesecake. Rasanya dasarnya tidak terlalu manis, tidak keras dan diatasnya ada apel yang sudah dimasak dengan kayu manis, diatasnya ada crumble, remahan kacang-kacangan (macademia, walnut, almond?) dan si pie yang jadi dasar (sepertinya) disajikan dengan eskrim vanilla. Asiknya porsi hidangan ini JUMBO! Rasanya sendiri lumayan, karena si Muka Lebar suka semua kecuali bagian kacangnya. Jadi tidak begitu spesial selain porsinya yang gede, rasanya ya apple cobbler.

Sodaranya dijual tepat diseberang si Apple Cobbler, yaitu Apple Crumble di Coffee Club.
The pretty apple crumble

Porsinya lebih standard. Tidak besar. Lapisan dasar pienya jelas, dan layering apel sebagai isi pienya lebih jelas. Sungguh cantik dilihat dari samping, diatasnya ada remahan pie. Ditaburi gula halus dan cinnamon powder dan ice cream vanilla. Rasanya yummy !! Pie-nya lebih keras dan gurih, apelnya lembut dan tidak telalu manis, crumble pie-nya juga renyah dan manis karena gula putih diatasnya. Worth to try!

Si Muka Lebar pernah makan apple pie di sebuah restoran mahal, tetapi memilih untuk tidak membahasnya, karena kecewa. Apelnya asem sekali. Walaupun pie basednya enak. Hiks sebal.

Selain dessert apel dengan bahan dasar pie, Seribu Rasa dengan cita masakan peranakannya punya apple and banana crepe (lupa judulnya to kayanya crepe deh) digulung dalam crepe lembut yang hangat jangan lupa sausnya, karamel dan apel, dengan es krim vanilla dan lagi-lagi si cinnamon powder. Enak sekali!

Menurut si Muka Lebar, dessert apple yang enak itu adalah pie gurih renyah yang hangat dengan apple filling yang manis (jangan kemanisan) with a hint of cinnamon dan vanilla ice cream yang light. Suatu hari nanti si Muka Lebar bercita-cita pasti akan membuat pie apple yang enak. Hahahahaha!

*selama masi belom bisa bikin, beli aja dulu. Hohoho. Pic yang di Seribu Rasa menyusul yah.


Published with Blogger-droid v1.6.7

Hanoi #2: Visiting The Dragon

23 March 2011

Yes, finally! We visit Ha Long Bay!
Tentu saja kita ikut tur dalam perjalanan kali ini. Pengecualian ini dikarenakan terlalu banyak tipu menipu dan we simply cannot speak Vietnamese.

Kota Ha Long terletak 2 1/2jam-3jam dari Hanoi. Oleh tour provider kita dijemput pukul 8 pagi di hotel, bersama peserta tur lain, mostly bule, kita diantar ke Ha long Bay. Tour guide kita masih sangat muda dengan bahasa inggris yang patah-patah. Intinya menjelaskan lama perjalanan, apa yg dilakukan di Ha Long Bay dan alergi makanan. Kita juga berhenti 20menit di pusat oleh-oleh untuk beli makan dan ke toilet.

Sesampainya di Dermaga Ha Long Bay yang penuh dengan bus jam 11, kami dipisahkan antara yang ikut 1 day tour dan tour yang menginap. Guide baru membawa si Muka Lebar dan Kaki Berbulu ke kapal yang akan membawa kami bertualang ke Ha Long Bay. Yaaay!
Tung Van 9


Kapal berangkat pukul 11.30, menuju The famous Ha Long Bay yang juga merupakan UNESCO World Heritage. Hari ini cuaca mendung, gunung dan bebatuan terlihat samar di balik kabut. Satu dua kapal terlihat di kejauhan.
Si Kaki Berbulu
Laut yang mendung

Kapal yang kita naiki adalah kapal tradisional vietnam. Yang terdiri dari 2 lantai, lantai bawah ada tempat makan (dan tempat kami duduk sepanjang perjalanan), dengan bagian depan kapal menganga, dengan karet ijo karet (biar ga licin kali) yang akhirnya mirip golf driving lane yang di lantai 2 biasanya.. Dibagian belakang ada toilet, mesin dan dapur. Lantai 2 adalah kamar nakhoda, dan balkon ( yang ini ada pagernya) plus tiang. Parahnya, si tur guide dan awak kapal tidak menjelaskan sistem keamanan di kapal kepada penumpang macem di pesawat2 (apa emang begitu normalnya?). Sehingga beberapa saat setelah naik, hal yang pertama dicari si Muka Lebar adalah pelampung!

