Daisypath Anniversary tickers
Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Thursday, 24 June 2021

Living in a dream

Decades ago, when I started work in the big city, just broken up my high school boyfriend, I thought that I might probably end up alone, in an apartment, with a cat, sipping a mug of hot tea sitting in the balcony, looking at the city light, so relaxing.

Little did I know, that years later, I did live in apartment that forbids cat, with a balcony too small to sit, I was able to stand and sip tea, but looking my neighbor window in the other apartment building, not so relaxing... 

Sometimes, dreams do come true but sometimes life also gives us unexpected things. As a person that always see the glass is half full, I always keep optimistic in whatever challenges that life throws at me and I always dream big!

Few years ago, I gave birth and desperately sad having to get back to the office when my maternity leave ends, my husband said that, now my challenge is balancing between mothering and working. As an optimist, absolutely I said "OK! I CAN DO IT" - so I am juggling working (while pumping - lucky to have a supportive environment so I can working, meeting even presenting while pumping when it's my schedule to pump) and taking care of my precious baby. Sometimes, being optimist is tiring, some days, when life is too hard, the travelling back home is too long, the assignment is too much and other unpleasant things happen - I just think, it would be better if I can quit my job, but I enjoy my work, ah, it would be perfect if I can just stay at home, while doing my work! It would be a dream job!

Little did I know, a pandemic happens in 2020 that changes our life... jeng... jeng... jeng... we work from home (WFH) mostly - 5 days a week! I am living in a dream!

At the first weeks of WFH, we were still adjusting, as optimist, things are going great, meeting is just one click away! 

But when I had no domestic assistant (we decide we didn't need assistant in 2020 before pandemic), means now I am juggling work, take care my kid basic needs (eat, poo, pee, kiss, hugs, plays, etc) and take care of the house.

I decided to be realistic, not to push, if my kid hasn't taken a shower, when it's already my meeting schedule - let it be. It the meeting is near lunch time, I have to prepare lunch while meeting - let it be. I am thankful that I have supportive colleagues and most people also WFH, so kid crying in the background is acceptable (by me at least).

But, sometimes life throws too much at me, I get angry easily (usually in the afternoon - the darker the sky gets, the darker it becomes my mood as well) the peak is when I had to take training for a certification (preparation for the test and interview), my day to day works (mountain of assignments) and kid toilet training, not a good combo - I was in a pre-test (it was 30 or 15 minutes test) and my kid had to pee and of course she did peeing next to me on the floor - this happens twice. I put on the diapers the next day, postponed the toilet training (I also want to resign and cry during my performance evaluation in front of my boss because it's too much for me to handle).

I've been living in a dream for quite sometimes, more than a year (probably more?) and I am grateful. Looking back to decisions I have made during this dreamy period, some decisions I am not proud to make and sometimes it makes me feel like I am a bad person a bad mother. But, I want to let my self know, that every decision I made, I made in the best interest of my kid at that time, given the (limited) sources that I have. I really hope I could do better, be better - you know I always try to.






 



Thursday, 17 February 2011

GOD: First year in Ujung Pandang

Dulu jaman masi bocah, si Muka Lebar pindah rumah tinggal di luar pulau Jawa.

Dua bulan pertama dihabiskan tinggal di hotel, setiap hari ke sekolah jalan kaki, dan bahasa pertama di kelas adalah "Jangko bicara sama dia nah, baku bombe ka'...". Kemudian saat pindah ke rumah, eh kalender sekolah ketinggalan. Sedih. Pindah ke perumahan yang namanya selalu mengingatkan kisah tragis tokoh di sinetron "Kumala". Rumahnya tingkat dan ada telpon rumah (dulu gak punya)! Senang!

Teman main di rumah itu adalah 3 bersaudara anak pemilik rumah, si kakak Andika, si tengah Atika dan si kecil Adit. Ada 5 bersaudara anak tetangga, cuma Angel yang teringat karena dia "balaki" (tomboi). Di depan rumah ada mussola. Suatu hari si Muka Lebar, Bakelix dan Atika, anak perempuan si pemilik rumah solat berjamaah.

