Daisypath Anniversary tickers
Showing posts with label apple. Show all posts
Showing posts with label apple. Show all posts

Tuesday, 5 April 2011

The Apple Project

Sebagaimana diketahui bersama. Kalo si Muka Lebar suka makan dan si Muka Lebar cinta dessert. Bukan sembarang dessert. Chocolate warm cake/chocolate volcano/sebutan lainnya boleh jadi enak. Tapi tak ada yang seenak dessert yang pake apel. Yes. Apple pie, apple tarlet, apple crumble, apple cobbler are all delicious.

Mari dibahas, sebagai mana telah disebut dalam posting sebelomnya. Tidak ada yang mengalahkan kelezatan grandma's apple tarlet-nya ninety nine. Apel manis lembut diatas, pie kering gurih hangat, dengan es krim vanilla, dengan bubuk kayu manis, dan saus karamel sebagai pemanis. Heaven!
Si Muka Lebar favorite!



Setipe dengan yang diatas ada Bakerzin, juga pernah dibahas sebelomnya
Bakerzin apple pie

dengan komposisi nyaris sama, crusty apple pie, dengan vanilla ice cream on top of it dan apple fillingnya ada kismisnya. Apelnya juga lebih generous, tp tekstur dan rasa pie-nya, rasanya oke yang Ninety nine. Jadi apple pie hangat dan ice cream dingin, rasanya selalu Enak!

Ada yang baru dicoba si Muka Lebar Apple Cobbler di Spaggedis.
The giant apple cobbler

Jadi ini adalah semacam apple pie dengan pinggiran yang padat, semacam based cookies untuk cheesecake. Rasanya dasarnya tidak terlalu manis, tidak keras dan diatasnya ada apel yang sudah dimasak dengan kayu manis, diatasnya ada crumble, remahan kacang-kacangan (macademia, walnut, almond?) dan si pie yang jadi dasar (sepertinya) disajikan dengan eskrim vanilla. Asiknya porsi hidangan ini JUMBO! Rasanya sendiri lumayan, karena si Muka Lebar suka semua kecuali bagian kacangnya. Jadi tidak begitu spesial selain porsinya yang gede, rasanya ya apple cobbler.

Sodaranya dijual tepat diseberang si Apple Cobbler, yaitu Apple Crumble di Coffee Club.
The pretty apple crumble

Porsinya lebih standard. Tidak besar. Lapisan dasar pienya jelas, dan layering apel sebagai isi pienya lebih jelas. Sungguh cantik dilihat dari samping, diatasnya ada remahan pie. Ditaburi gula halus dan cinnamon powder dan ice cream vanilla. Rasanya yummy !! Pie-nya lebih keras dan gurih, apelnya lembut dan tidak telalu manis, crumble pie-nya juga renyah dan manis karena gula putih diatasnya. Worth to try!

Si Muka Lebar pernah makan apple pie di sebuah restoran mahal, tetapi memilih untuk tidak membahasnya, karena kecewa. Apelnya asem sekali. Walaupun pie basednya enak. Hiks sebal.

Selain dessert apel dengan bahan dasar pie, Seribu Rasa dengan cita masakan peranakannya punya apple and banana crepe (lupa judulnya to kayanya crepe deh) digulung dalam crepe lembut yang hangat jangan lupa sausnya, karamel dan apel, dengan es krim vanilla dan lagi-lagi si cinnamon powder. Enak sekali!

Menurut si Muka Lebar, dessert apple yang enak itu adalah pie gurih renyah yang hangat dengan apple filling yang manis (jangan kemanisan) with a hint of cinnamon dan vanilla ice cream yang light. Suatu hari nanti si Muka Lebar bercita-cita pasti akan membuat pie apple yang enak. Hahahahaha!

*selama masi belom bisa bikin, beli aja dulu. Hohoho. Pic yang di Seribu Rasa menyusul yah.


Published with Blogger-droid v1.6.7

Monday, 19 July 2010

Pick a dish!-May you be lucky?

Oke, sebelom mulai pembahasan, sebenarnya penasaran juga sama arti "Foodie". Menurut wikipedia

"Although the two terms are sometimes used interchangeably, foodies differ from gourmets in that gourmets are epicures of refined taste who may or may not be professionals in the food industry, whereas foodies are amateurs who simply love food for consumption, study, preparation, and news.[1] Gourmets simply want to eat the best food, whereas foodies want to learn everything about food, both the best and the ordinary, and about the science, industry, and personalities surrounding food.[2]"

Intinya kali ini mau cerita resto favorit si Muka Lebar dan Kaki Berbulu. Kita suka sekali Bakerzin. Di Jakarta kita selalu makan di Bakerzin Plaza Senayan, di Surabaya Bakerzin ada di Tunjungan Plaza IV (kita belom pernah coba makan di Surabaya tapi).