Selama berlayar untungnya air tenang, tidak hujan,walaupun angin dingin, tapi kekuatan angin masih bersahabat, tak lama kemudian waktu makan siang tiba dan kami harus join dengan tamu lain untuk makan. Menunya tidak terlalu menarik. Ada spring roll goreng, ikan, tofu, tumis kol wortel, nasi, kacang, fish cake. Rasa STD dan musti bagi-bagi sama 6 bule, secara mostly itu makanan sehari-hari si Muka Lebar di tanah air, jadi kali ini, ngambil makannya agak ditahan-tahan. Kasian si bule-bule butuh karbo untuk badannya yg tinggi. Saat makan siang kapal kami berlayar melalui floating village (justru pas pemandangan cakeb, kiri kanan gunung batu!) dan kita lg makan siyal!
Tampilan Ha Long rata-rata seperti ini lah...


Ternyata kapal berhenti di floating village, it's time for kayaking! Yes harga paket kami 25usd incld. Kayaking. Setelah foto dengan gunung plus jersey indonesia (niat nasionalis, apa daya dingin tak kuat seharian pake jaket akhirnya buka jaket pas foto pake jersey, cuma 5 menit doang). Kami turun ke floating village (bangunan ini khusus untuk kayaking, tapi ada jual buah juga). Memilih dayung, pakai pelampung, yak masuklah ke kayak.

I do have trouble with dark water. The fact is si Muka Lebar cupu. Pertama si Muka Lebar panik takut kalo kayaknya akan terbalik. Kedua airnya hijau. Ketiga udaranya dingin banget. Keempat kayaking is not as fun as i thought it would be, ngayuh sampannya berat, kayaknya gak maju-maju, dayungnya ngejedog kayak terus pas dikayuh. Gimana cara ke kanan kiri? Posisi duduk ga pw, ga bisa goyang2 ntr terbalik. Yang paling parah si Kaki Berbulu ngajak masuk ke gua2. Huaaaaa, mau mencret rasanya. Perut ud mules. Mana dayung hampir jatoh. Aduh. Isinya kayaking kita jadi gini:

Si Muka Lebar: sayang, jangaaaan berdiri yah ntr kayaknya terbalik!
Si Kaki Berbulu: sayang ikutin sampan itu, aku mau masuk gue
SML: jangaaaannnn aku ga mauuu, bapak itu kan udah pengalaman. Kalo ada apa-apa gimana?
SKB: Gak justru dia org lokal tau.
SML: AKU GAK TAU CARA BELOKINYAAA *kayak terlanjut lurus ke kiri sementara gua yang dimaksud di kanan*
SKB: udah kamu diem aja
SML: AHHHHH! *dayung hampir jatoh*
akhirnya kita berhasil masuk gua dengan di arahkan si kaki berbulu, si muka lebar hanya mendayung untuk maju. Dan si Muka Lebar melihat dengan iri tiga cewe duduk manis di sampan, gak perlu mendayung. Ugh! Ternyata di ujung gua lautnya dikelilingi gunung sehingga untuk keluar harus lewat gua tadi, si Muka Lebar mulai panik. GIMANA CARA MUTER KAYAK TANPA TERBALIK?
Sementara si Kaki Berbulu mulai ambisius untuk turun dan moto gua,
SKB: sayang ayo menepi, foto disana
SML: gak maoooo! Ini gimana caranya belok?
SKB: ayo bentar ahh
SML: gakkk, itu bapak sampannya udah pergi, kita ditinggal bahaya!!!
Akhirnya setelah perdebatan si Kaki Berbulu memutar kayak dan mengarah ke luar gua, yes! Tapi tidak berakhir disitu, gak lama si Kaki Berbulu ngajak ngikutin pak sampan yang dari kejauhan masuk ke gua lainnya.
SKB: ayo ikutin!
SML: gak maooooo. Tangan capeee, dia kan kerjanya mendayung tiap hari, kalo tangan aku cape, gak bisa mendayung lg gmn keluar guanya coba?
SKB: udah km diem aja aku dayung.
Akhirnya kayak mengarah ke gua kedua, dimana si Muka Lebar mendayung ala kadarnya saja. Dan karena gua ke dua tidak buntu jd kita bisa keluar disisi lain, mood si Muka Lebar lebih menyenangkan, dan mulai sok- sok mendayung ala the twinklefloss brother (yah pokoknya si kembar di film social network). Si Kaki Berbulu lagi-lagi mau menepi, ditolak mentah-mentah dengan alasan kita harus balik. Jatah kayaking cuma 20 menut dan kita udah 20menit lebih. Dengan enggan si Kaki Berbulu mengarahkan sampan ke daerah floating village untuk balik ke kapal. Dan diperjalanan, si Muka Lebar lebay karena ada tali, dan sampah, takut kayakbya terjerat teus jatuh. Kemudian, dikejauhan ada pasangan bule yg tampak woooow keren mendayung kayak dengan kompak, kayaknya melaju cepat sekali. Gimana caranya bisa cepet kaya gitu?
Di saat merapat dengan dermaga pun si Kaki Berbulu menemukan gaya kayak mundur, hebat kayak parkir mobil kayak kita maju mundur. Sampai dengan selamat dan aman di dermaga. Si Kaki Berbulu memang hebat! Hanya basah sedikit dan gak tenggelam!!