Atika, si Muka Lebar dan Bakelix, Rokaat pertama, entah berapa lama,  gerakan takbiratul ihram, kok gak ruku-ruku. Si Muka Lebar menunggu Atika sebagai imam untuk ruku, tapi karena ini bukan di Jawa, mungkin solatnya beda. Akhirnya menunggu...

Oke that's it, akhirnya lelah berdiri, entah bagaimana akhirnya si Muka Lebar bertanya "Kok gak ruku sih?", dan Atika menjawab "Kamu kan Imam-nya"

Live is wonderful saat si Muka Lebar berfikir, hanya orang Indonesia yang mendapat haid, kalau orang bule tidak.Saat-saat dimana, kita bisa beli pernik lucu di City One, beli kartu Sailor Moon di Sanrio, beli es krim di Doraemon, beli kue di Donald Bebek. 

Hari minggu jalan-jalan ke Makasa, ke toko buku beli komik Sailor Moon dan Ghostbumps. Saat tiba-tiba ada buku kumpulan gambar Sailor Moon, mahal sekali! Merengek-rengek minta dibeliin gak boleh. Saat dimana habis belanja di Makasa, pulangnya makan di Texas, dan lagi jaman pake tempat makan X-Man. Merengek minta dibeliin gak boleh juga. .

Saat dimana Remi masih 3D. Saat dimana si Muka Lebar berfikir yang jualan jalangkote Lasinrang itu sodaranya Ade Rai, soalnya mirip.  

The good old days...

Saturday, 5 February 2011

Liburan Bocah #1: HORE!

"Libur telah tiba, libur telah tiba, hore.. hore... hore..."

Itu si Bakelix yang nyanyi. Intinya adalah pertengahan Januari ini pergilah si Bakelix, si Muka Lebar dan si Gurita Karmin. Tiga bersaudara ini akan menaklukan Lion City! Intinya, si Muka Lebar adalah guide kali ini, however, terlepas dari petualangan sebelumnya, pengalaman kedua ini sungguh berbeda.

Pertama tragedi Mandala, dengan seenak jidatnya menghentikian operasi H+1 kita beli tiket. Deym! Dengan cepat (plus kerugian yang besar) kita beli tiket lagi Lion Air. Drama pertama karena flight pagi, kita (Muka Lebar) telat bangun, kemudian berangkat ke bandara telat , sehingga duduk kami bertiga dipisah-pisah. Antrian imigrasi yang panjang. Sampai di bandara Changi diwarnai dengan kebelet boker si Gurita dan Bakelix.

Settingnya masih sama di Sing dan menginap di G4 Backpacker Hostel dengan pertimbangan tinggal koprol dari MRT Littel India, dan kita sekamar hanya ber 3 (ambil Dorm isi 4) dan itu di lantai 5 dengan tangga aborsi, KAMFREETT.  Tapi si Gurita kegirangan (alesannya temennya yang suka) karena penjaga hotelnya caem, tampang korea-korea gitu dan emang ada turis korea, yang baru dateng dan bobo ngempar di ruang tunggu, nganga (heran dimana cakebnya...). Untung Muka Lebar berhasil melarang si Gurita minta foto...

Makanan tetep jajan chiken wing di Old Chung Kee dan makan di Hawa Restaurant, both di depan hostel. Kurang nonton film india aja di Rex Cinema (di depan hotel juga). Buduynya liburan kali ini si Muka Lebar lupa bawa kamera. Ahh...stupidito tololita. Untung masih laku jadi guide, kalo gak si Muka Lebar disuruh pulang sama Bakelix.

Destinasi belanja dan beli oleh-oleh dimulai dari ke Mustafa Center. Kali ini karena cewe semua, jadwal belanjanya panjang, dan nangkringnya lama . Hehe apa lagi kalo lewat toko asesoris dan sepatu. Dalam kesempatan ini kita juga ke Bugis Street Market, yang barangnya lumayan lucu tapi aga mahal. Kemudian mengunjungin night view espalade dan merlion. Karena menjelang imlek, Chinatown Market semarak hiasannya.