Well, Bakerzin ini sama halnya cafe-cafe lainnya yang menawarkan makanan dari west-east, dengan rasa yang oke banget tentunya. Kali pertama makan di Bakerzin, si Kaku Berbulu menjagokan Fried Oxtail Soup. Yang menurut dia enak banget. Si Muka Lebar memesan Oxtail Soup (original) yang menurut Si Muka Lebar rasanya saat itu agak amis, dan setelah diganti yang baru jejak amis masi ada. So, oxtail definitely not my favorite menu in Bakerzin.


Kedatangan selanjutnya si Muka Lebar mencoba peruntungan dengan pasta, mulai dari Aglio E Olio, yummy, rich, spicy dan yg paling penting gak terlalu oily. Selera si Muka Berbulu gak suka yang terlalu oily. Sekali waktu datanglah kita ke Bakerzin, dan Muka Lebar memesan Pesto Linguini Veal. How does it taste?

amazingly delicious.
intinya pasta dengan saus pesto served with spicy veal.
Saus pesto rasanya ok, ada spicy black pepper, sedikit oily, dan hal itu termaafkan karena ada tomat cincang segar, yang sudah dibumbui garam dan olive oil (napak basah sedikit oily dan gurih), dan di spicy veal yang di iris tipis, setengah matang, juicy, gurih dan pedas karena dilumuri bubuk cabe. Si pesto linguini with veal ini never let me down.
Selalu ok, rasanya setiap kesana!
Yummy!

Si Kaki Berbulu juga punya menu favorit baru, yaitu chicken cutlet with baby potato. Yang mana si Muka Lebar juga suka. Jadi boneless chicken, ditumis dengan kecap bawang dan dihidangkan di fried pan dengan roasted baby tomato.

I found this on my previous un-posted story
"We are lucky to find this new tasty menu in Bakerzin. We have ever tasted one dish like this in another restaurant, but this Bakerzin's Chicken Cutlet taste better. Soft, sweet and delicious. We are lucky! This chicken is our new favorite.

Finally, we decided to try our luck by ordering chicken wings. And it turned out we're not that lucky. It taste like frozen food, with funny smell (i said funny means it is not a good smell). It is just bad choice. Kaki Berbulu have to eat it with Chicken Cutlet sauce to add the flavor, it didn't work on me. I still cannot enjoy it. I guess we are not that lucky!"

Sisanya menu favorit Bakerzin adalah Baileys Cream Soufflé, yang rasanya mantab. Ingin mencoba dessert lain namun sayang sekali, dokat tak menunjang. Trus di kesempatan lain kita mencoba Apple pie/tart. Rasanya lumayan, cruchy, manis, gak lebay manisnya, cinammonnya kerasa, apelnya agak asem dan empuk. Tapi menurut muka lebar untuk apple tarlet, punya ninety nine the best deh...


So do you want to pick a dish? good luck!

Thursday, 15 July 2010

Randomly walking, incidentally having great dessert and finally watching 3D

Malam ini dengan semangat tinggi penghematan dan ingin hidup sehat
kami memutuskan untuk jalan kaki ke Grand Indonesia!


Ini adalah kedua kalinya kami berjalan ke Grand Indonesia. Kami mengambil rute yang sedikit berbeda, agak jauh dan melewati gang-gang gelap nan sempit. Maksud hati menghindari polusi udara, kami melewati gang motor, eh setelah berjalan di gang gelap nan sempit, ternyata ada yang membakar sampah sama aja dong. Polusi.
Kami kemudian keluar di Jalan Jendral Sudirman. Jalan kaki di jam pulang? Hmmm, pengalaman yang menarik, banyak pekerja menunggu bis di halte, banyak bis yang berhenti seenak jidat (padahal sudah ada halte, tapi bis yang datang kemudian, malah berhenti di sebelah bis yang sedang berhenti di halte, malah ada yang posisinya menyerong!), terotoar di Jalan Jendral Sudirman sunguh sangat lebar dan bagus, sayangnya terotoar tidak hanya dipakai pejalan kaki, tetapi juga sebagai jalanan motor (tukang ojek mungkin?), jelas mengganggu. Tapi diantara semua hal yang mengganggu, ada satu yang PALING MENGGANGGU.

BAU PESING.
Baru tau kalo ternyata pohon-pohon atau dinding bisa dijadikan tempat untuk buang air. Selain trotoar di Jalan Sudirman, Si Muka Lebar mendapati pengamen yang buang air di papan gedung di sebelah Halte Tosari, iuuhhh. Wow, betapa idiot besernya pria-pria itu?