Perjalanan dilanjutkan ke gua. Yang masuknya ngantri dan walaupun keren tapi tidak alami karena beberapa bagian di hancurin untuk jalan, dikasih lampu dan guide kita otaknya anak puber, dikit2 nunjuk batu yg menggambarkan orang pacaran, ciuman, dll. Pdhl mirip juga gak. Yang menarik di gua ada cewe yang pake high heels. Killer high heels. Gila dia pasti ninja. Jagoan. Di gua juga diceritakan kisah terjadinya Ha Long Bay, jadi Ha Long bay merupakan Dewa Naga yang turun ke bumi untuk membantu orang vietnam mengalahkan cina, dan setelah perang berakhir naganya tetap tidur dan berubah menjadi batu. Kalo gak salah, tapi kemungkinan salah besar, kira-kira gitu lah (gak meratiin dengan seksama ceritanya). Ketika kita pulang ternyata kapal kita tidak dapat merapat ke dermaga gua, karena penuhnya kapal pengunjung, sehingga kita harus melewati 2 kapal lain untuk sampai ke kapal kita yang parkir di belakang.
Musim panas katanya bisa 200 kapal yg antri...


Kapal pun balik dan sampai kembali di dermaga Ha Long sebelum pukul 4. Setelah turun dari kapal, kami menanti sampai pukul 5 dan kembali ke Hanoi.

Tiba di hanoi pukul 9 kurang, dijalan kami sudah makan malam sandwich. Akhirnya kami memutuskan untuk makan Fanny ice cream yang terkenal.

Penasaran karena toko es didepan ho kiem lake ini sangat ramai padahal cuaca dingin berangin, ketika kami masuk, ternyata udara di cafe hangaaatt. Dengan dekorasi pink, ala cafe prancis, dengan lampu kuning, daaaan eskrim yang menggodaaa. Mana tahannn! Dipesanlah Bailey's ice cream, yang rasanya enak. Lumayan creamy dan tidak terlalu manis. Hanya saja porsinya kecil sekaliiiii. Akhirnya setelah si eskrim habis, si muka lebar memutuskan untuk tambah, dipilihlah green tea dan cinnamon. Yang rasanya enak sekali. Green tea as always agak pekat, tidak manis dan cinnamon yg rasanya mengungatkan cinnamon cookies favorit (jadi pengen si cookies, beli ah nanti). Setelah permohonan nambah, ketiga kalinya ditolak si Kaki Berbulu kampi pun pulang. Sembari foto-foto di jalan yang gelap dan sepi, dan tiba-tiba, gedubrak.

Jatuh aja si Muka Lebar. Sakitnya bukan main, si Kaki Berbulu malah ketawa, kejammm!
Published with Blogger-droid v1.6.7

Friday, 1 April 2011

Hanoi #3: Hanoi is the Capital City

24 Maret 2011

Tahukah kalian Ha Noi itu adalah Capital City of Vietnam? Pagi ini jadwal kami adalah explore the city

Dimulai dari Massoleum, tempat dimana Presiden Ho Chi Minh aka Uncle Ho dibalsem dan setiap pagi sampai jam 11, setiap warga tua-muda-turis berbaris panjaaaang untuk menghormati sang pemimpin. Yang mana di pagi yang dingin dan beku ini, si Muka Lebar ngambek (karena satu dan banyak hal) dan menolak untuk foto-foto atau mengantri untuk masuk ke massoleum. Akhirnya si Kaki Berbulu harus puas foto di depan Massoleum. Kami pun sempat minum teh di Cafe Dilmah, tak kuat menaahan dinginnya.Tentu saja sambil ngemil kuaci. Ahhh... I love this place!

Agak siangan kami pindah ke War Museum isinya ada benteng, bekas pesawat amerika jatoh, dan barang-barang perang lainnya pistol, pesawat, foto, baju bedarah, surat, kertas, dll (seriously, do i look like a girl that loves museum? a war museum... hell no). Intinya (tentu saja berdasarkan keterangan si Kaki Berbulu) itu museum cerita vietnam mengalahkan amerika. Oke beb, cabs yuk... Sebelum cabut si Kaki Berbulu tak lupa take a picture di Lenin Statue.

Kami makan siang di restaurant makanan khas vietnam utara, yang rasa dan porsinya tak jau beda dari Do An (heran, orang Viet makannya porsinya gede-gede badannya mungil), si muka lebar pesan cai chip xao toi intinya mie beras dingin dg sayuran kacang serutan wortel dg bumbu yg asam yah paduan soba, salad disiram kuah empek2, rasanya menantang! Aneh bin enak lah! Lapar, untuk makan ikan gindara bakar dan nasi. Std. Si Kaki berbulu parah lagi nasi sama ayam yang tampak bagai teriyaki. Rasa std. Minumnya Bia Ha Noi, bir lokal.