Dan yang berbeda, kita juga ke IKEA pake NYASAR! gak tanggung-tanggung nyasarnya lewat ERP (semacam jalan tol apa jalan bebas hambatan gitu lah), dengan cerdas idiotnya kita jalan balik ke halte terakhir (sebelom ERP) dan gak ada terotoar . Sungguh kasihan si Bakelix, kakinya mau patah kayanya. Sehingga, kalau ke IKEA, dari Vivo City, ingat Naik BUS 100 (turun di halte terakhir di alexandra rd (dari bis kelihatan IKEA dari kejauhan, turun lah segera!) dan jalan kaki ke IKEA. Pulangnya sebaiknya keluar IKEA, belok kiri , lalu kiri lagi, nanti ada halte yang ada beberapa bus menuju Orchard Road (kalo nginep di daerah Serangoon bisa naik bus yang langsung kesitu ada juga kalo ga salah).

Dan list Jebakan Betmen Kota Singa musti ditambah satu lagi yaitu:
Tax Refund, habis belanja musti dapet form GST dari pusat belanjanya dulu. Kamfreettt! Ga ada yang nginetin, cuma Zara doang yang otomatis ngasi, kamfreet! Padahal di USS habisnya banyak bener (dan udah ngitung-ngitung tax refund di hostel, ngarep dapet. *Sigh*) Nasip gini lah kalo ga pernah belanja-belanja banyak, ga tau caranya tax refund.

Penonton Pembaca: USS itu apa?
Three Idiots: Universal Studio Singapore

Eniwei, selain makan di dekat hotel, tiga bocah ini juga makan di Food Republic dan food court Vivo City, dan Universal Studio.

Penonton Pembaca: Haaahhh? Kalian ke Universal Studio Singapore??
Three Idiots: Iyaaaaa \(n_n)/

Thursday, 4 November 2010

Que Sera Sera

Malam ini gue terlibat pembicaraan cukup intense... Yang intinya membahas, apa prioritas hidup? Apa yang penting sih buat hidup? Kerja mati-matian biar punya uang banyak? Atau menikmati hidup walaupun gak punya duit?

Ya, emang bisa seneng kalo ga punya duit? Hehe.
Bukan itu intinya sih, pembicaraan kemudian mengerucut jadi, uang atau pengalaman?
Intinya sukses hidup dihitung dari mana sih?

Kamu mau punya uang lebih banyak atau mau punya pengalaman baru? Dalam pembicaraan ini, empat kepala berdebat,

Kepala satu sampai mati ingin menabung uangnya... Untuk invest, untuk masi depan... Walau pun sudah memiliki investasi, bukankan lebih banyak investasi lebih baik? Greed is good! Seperti kata Gordon Gecko. Sukses itu saat. Punya banyak saving, dan kehidupan terjamin (secara finansial)

Kepala kedua adalah orang paling bahagia sedunia, walaupun hidupnya selalu disusahkan orang-orang sekitarnya, jarang sekali si kepala kedua mengeluh. Tujuan hidupnya adalah ingin semua orang bahagia... Maka Tuhan paling sayang pada kepala kedua, tuhan selalu melindungi kepala kedua. Makanya kepala kedua selalu beruntung, dibalik segala kemalangannya... Kepala kedua hidup untuk hari ini, live for the moment! As if there is no tomorrow... Boros pula... Wah wah... Sukses itu saat orang bahagia, no matter what...

Kepala ketiga adalah, manusia yg baru dewasa, banyak seperti kepala kedua, dengan percikan kepala satu disana sini... Kepala ketiga berfikir tidak ada gunanya bekerja dan punya uang jika tidak bisa menikmati hidup, tapi apa bisa menikmati hidup tanpa uang? Semuanya harus balance, sehingga kepala ketiga selalu berusaha menikmati hidup sepenuhnya dan menabung untuk masa depan, walaupun kadang-kadang tabungan sering digunakan untuk menikmati hidup... Sukses itu kalo hidup nikmat (nikmat menurut definisi si kepala tiga)


Kepala keempat adalah kepala muda, masih belum menentukan sikapnya. Dan cenderung mengambil cara yang paling mudah... Cenderung mengikuti emosi, sehingga jika ia benci kepala satu, kedua atau ketiga dia akan membela kepala yg berselisih dengan kepala yang dibencinya... Jadi sukses itu... Bingung ms belum nentuin...