Sesampainya di Grand Indonesia, kami masuk ke Harvey Nichols (dengan keringetan dan kumus-kumus) kami memutuskan untuk makan di Ranch Market yang baru buka dan ternyata Ranch Market tidak memiliki tempat makan ditempat (dine in?). Super lelah karena habis berjalan dan kaki pegal, di depan Ranch market ada Resto Ninety Nine, dan dengan implusif (lapar dan capek luar biasa setelah berjalan) kami memutuskan makan disitu.
Ninety nine adalah resto yang menyediakan beragam jenis makanan, pasta, steak, pizza, makanan indonesia. Dengan suasanya yang nyaman dan modern. Jadi ruang smoking terdapat di dalam dan ruang non smoking di luar yang open area dan orang bisa melihat apa yang kita makan (karena gue juga melihat makanan orang-orang).
Si kaki berbulu memesan oxtail soup yang digoreng dan si Muka Lebar memilih paket promo yaitu segala jenis masakan salmon (Australian salmon) akan mendapatkan dessert for free. Jadi lah Salmon with padang sauce ditemani shoestring fried rice dan dessertnya apple tarlet with vanilla ice cream. Minumnya kita yang biasa aja air mineral, dan ditengah-tengah makan kita pesan crushed berry tea, karena mupeng melihat orang yang minum itu.

Oke si oxtail datang, rasanya enak, kuahnya pekat, gelap dengan berbumbu terasa jelas dengan kentang tomat dan wortel tak lupa genangan minyak kuning yang jumlahnya wajar (termaafkan lah). Dagingnya sendiri digoreng, empuk dan si Muka Lebar berpendapat, banyak lemaknya (banyak juga dagingnya sih) jadi lumayan, nasi diletakan di dalam mangkuk (cara akan yang aneh), jadi ada 3 piring tempat sup dalam mangkok besar, tempat buntut dan mangkuk nasi (belom emping dan sambel yang dileakan di tempat terpisah). Meja langsung penuh. Tak lama kemudian ikan datang, Salmon Saus Padang, enak dan pedas. Ini baru namanya saus padang! Nasi goreng karena judulnya shoestring fried rice, Si Muka Lebar tidak terlalu optimis dengan rasanya, dan ternyata betul, nasi goreng pucat dengan serutan wortel dan bawang daun, dengan rasa yang anyep, oke pas lah dengan ikan saus padang yang sangat berbumbu. Ikannya cukup besar, segar dan enak. I considered it as i ate Salmon with the rice as side dish.
Selesai menu utama (Salmonnya tidak habis jadi dibungkus) kami masuk ke penutup. Crushedberry datang, stawberry yang dihancurkan dalam flavoured tea, dengan daun mint. Enak! Oke datang lah Apple Tarlet with Vanilla Ice Cream. Ya, ampun enak bangeeet! Apple tartnya masih hangat, dipotong menjadi empat bagian dengan apel yang empuk, taburan cinnamon, dan pie crust yang gurih dan renyah di pinggir. Baunya itu loh, cinnamon, vannila, dan asin butter, esnya dingin langung meleleh, hiasan karamel dibawah piring bersatu dengan lelehan Vanilla Ice Cream jadi super manis tapi tidak merusak rasa si Apple Tarlet tadi, ini enaaaaaakk sekali saudara-saudara (sampe mau nangis makannya.. oke lebay si Muka Lebar itu kelaparan namanya). What can be better than a warm sweet good smell delicious dessert with ice cream on top of it?
Selesai makan dengan hati senang, Si Muka Lebar menemukan (hasil pengamatan sambil jalan ke atas) bahwa si apple tarlet tadi sebenarnya terdiri lebih dari 4 potong, maksudnya di meja lain yang memesan menu yang sama Apple Tarletnya tampak lebih banyak, jadi Si muka Lebar asumsikan mungkin kalau promo hanya dapat sebagian.
Kami segera berjalan ke Blitz Megaplex. Oke, saat ini selain promosi kartu kredit buy 1 get 1 (seperti dalam cerita sebelumnya kami tidak memiliki CC yang berpromo buy 1 get 1) di Blitz Megaplex ada promo Blitz Summer Passport. Berlaku sampai Bulan September 2010. Sistemnya adalah apabila kita nasabah Bank CIMB Niaga kita dapat membeli Blitz Passport dan akan mendapat 3 tiket nonton untuk weekdays dan 2 weekend. Ditambah 5 kupon bonus (buy 1 get 1 3D, upsize popcorn, discount games dan souvenir, etc), Blitz Passport hanya bisa digunakan ditempat dibelinya Passport tersebut.
Ini tahun kedua kami membeli Blitz Passport dan sangat menguntungkan (lumayan lebih hemat), walaupun harga blitz passport tahun ini naik 25.000 IDR, tapi dapet voucher buy 1 get 1 untuk nonton 3D. Akhirnya malam ini kami memutuskan untuk menggunakan voucher buy 1 get 1 nonton 3D karena kami belom pernah mencoba nonton 3D di Blitz Megaplex.

Kami akan nonton Despicable Me.

Nnton 3D di Blitz memang beda (ya iya lah beda bioskop), kacamatanya lebih nyaman, karena seperti kacamata betulan dan bisa di dobel dengan kacamata kita. kualitas 3D juga lebih baik. Filmnya sendiri, cukup aneh dan lucu dan menarik. Tidak semengharukan Toys Story, tapi akhirnya so sweet, yah namanya juga film kartun.
Kami pulang larut malam, kenyang dan bahagia.

Kecuali bagian bau pesing (euh, it's gross)