Kunjungan selanjutnya temple of literature yg lokasinya tak jauh dari tempat kita makan. Yg intinya adalah kuil yang isinya ada prasasti yg membuktikan jaman dahulu kala di Vietnam sudah ada profesor. Jaman kuda gigit besi dan gajah mada masih playgroup, tahun akuratnya ada cm eike lupa. Malamnya karena dingin tak terkira, gak kuat jalan atau naik motor kita cari mall lah jadinya, dan nonton bioskop (setipe blitz gitu lah) adjustment bureau. Memang kita anak mall yah beb, heuhuhu.
Published with Blogger-droid v1.7.1

Thursday, 31 March 2011

Hanoi #1: Beware of Scam and Copy Cat!

Masih imbas penghematan tiada akhir. Ternyata bus palsu menelantarkan semua penumpang malangnya di depan Lenin Park, diantara taman dan danau. Setelah berdebat tidak penting (pastinya perdebatan jalan ke arah mana. There's no way kita mau naik taxi, setelah tertipu bus) si Muka Lebar dan si Kaki Berbulu akhirnya memutuskan untuk lihat peta, ternyata hanya "beberapa" blok saja (yang punya peta Hanoi cek deh jarak Lenin Park ke Ho Kiem Lake seberapa jauh)

Astagfiruloh, dengan bawaan ala orang pulang kampung, tas depan-belakang (buat si Muka Lebar selain Carrier bag di punggung, ada ransel di dada masih ada tripod juga loh-menggantung dengan ganggunya di leher, ato dipegang dengan berbagai posisi gak enak, repot tiada tara- Nasib kacung kebawa sampe liburan...) dan angin kencang dingin menggigit. Sebenarnya enaknya dingin jadi gak keringetan jalan. Ayo jalan menuju hotel semangat!!! (kalo kata si abang sepupu muka lebar. Tarik jabrik tancap kribooo!)

20 Menit kemudian, sebelum hotel kami melewati Gereja tua dengan tipe gothic, spooky sekali. keren, kaya di luar negeri eropa! Hotel kita Especen, terletak di dalam gang-gang kecil, yang dipenuhi bangunan tinggi.
Hotel Especen di gang kecil

Di Vietnam nampaknya gak di gang kecil, di jalan besar, semua bangunan luasnya kecil dan tinggi menjulang ke atas.  Dan Especen ini letaknya JAUH BANGET dari tempat kita diturunin tadi! Yang mengharukan kamar kita di lantai 5. Hiks. Mau guling-guling rasanya... Paling engga, kita dapet kamar dengan pemandangan atap lah. Bukan rumah orang (maklum udah gang sempit, bangunannya kaya ruko tingginya rata-rata 3-5 lantai).
Our room view

Kamarnya bersih,very basic dan TV cabel, sayangnya wifi karena ketinggian suka kadang ada kadang gak ada. Tv-nya buatan Indonesia loooh...
Tv di kamar


Hari pertama kami habiskan dengan keliling daerah Ho Kiem Lake, the Old district yang penuh toko, kaya Kuta/Legian di Bali. Nongkrong di danau Ho Kiem Lake (yang penuh kakek-nenek dan anak muda pacaran cium2an), kemudian kita mencari tour ke Ha long Bay (kita akhirnya pakai tour Sinh Cafe di depan Ho Kiem Lake yang harganya paling murah 25$) dan cari makan. Khusus untuk edisi jalan-jalan ini si Muka Lebar gak sampe riset tempat makan. Jadi ya, sedapetnya aja...

Kita makan siang di salah satu gang di old quarter yang makanannya tidak menarik dan rasanya biasa aja. Mungkin karena tempat turis jadi ya gitu lah. Mahal. Malamnya makan di Pho 24 di depan Ho Kiem Lake (Macem di Jakarta gak ada aja). Yummy! Apalagi dessertnya puding caramel. Ugh enak. Apalagi makannya di malam dingin, menyeruput mie Pho panas sambil melihat Ho Kiem Lake (yang kata si Kaki Berbulu "apaan gak keliatan gelap gitu danaunya"), kuah pho yang mengepul asapnya... ugh nikmatnya... I wish. Kuahnya agak dingin. sebel ah. Sementara si Kaki Berbulu menikmati Bia Ha Noi dingin...
Dinner at Pho 24


Setelah makan kita berniat untuk nongkrong di pinggir danau, cuma dinginnya itu loh... Brrr... batal deh rencana pacaran di pinggir danau. Tapi oh tetapi bukannya pukang, si Kaki Berbulu insist kita musti nongkrong di cafe pinggir danau yang tampak mahal, eh taunya biasa aja dengan pemandangam Ho Kiem Lake yg lagi dikeruk. Dengan mood bete si Muka Lebar duduk kedinginan. Memandang danau gelap, berharap kura-kura raksasa muncul dari dalamnya. Ternyata gak juga, jadi malam ini dengan sakses kedinginan.