Empat kepala ini terus dan terus berdebat... Sukses itu apa hitungannya? Uang? Pengalaman? Taraf tertentu? Pendidikan?

Dan ini membuat gue berfikir, gue selalu ingin jalan-jalan dan melihat dunia luar, melihat hal-hal yang belum pernah dilihat, pengalaman adalah guru terbaik, kata guru gue dulu (tp bukan pengalaman nama dia *garing ah*). I always enjoy my life, makan yg gue mau, pergi ke tempat yang kita mau, mencoba segala hal yang belum kita coba. Hanya saja akhirnya gue sadar, too much of something is not good. Kebanyakan makan gendut, kebanyakan tidur sakit, kebanyakan jalan-jalan kere... Hehe. Intinya we havr to live in balace, at least I am trying to... Sehingga, kita tetap harus menikmati hari ini, tp kita juga harus prepare untuk hari esok...

Misalnya: sekarang kita makan enak melulu, tapi nanti kolesterol. Mana enak nanti di masa depan sebelum saatnya (umur yg dilarang makan kolesterol tinggi) kita ga bs makan enak... Makanya makan dijatah-jatah... Jalan-jalan, kl jalan-jalan terus, ga punya tabungan mana enak... Punya foto liburan banyak tp ga pny rumah... Makanya nabung buat beli rumah...

Some people live for their passion, ada yg ga perduli apapun, yg penting bs senang, walaupun gak punya apa-apa; ada juga yg gak perduli apapun musti hemat, punya banyak uang tp ga pernah ngapa-ngapain... Gue memilih ditengah tengah... Makanya gue adalah org a little bit of this, a little bit of that... Gue ga pernah punya satu hal yg sangat gue gandrungi... Sampe merelakan segalanya... Is it good or is it bad? Kata kaki berbulu gue ga punya hobi... Kata psikiater gue gak fokus... Gue ga tau apa artinya... Tp gue rasa posisi gue bagus, karena gue ga begini atapi gak begitu, gue ga fokus krn pny banyak fokus... Hehe...

Ibarat mimpi, gue ga punya satu tapi banyak mimpi... Yang insya allah pelan-pelan akan gue capai. Mungkin gue dalam bidang tertentu gak akan sehebat si A atau si B, tp gue menikmati proses gue mencapai mimpi-mimpi itu. Sukses itu ya kalo kita bisa menikmati hidup, membuat org bahagia dan stabil secara finansial di masa depan!

See I am a little bit of every thing...
Kalo kata Merdith Brooks

"I'm a little bit of everything, all rolled into one... I'm a bitch, I'm a lover, I'm a child, I'm a mother, I'm a sinner, I'm a saint..." (Bitch)

Monday, 20 September 2010

Hallo-hallo Bandung

"Minal Aidin Wal Faidzin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin"
*lagu lebaran di toserba


Seminggu berlalu sejak lebaran, namun menurut berita kemarin, sebuah Setasiun Kereta Api di sebuah daerah di Jawa, penuh sesak dipadati penumpang. Alasanya karena hari ini anak sekolah mulai masuk, sehingga ribuan orang itu berjejalan berebut masuk pintu kereta, dengan anak digendong, terhimpit bapak-bapak berkeringat yang anak dan istrinya menunggu di peron. Gue sendiri pulang ke kampung halaman dengan bahagia karena Tol Cikampek dan Tol Padalarang tidak begitu macet.