Ternyata orang sini emang hobi nongkrong dari Highlands coffee yang ada dimana-mana, sampe cafe di pinggir jalan, dengan dingklik super pendek yang dipake assistant of the house buat cuci baju pake papan kayu jamannya belom ada mesin cuci. Dan menguasai seluruh terotoar. Terutama di depan katedral deket hotel kita, yang penuh banget anak muda gaul dengan mobil dan motor yang keren-keren. Belahan pantat dimana-mana pastinya. Dan sampah kuaci. Disini nongkrong belom lengkap tanpa silverqueen kuaci!

Oh iya, sehari ini si Muka Lebar sudah dua kali kena jebakan betmen. Tadi pagi dengan bus palsu, siang ini setelah makan siang, ditawarin penjual nanas "photo?" "want photo?" dengan sepihak dia nero gendongannya di bahu si  Muka Lebar daaaan, maksa beli nanas akhirnya. KAMPRET!
 Tapi akhirnya beli, disana nanasnya cantik-cantik kuning, mungil, yummy... (Beneran nanasnya enak).

Jadi memang benar, dari hasil browsing disini retan sekali penipuan. Di sebelah hotel kita, ada hotel dengan nama yang sama tapi warna tulisannya beda. Kalo gak tau bisa salah tuh. Dan menurut si ownernya "it's oke if diffrent" maksudnya sama gak plek-plekan.
Si copy cat lokasinya sebelah-sebelahan sama hotel kita

Bisnis disini enak aja nyambet nama bisnis lain yang udah sakses, kacau deh...
Warning fake Kangaroo palsu

Si copy cat emang bikin geregetan...

Parahnya lagi ada yang nyamain tour agent yang nampaknya terkenal Kangaroo Cafe dan Sinh Cafe. Kalo ke Hanoi, semua tur agen namanya Sinh Cafe. Sampai gak tau mana yang asli, as a tourist ya kita gak bisa melakukan hal lain selain door to door tanya harga satu-satu dengan diiringi doa, semoga gak ngaco providernya. Jadi berhati-hatilah dalam memilih dan membeli hotel dan penginapan. Juga bus! dan taxi, cuma kita gak mengalami langsung karena gak pakai taxi selama perjalanan ini. Cukup bus palsu yang berhasil menipu... Kamfret!
Published with Blogger-droid v1.6.7

Saturday, 5 February 2011

Liburan Bocah #2: Universal Studio Singapore

Dengan drama-drama sebelumnya. Akhirnya tiga babi kecil berhasil bangun dan mandi, dan siap-siap untuk ke Universal Studio Singapore. Dengan tidak ada pertimbangan, kami jalan setelah makan di Hawa Restaurant ke Vivo City, mengikuti petunjuk di papan, ternyata Sky Train ke Sentosa, ada di lantai 3 Vivo City.

Universal Studio Singapore terletak di Sentosa Island, sebuah pulau dengan tempat hiburan terintegrasi. Di Sentosa Island sendiri, selain USS ada banyak atraksi, casino dan hotel juga pantai. Karena terbatasnya waktu kami bertiga hanya mengunjungi USS.

Biaya Sky Train ke Sentosa 4 SGD (PP) kalau tidak salah, bayarnya pake Ez-Link Card, jadi ga hafal, tinggal tap. USS letaknya ada di stasiun pertama (Lupa juga namanya apa). Begitu turun, kita jalan keluar dan ngikutin petunjuk tulisan USS, terlihat lah "the it spot" buat foto, bola dunia Universal Studio Singapore... Sebelum berfoto kita beli tiket dulu, Weekdays harganya 62 SGD dan Weekend 70 SGD (Si Muka Lebar sih pengennya foto doang trus pulang lagi... Abisan mahal tiketnya).
Spot wajib buat poto (abis foto boleh pulang)

Dari tiket masuk kita juga dapet voucher  belanja dan makan masing-masing 10 SGD eh apa 10% yah? Kayanya 10% deh,  satu lagi voucher makan di restaurant (di Sentosa Island) 15%. Masuk lah kami ke USS, zone pertama adalah toko-toko, disebelah kiri adalah toko USS yang menjual merchandise USS, di kanan ada Hollywood merchandise shop. Isinya, kaos hollywood dan icon Betty Boob ada juga toko permen, gak tau apa hubungannya.

Kami mulai petualangan dari sisi kanan, New York Section. Ada Restaurant ala Elvis Presley (bener ga tu tulisannya) dengan panggung kecil kalau belum show time akan muterin Top Hits tahun 60-an atau 70-an (jaman Elvis lah), kalau showtime ada pemuda-pemuda caem yang nyanyi-nyanyi dan suka ngajak penonton berinteraksi, dibelakang panggung ada mobil keren jaman dulu, apa namanya? Cadillac (kata si Kaki Berbulu), mobil Elvis gitu. Kemudian, ada theater Hollywood Iconic Monsters, sayangnya kita dateng belom jam pertunjukan (jam 2.45), akhirnya kita main Camera, Roll, Action. Idenya sederhana, tp tekhnologinya Buar Liasa... keren, sayang kurang efeknya, mempengaruhi penonton (Eike bo maksudnya). Hehe.

Selanjutnya masuk ke Zona Masa Depan, sebelumnya ada banyak tokoh seperti Marlyn Monroe, Charlie Chaplin (yang dikejar-kejar sama bakelix), Joker, dan ada penari hip-hop yang ini live perforance (yang ini bukan icon). Di zona, masa depan kita main Accelerator (Macem cangkir-cangkiran di Dufan), masi banyak permainan yang belom beroperasi di zona ini. Salah satunya Gallatica, Double Roller Coaster, yang sampai kita kesana masih safety trial.

Kemudian zona Mesir, kita main, indoor roller coaster, yang wow seru sekali! Sayang cuma sebentar, ada juga mainan treasure hunt, sayang cuma buat bocah...
Ancient Egypt

Kemudian kita ke zona Dinosaurus, kita memutuskan untuk main River apa gitu (Arung Jeram) yang katanya bakal bikin basah. Disediakan Loker (30 menit 1SGD kalo ga salah apa 50 sen) dan Jas Hujan (2 SGD) yang mana tidak kita gunakan samsek (turis pelit bin miskin). Akhirnya setelah mengantri, dan mengamati, kita memutuskan bahwa bagian tertentu gak kena basah. Jadilah kita ngafalin posisi tersebut. Begitu saatnya kita masuk, langsung duduk di  hot seat (kering soalnya). Permainannya lumayan, mirip the Lost World, dimana kita naik boat mengarungi sungai ditengah kejaran dinosaurus. Dan at the end of the game, jeng jeng jeng jeng, kita kena jackpot, basah kuyup! Hahaha.

Lanjut ganti baju dan makan. Kita makan di daerah dinosaurus, Hot dog (dari kemaren ngidam hot dog) porsi gede, dengan kentang, plus, paha kalkun (turkey leg) berasa makhluk purba deh makannya... Rasanya biasa sih... dengan harga yang lumayan mahal... Untung dapet voucher makan.

Kemudian, habis makan kita lanjut ke Madagascar, i like it move it move it, foto sama Alex the Lion dan Marty the Zebra, panjangnya kaya apaan tau. Akhirnya kita memutuskan foto sama Pinguin Teroris yang antrinya paling pendek (turis males).


in Madagascar Zone


Di zona ini tidak ada mainan lain, ada atraksi pertunjukan yang belum show time saat kita datang.

Lanjut ke Far Far Away Castle, kita nonton Shrek 4D, so far ini paporit bocah-bocah. Memang seru sih, cuma menurut si Muka Lebar, di bebrapa adegan potensi bgt untuk di kasih efek, sayangnya gak (udah ngarepin ada efek lebih). Lanjut dari Shrek 4D, kita naik Roller Coaster bayi. Yang bentuknya istrinya Donkey, yang ternyata kecil-kecil cabe rawit. Hehehe. Si Gurita pasti ud nyumpahin si Muka Lebar yang maksa naik. Setelah Far Far Away kita udah balik lagi ke New York... Ternyata USS luasnya kira-kira kaya jalan dari kosan, muterin blok ngelewatin Pastis, Tovas, trus Apotik Setia Budi, trus Lenny Agustin, Ayam Gemes, trus belok lagi ke Setiabudi Timur (or bigger) Hahaha.

Udah, gitu doang, akhirnya kita belanja-belanja dulu oleh-oleh dan kaos. Setelah belanja hari masih pukul 1 lebih, kita akhirnya naik Canopy Flyer ato apa yah, kaya naik burung, seru banget sayang cuma sebentar. Secara keseluruhan, USS sangat aman bagi anak kecil. Hampir semua mainan kayanya bisa dinaikin anak-anak. 

Bagi orang dewasa berjiwa muda, yang susah duit, dan mencari ketegangan, mungkin agak yaaa... Biasa aja yah, apalagi masih banyak mainan yang belum dapat beroprasi (dan di loket sudah dijelaskan mainan apa saja yang belom dapat beroperasi).

Atraksi cenderung singkat waktunya (beda kaya maninan dufan yang sampe muntah-muntah juga masih muter itu atraksi), bagusnya antrian cenderung pendek. Atraksi yang lama waktunya (Shrek 4D, 15 menit) kapasitasnya besar. Jadi di USS jangan khawatir ngantri. Cuma jatohnya jadi, lama ngantrinya dari pada mainnya... Hehehe. Mau pake Fast Track, duit lagi... Hehehe. Bukan buat orang susah (kaya si Muka Lebar) nih USS, alhamdulillah kerusakan USS ditanggung pihak ketiga lain yang menjadi sponsor perjalanan (My Beloved Butut).

Jika ada sumur diladang, 
boleh kita menumpang mandi,
kalo ada dermawan datang
bayarin dong USS lagi...