Yang beda dari lebaran tahun ini adalah:
  1. Sekeluarga nginep di hotel namanya Lingga, yang mengeklain dirinya sebagai hotel nuansa islami yang lorongnya spooky abis dan saat lebaran rame abis dengan anak berisik yang suka nyanyi-nyanyi;
  2. Lebaran sambil kerja, capek dan sedih sih karena gak bisa jalan-jalan. The good thing is, gue gak perlu ikut beres-beres pas takbiran, nyapu+ngepel+lap kaca piring gelas, hihihi.
  3. Hm, apa yah? udah itu aja.Oh iya gue makan ayam busuk, buat buka puasa dan makan malam.
Yang lucu adalah dari pulang kampung ke Bandung, setiap orang selalu mengira gue pulang kampung ke Surabaya. Hehehe. Maklum eike kan terkenalnya sebagai Arek Suroboyo...

Bandung sendiri adalah kota yang sebenarnya dulu favorit gue. Tapi akhir-akhir ini, Bandung selalu bikin stress. Yang paling hebat dari kota Bandung adalah pemerintah kotanya yang ignorant parah dan masyarakat Bandung yang 11-12 sama keadaan kota Bandung.

Bandung yang terkenal sebagai kota kembang, menurut gue jauh dari kesan cantik. Yes, it still has beautiful old houses and cold weather. Tapi yang gak banget adalah kurangnya penerangan di Bandung, jalan yang bolong-bolong dan masyarakat yang tidak tertib.

Macet adalah sesuatu yang tidak terelakkan, buat sebuah kota yang jalannya kecil-kecil yang setiap Sabtu-Minggu penuh dikunjungi warga kota-kota sekitar, jalanan bolong, dan tidak ada lampu penerangan di malam hari. Masyarakat Bandung dan pendatang pun sama kacaunya, buang sampah sembarangan, tidak mematikan air di wastafel toilet, nyebrang sembarangan, dll.

Pengalaman gue yang paling kacau saat lebaran kemarin adalah makan ayam tiren. Jadi malam takbiran, nyokap beli 12 potong ayam dari restoran yang lumayan terkenal yang cabangnya juga ada di Jakarta buat buka Puasa. Dan tebak, dari semua ayam yg nyokap gue beli ayamnya busuk. Yes, bau dan biru-merah-gelap... sumpah inget aja gue males. Dan itu terulang kembali saat malam gue makan mi yamin dan cekernya busuk. Mau mati rasanya hari itu. Gue gak tau siapa yang bertanggung jawab atas terkonsumsinya ayam semacam itu oleh warga (gue) si tukang yamin, manager resto, kokinya, istri tukang yamin yang beli ayam, pedagang pasar, atau pemerintah pengawas pasar?? Ato gue aja yg lagi apes. Uhuh unlucky me :(


Intinya gue suka Bandung tapi kalo mau ke Bandung siap-siap dengan segala ketidaknyamanannya.

Btw, maafin ya kalo ada salah-salah. 
Selamat Lebaran!

Tuesday, 10 August 2010

Puasa Sebentar Lagi


Mama, Papa, Elix

Saudara-saudara semenda tiga keatas dan tiga kebawah,

handai taulan,

Para sahabat, teman, rekan dan kerabat

Pacar tercinta si Kaki Berbulu


Alhamdulillah, Bulan Ramadhan telah datang lagi menghampiri kita
dengan berkahnya yang berlimpah





Mari kita menjalankan Ibadah Puasa tahun ini sebaik-baiknya
semoga kita menjadi manusia yang lebih baik dari pada sebelumnya.


Dan tak lupa Mohon Maaf Lahir Batin ya!
Selamat Puasa semuanya!




Love, Si Muka Lebar

Wednesday, 28 July 2010

Just Wait and See What Happen

Ini kisah tentang ade gue, si Elix, yang waktu kecil kurus sekali seperti orang tertindas oleh kakaknya yang gendut, yang karena anak terakhir manja sekali kalo makan minta pom-pom (disuap nyokap) sampai kuliah. Tapi disini gue gak akan menceritakan kejelekannya, karena dia sungguh anak yang baik, taat beribadah dan rajin (hihihi).