Tuesday, 4 January 2011

It's Raining in Bali

Bali memang tempat liburan favorit. Idenya dimulai karena cuti panjang tanpa rencana si Muka Lebar, kemudian diajak menjajal si Cantik di Bali oleh Ravanova the coolest girl on earth. Si Kaki Berbulu pun ikut setelah dapet Tune Hotel promo, single room around 120.000,- IDR lah semalem, dibuat lah rencana (sayang Chipz ga bisa ikutan) wiken di Bali. Sounds like a good plan!

Hari pertama si Ravanova, the coolest girl on earth mengajak kami ke Green School, sekolah yang seluruh bangunannya terbuat dari bambu. Which is cool, super cool! Yang sekolah disini anak-anak bule, katanya uang sekolahnya sekitar 20juta (atau lebih bayarnya pake dolar bok) untuk play group. Pelajarannya, salah satunya menanam padi . Kalo pohon mangga berbuah duit, eike mau ah nyekolahin anak di sekolah kaya beginian. Hehehe. Para pemirsa yang mengunjungi sekolah ini juga bisa menyumbang yang besarannya minimal 100 USD, nanti penyumbang besar namanya akan diukir di bambu dan dijadikan bagian dari bangunan sekolah, yang disebut "Heart of the School" yang berbentuk Aula besar.
Cafetaria Green School

Struktur bangunan yang seluruhnya menggunakan bambu

Setelah Green School kami meluncur ke spot wisata Bali yang terkenal. Sayangnya pertimbangan cuaca lagi-lagi dikesampingkan, berharap terik sinar matahari  . Preeet ,yang ada Bali hujan deras. Itu yang pertama, yang kedua kami datang saat upacara Galungan  atau Kuningan. Niat untuk makan nasi Bali Wardhani pupus karena pastinya tutup. Tujuan pertama si Kaki Berbulu dan Muka Lebar  adalah mengunjungi Tanah Lot, yang sayangnya cuaca sedang mendung dan ombak besar...

Ini bagian dari upacara adat
A man behind the mask
 Ditengah jalan kami menemui atraksi adat, semacam barongsai babi hutan, yang diisi 2 orang, dengan gagah beraninya Si Muka Lebar minta turun ditemani Ravanove, tapi emang cupu, begitu barongnya mendekati kita, si Muka Lebar ngacir. Kamera dikasi ke Ravanova the coolest girl on earth tak gentar dan takut menghadapi barong, hihihi
Ravanova captured it on our way to Tanah Lot

Upacara Adat

Upacara di Pure Tanah Lot
Ombak Besar, masi aja ada yang nekat foto-foto


Well, setelah mengunjungi Tanah Lot kita membanting setir menuju selatan pulau Bali, Uluwatu-Jimbaran, Rock Bar! Eh, fyi di tempat barong dan Tanah Lot dua kali loh si Muka Lebar dikira orang asing, heuhehehe muka eike putihan kali ya bok . Hihihi.


Setelah kesasar dan muter-muter sampailah kita di Ayana Hotel. Si Muka Lebar, Kaki Berbulu pun  akhirnya punya kesempatan mengunjungi Rock Bar, lagi-lagi dengan cuaca mendung dan angin kencang, ombak besar pun membuat sebagian Rock Bar yang levelnya terdekat dengan air ditutup, sehingga antrian panjang dan mengular menuju Rock Bar pun terjadi dan waiting list yang panjang untuk masuk...
The Rock Bar
ditutup karena ombak besar
Rock Bar apa Wave Bar, yang diujung-ujung pasti udah basah kena ombak



Pengen dinner di dock ujung itu, caranya nikah di chapel hotel ini...
Rock Bar
 Sayangnya si Kaki Berbulu moodnya jelek gara-gara merasa pelayanannya jelek. Yang pertama kita disuruh duduk ditempat yang viewnya jelek (well sebenarnya menurut Muka Lebar bagus, tp ada gagang tangga yang nutupin view kita) dan gak boleh nge-charge BB. Asli loh Si Kaki Berbulu bete abis. Belom lagi si Ravanova yang menyisip margarita udah pengen guling-guling di halaman (nyisip doang coba, gimana minum?). Makanannya ya so-so lah, kita pesan potato and pita bread fries, frozen lime margarita, si ravanova pesan hm, lupa tapi enak dan ada gingernya, sementara si Kaki Berbulu minum Ginger Ale.


Sunset di Rock Bar

Ombak yang besar bikin kaget


Kuta mendung, skases lah kita gak dapet view bagus.  Dari pada kecewa si Muka Lebar menggila dengan pose-pose andalannya...



Tetep gaya lompat, ngikutin ane nih :p
Mataharinya gak kelihatan :(

Pantai Kuta yang mendung
Dum
Syubiduuu
Pam pam

 Si Muka Lebar dan pose terbang

Dubidu

syalala
Hup!


Menurut seorang semi pro fotografer, “fotografetr tuh harus rajin bangun pagi, pemandangan bagusa adanya jam 6-8 pagi". Bangun pagi pas liburan? Hehehe. Not really our thing, we’re not a photographer anyway. But, we did, wake up early in the morning on our holiday. Jadi ceritanya si Kaki Berbulu pengen ke Tulamben. Snorkling, liat kapal karam. Akhirnya dipilih lah hari minggu dan mengingat jarak Tulamben yang jauh dari Kuta, kita berangkat jam 5 (lima) pagi.