Betul gak sih, jika kita tidak terlalu banyak menginginkan sesuatu kita pasti akan mendapat banyak. Logika gue, orang yang gak ngarep dapet apa-apa tiba-tiba dapet sesuatu, yah wajar itu dianggap "wow" karena pada dasarnya dia tidak ingin apapun. Tapi kalau kita hidup, katakan lah "tanpa keinginan" is it good? Well, it doesn't work for me.

Kalau gue hidup gak pengen apa-apa. Buat gue malah jadi gak punya tujuan, gue pengen punya rumah dan jalan-jalan jadi gue memberi satu tujuan (short term goal lah, long termnya mah gue pengen masuk sorga!). Karena pada dasarnya my best effort depends on how bad i want something. Lalu gimana orang-orang yang selalu mendapat sesuatu effortless?

Contoh paling dekat adalah Ade gue tersayang (tumben muji-muji ada apa sih?)

Adik gue adalah orang yang pasrah sabar dan tidak punya keinginan terkadang kurang paham dengan apa yang diinginkannya. Waktu kecil dia menang lomba modelling di Hari Ibu Kartini (padahal gue gagal total, bisa dibaca disini) dan saat itu dia bahkan tidak sadar apa yang dia lakukan.

Waktu SMA ditawarin sekolah ke luar negeri, ikut summer course, tapi emang dia gak mau. Waktu SPMB dia keterima di FK (well, this part engga effortless sih, she studied real hard, but still...), kata-kata pertamanya setelah "alhamdulillah" tembus spmb adalah "yaahhh...kode depannya XX, aku masuk FK..." dengan sedihnya (padahal ada jutaan orang lain yang nangis guling-guling gak keterima dan rela ngulang SPMB demi FK).

Gue selalu pengen di beliin mobil, tapi si ade gue ini udah 2 kali dapet, yang pertama hadiah SPMB dan yang kedua hadiah ulang tahunnya yang ke 21 (karena mobil hadiah SPMB-nya buat gue *akhirnya gue punya mobil! walaupun atas nama ade gue*). Dia bahkan gak bisa males nyetir.

Oke, menurut pengakuan dia juga sering merasa beruntung (atau orang lain membuat dia merasa beruntung) jadi dia punya TV butut di kamar, di pinjemin ke papah karena tidak ada TV di kamar papah, eh dia dapat TV plasma. Dia jadian sama cowo (yang konon katanya) digemari banyak wanita di kampusnya (anaknya baik, sayang ceking bukan selera gue lah!). Padahal dia biasa aja sama ni cowo.

Terakhir, dia ikut ngebantuin nyokap gue menjadi agen unit-link atau link-unit, yaitu investasi bentuknya adalah pelindung nilai (hedging) jadi kita menabung dengan bunga kompetitif sebagai keuntungan tambahan mendapatkan perlindungan asuransi. Menguntungkan deh! (Loh, jadi promosi). Dan well, sodara-sodara dia baru saja mendapatkan Blackberry, kalau ini gue tau banget ini hasil kerja nyokap. Tapi, ada undian Grand Prize keliling Eropa, and guess what? She won it
Some call it lucky, some call it fruit of patience,
me call it,
hey my sister win the grand prize!! take mee!
Jadi Elix adikku yang baik hati, hemat, dan tidak sombong
Pemenang itu kan tiketnya ada dua yah?
My advice is you should really consider to go with young girl however she has to be older than you, to watch you and take care of you, someone that is reliable, friendly and adaptable (kaya CV?!), someone that really knows "what to do" and "where to go" for the girls at twentysomething, someone like me?
happiness is real when shared
(sok-sok into the wild )

Pick Me! Pick Me! Pick Me!


Me! Me! Me!


This is my best effrot as ass licker (after sending bbm continously and i guess my sister would drop the F bomb on me if i keep bbm-ing her during her social works on remote village in the middle of nowhere, while she's checking on some greys butts, ears and teeth. Good luck sista' pls don't catch whatever they have, you have an important trip ahead, and there's no way anyone could go without you!)



I would go to the moon




Wednesday, 14 July 2010

Suroboyo the hottest city!

Oke, maksud hati ingin pulang agak lama tapi apa daya, hingga hari Jumat terakhir, cuti tidak juga diberikan, jadilah si Muka Lebar pulang ke Surabaya pada saat weekend, dan kembali hari minggu malam.
Surabaya kota pahlawan ibukota Jawa timur, kota panas yang sedang mulai berkembang. Sudah cukup lama tidak mengunjungi Surabaya (ya elah kaya udah satu dekade gak pulang padahal terakhir bulan Maret hihihi) tidak banyak yang berubah dari kota ini, padat dan banyak motor tetap sama. Perokok dimana-mana tetap sama. Tapi trotoar kota tambah bagus. Hebat!
Di rumah gue banyak perubahan yang berarti, cat rumah jadi peach-orange (aneh lah) yang kemudian gue tau ternyata nyokap salah cat. Pas mau makan pusing lagi, karena gelas, piring, sendok ,garpu, berubah semua tempatnya. TV ade gue ganti (gue ngungsi ke kamar ade gue karena AC kamar gue mati. Tinggal di Surabaya gak pake AC ugh! PANASNYA ITU @#^&$^*!!), dan gue gak tau nyalainnya gimana (maklum TV kosan masih TV tabung std yg tombolnya ada di depan semua) sampe gue harus sms "Lix, nyalain TV gimana?" si elix menjawab "pencet atasnya dodolllll!!!", ah, ternyata diatas ada tombol-tombol nyaru gak kelihatan, setelah dipencet-pencet, kok tetep ga bisa, di goyang-goyang TV-nya tetep gak bisa, diketok-ketok gak nyala juga. Oke sudah kehabisan akal "nyooonggg tipinya gemanaaaah nyalinnyaaa? kok gaaa bisaaaa?" si elix belum bales, oke mungkin dia kuliah (elix: emang lagi kuliah!!) ternyata setalah di cek, kabelnya belom nyolok... hihihi, akhirnya dengan penuh rasa bersalah gue sms "Lix, taunya kabelnya belom nyolok hihihi, sampe lebaran monyet juga ga akan nyala" si elix membalas singkat "bego". Yang penting TV nyala bisa nonton pengakuan Cut Tari dengan akting nangisnya yang palsu abis di infotaimen.
Surabaya adalah kota dengan biaya hidup yang relatif kecil. Gue suka makan di Surabaya soalnya murah! Makanan favorit gue selama di Surabaya adalah (yang murah dan enak):
1. Bebek Goreng
Bebek yang enak itu adalah Bebek Sayang Anak (ada di dekat Tugu Pahlawan di sebelah Kantor Pos Besar dan sebelum masuk Tol ke Bumimoro atau Gresik yang selurusan dengan Jalan Jakarta), Bebek Karang Empat (cabangnya sudah banyak), Bebek Kayu Tangan (di Bratang) dan Bebek IDI (di depan IDI lurusannya FKUA Jalan Dharmawangsa).
2. Kambing
Selain di Sunan Ampel, kambing yang enak ada di RM. Tempo Doeloe di Jalan Kertajaya. Kalau ke Jalan Kertajaya jangan lupa ada cendol enak di toko buah Hokky tepat sebelum RM Tempo Doeloe.
3. Makanan Surabaya
I am not a big fan of makanan khas Surabaya, karena bisanya mengandung lorjuk, cingur, rebung. Tapi kalau menemani tamu biasanya dibawa makan ke RM Bu Kris di Jalan Kayoon, depan Pom Bensin Pertamina, atau Rujak Cingur di Plaza Surabaya (Delta) yang letaknya tidak jauh dari Jalan Kayoon atau yang agak mewah sedikit di Jalan Kertajaya ada Rumah makan Handayani.
4. Soto
Dunia persotoan di Surabaya dikuasai oleh dua nama besar yaitu Soto Pak Sadi dan Soto Pak Djo di Jalan Manyar Jaya (depan toko buku Manyar).