Petualangan pun dimulai, berbekal roti gandum selai kacang (kerenya tetep tapi sekarang diet jd menunya beda), peta Periplus yang up to date (bener deh bok, kalo beli peta jalan yang up to date, beneran), kita tidak mengandalkan GPS karena alesan gak ada batre. Mulai dari Bali ring road, diteruskan menyusuri pesisir timur Bali, dengan disuguhi pemandangan pantai, gunung, sawah, sungguh indah sekali. The best view menurut gue adalah pemandangan laut yang diapit gunung, dan sawah ditengahnya. Mantab lah. 

Gunung, laut dan sawah... Amazingly beautiful

Hamparan sawah dan gunung sepanjang jalan...

Jalan berkelok-kelok
3 Km menuju Tulamben ada papan petunjuk ini, gak jadi nyasar deh :p
Ditengah indahnya pemandangan, berangkat pagi, tentu saja kami gak sempet menuntaskan panggilan alam, jadilah kami kebelet sepanjang jalan. Si Kaki Berbulu, memtuskan untuk memenuhi panggilan alam di kantor polisi dengan kedok sok-sok nanya jalan, sementara si Muka Lebar, elit dikit dong, di cottage hotel, namanya Bali Beach Cottage (semacam itu lah), dengan kedok sok-sok nanya kamar buat hanimun... Alhasil, sampailah kita di Tulamben jam 10.

Ternyata sudah cukup banyak pendatang, diver lokal dan asing, dan turis-turis yang ingin snorkling. Dengan biaya sewa snorkel dan kaki katak (apa sih namanya) 50.000 IDR dan guide 50.000 IDR, pergilah si Kaki Berbulu snorkling. Si Muka Lebar di darat aja bengong, sambil moto-moto bule, cihuy!

Pantai Tulamben

Pantai pasir hitam yang berbatu

 Tulamben sendiri adalah pantai batu, yang biasa saja. Sungguh, kalo bukan karena si Kaki Berbulu tercinta, perjalanan berjam-jam hanya untuk pantai berbatu, sungguh males banget. Tapi, kenapa ada banyak orang yang datang, jauh-jauh ke sini?
Banyak divers di Pantai Tulamben
Si Kaki Berbulu dan guidenya
Well, keindahannya tidak ada di permukaan tenyata saudara, tapi justru di bawah air. Si Muka Lebar sendiri tidak turut melihat, bagaimana indahnya pemandangan bawah laut pantai Tulamben. Tapi menurut si Kaki Berbulu, di bawah permukaan air, ada kapal US Liberty yang karam, serta ikan-ikan warna-warni yang lucu. I still didn’t get the point actually, tapi kemudian si Kaki Berbulu bilang “jadi pengen les diving deh, biar bisa nyelem lebih dalam”. Oke it was something then.



Kembali dari Tulamben, kami menyempatkan diri makan siang di Sate Ikan Marga Sari. Info dari si Ravanova, setelah Pura Kelelawar dari arah Tulamben (ada bahasa Balinya Pula Lawu ato apa gitu), belok ke kanan , Lurus terus, nanti ada rumah makan lesehan.
Oke Mas-mas paling ganteng se-restoran Marga Sari

Menu utamanya Ikan! Love it!

 Lucunya, kita datang, duduk dan tidak ditanya pesan apa. Kurang dari 10 menit kemudian, datang lah 2 nasi putih, sambal khas bali, kacang goreng, sayur kacang panjang. Lalu 2 mangkuk sup ikan, dan sepiring Sate lilit ikan, ikan yg sudah dihancurkan dan dicampur bumbu-bumbu, dipanggang kemudian dipotong kotak-kotak (apa yah namanya?), dan sate ikan. Rasanya ya ampun sodara-sodara enakkkk paraaah! Sup ikan berwarna kuning, bukan kunyit tapi (bukan kuning neon tp kuning coklat keruh) ada rasa kemiri, bawang merah, cabe rawit dan daging ikan yang gak ada amis-amisnya. Sate ikan manis, macam makan sate ayam aja, tapi ini ikan. Sate lilitnya padet dan enak, kemudian yang ikan kotak dipotong-potong, hum yummy juga. Sambal khas bali (sambal matagh yah?) enak juga, dan ternyata murah harganya. Bagus deh (gak punya duit soalnya). Ahhh puas sekaliii

Dan dengan berakhirnya petualangan ke Tulamben sukses lah perjalanan kere, Bali episode 2! (Bali kere episode 1 ada disini).

Bye Bali, see u soon!
Ps: Besok paginya kita pulang ke Jakarta, dengan hujan deres, pesawat tetep take off, Hahahah. Deg deg an bok penumpangnyapacat pasi.