5. Bakso
Oh, bakso enak ada di Bakso Purnama di Jalan (Lupa) dekat Sutos (di sudut jalan) atau bakso Tanjung Anom di dekat Tunjungan center atau di depan Grahadi. Ada juga bakso goreng Kristus Raja di depan Gereja Kristus Raja.
6. Es Krim
Surabaya punya tempat makan es krim yang terkenal Zangrandi, jangan sampai gak nyoba macedonia. Huuum, yummy. Zangrandi ada di dekat balai kota, di Tunjungan Plaza 3, di Galaxy Mall 1. Selain Zangrandi, ada juga es krim Mon Cherie (yang dulu katanya salah satu pemilik Zgrdi kemudian pecah jadi dua), Mon Cherie ada di Delta Plaza dan Royal Plaza.
7. Apa lagi ya? itu aja dulu. Nanti kalu ingat disambung lagi.
Gue suka juga di Surabaya karena tetangganya baik-baik, dulu J.co baru buka (dimana org pada ngantri 1 kilometer buat beli) tetangga gue ngasi satu kotak, tiap minggu pagi dikasi roti pita dan kari kambing, kalo ada yang bikin hajatan pasti ngasi makanan, kalo mau beli jajan boleh ngutang dulu (nanti dibayar mamah), beli pulsa sama nyalon aja gak bawa duit bisa ngutang dulu (lho!). Kalo ada yang ultah di rumah dikasi kado. Tapi ade gue si Elix suka parah ignorant-nya. Jadi suatu malam di hari ulang tahunnya, datenglah anak tetangga, namanya Fir* anaknya Tante Tj*put, ngasi kado buat ade gue
Fir*: Teteh, ini ada kado dari Ibu Tj*put. Selamat ulang tahun yah.
Elix: Oh iya makasih bilangin ya makasih ya ke Tante Tj*put sama anaknya.
Nah, si Fir* yang notabene anaknya Tante Tj*put bengong. Ternyata ade gue ngira mereka pembantunya Tante Tj*put. Oke. Ternyata hal ini kejadian juga sama gue suatu siang yang panas gue gak kuliah dan belom mandi, datenglah tukang kayu ke rumah
Tukang kayu; bapaknya ada?
Gue: bapak lagi keluar, ada pesan pak?
Tukang kayu: saya mau ngasih bon, kalo anaknya ada?
Gue: iya ada (gue maksudnya)
Tukang kayu: iya anaknya aja, anaknya bisa dipanggilin mba?
Gue (dongkol): iya tunggu saya panggilin dulu...
akhirnya gue manggil temen gue yang kebetulan ada dirumah, udah mandi, dan rapih buat ngomong sama si tukang kayu. Hoam (gue ngantuk juga males urusannya). Pernah lagi mas-mas, yang dateng ke rumah nunggu bokap gue dan bilang (ke temen gue) "ini rumah kosong terus ya, bapak, ibu sama anaknya kemana ya?" (padahal gue yang bukain pintu, monyong!).
Sukurnya akhir-akhir ini tidak ada kejadian kaya gitu lagi, gue maupun ade gue sudah tidak lagi dikira dan mengira orang lain pembantu. Tapi tetep aja orang-orang suka salah melihat kita, misalnya:
Tante Kaya yang jalan-jalan pake daster dan rambut acak-acakan, sambil melihat gue "Eh, kok tambah cantik kamu?" dan melihat ade gue"Aduh, kapan balik dari Jakarta?". Kesimpulan gue lebih cantik dari ade gue. Hahahaha. (Walaupun suka dikira pembantu) Tapi pembantu gue juga aneh, manggil gue "Mbak Teteh" (karena nyokap gue manggil gue teteh), belom lagi kalo nganterin doi pulang ke depan, gue naik mobil duduk di depan, dia suka duduk di belakang. Berasa narik taxi gue...
Hmmm.
Gue jadi bingung ini cerita apa, surabaya, makanan ato pembantu?
Kangen pengen pulang lagi ke Surabaya.