Hm, hasrat jalan-jalan yang besar ditambah dengan cuti panjang tanpa rencana ternyata membuat gue berakhir tidak di tempat liburan eksotis atau negeri disebrang sana, karena keterbatasan dokat, hepeng alias du to the it, here i am... di Surabaya. The hottest city (i have ever lived) yang udah berhari-hari ini (sejak gue dateng) dilanda mendung, hujan badai dan kadang gerimis. Which is good karena gak panas, dan menjadi gak oke, karena eike ga bisa menjajal si Cantik untuk memotret tempat-tempat menarik disini. Boring. Jadi kegiatan gue adalah baca buku, yang akhirnya juga gue nikmati, ud lama ga baca buku, tenang dan tak terganggu (tentunya bacanya saat nyokap ga ada, karena nyokap punya kecendrungan manggil-manggil "Teeeehhh... teeehhhh... teehhhh" *gak berhenti kalo ga dateng, asli* trus memberdayakan kita *gue* yang nganggur ini, buat macem2 ngambil barang, beres2, nganterin, dengerin cerita ga penting, liat sesuatu, dll). Ngomong soal surabaya, sekarang banyak banget Mall baru buka, ckckck. Yang penting ruang publiknya dijaga walaupun panas harus tetep cakeb!
Stuck di Surabaya, ingin deh rasanya jalan-jalan jauh, kemana gitu, tapi apa daya, kemampuan finansial terbatas. Hiks. Sedih, well anyway, setelah browsing ngalor ngidul, setelah tau ribetnya ngurus visa (ya elah ngurus aja belom) ulang setalah tau ribetnya mencoba mengurus visa ke Eropa, mari kita berpaling ke negara yang lebih bersahabat memberikan fasilitas Visa on Arrival atau bebas Visa dengan kata lain, kita tidak perlu sibuk mengurus visa di kedubes negara bersangkutan untuk mengunjungi negara tersebut, negara-negara yang memberika fasilitas Visa on Arrival atau bebas Visa bagi pemegang Passport (hijau) Indonesia adalah:
Asia
Thailand -- bebas visa untuk 30 hari.
Singapore -- bebas visa untuk 30 hari.
Vietnam -- bebas visa untuk 30 hari.
Malaysia -- bebas visa untuk 30 hari.
Kamboja -- Visa on Arrival (http://www.cambodia-travel.com/information/cambodia-visa.htm for more info)
Sisanya banyak (males nulis), pls check http://id.wikipedia.org/wiki/Paspor_Indonesia atau website lain yang bisa dijadikan suber berita tentang perlu atau tidaknya visa untuk mengunjungi negara tertentu.
Oh, iya katanya Turki sekarang bebas visa loh! (http://www.hurriyetdailynews.com/n.php?n=turkey-indonesia-to-lift-visa-requirements-2010-06-29). Tapi yang paling aman tanya lah teman, kawan, kerabat, saudara, famili semenda tiga keatas dan kebawah, tetangga, pacar, selingkuhan, tentang perlu visa/tidaknya tempat yang dituju atau hubungi kedutaan besar yang bersangkutan. Nih ada blog yang nulis alamat kedutaan besar http://djakartanews.blogspot.com/2010/03/daftar-kedutaan-besar-di-jakarta.html.
Yang penting sebelom pergi adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya soal tempat tersebut. Biar ga melongo, liburan tenang dan lancar. Cihuy!
Ps: jangan lupa oleh-oleh
A simple story of an ordinary life of a wife who loves cat, day dreaming and any thing in between.
Showing posts with label Surabaya. Show all posts
Showing posts with label Surabaya. Show all posts
Tuesday, 4 January 2011
Wednesday, 14 July 2010
Suroboyo the hottest city!
Oke, maksud hati ingin pulang agak lama tapi apa daya, hingga hari Jumat terakhir, cuti tidak juga diberikan, jadilah si Muka Lebar pulang ke Surabaya pada saat weekend, dan kembali hari minggu malam.
Surabaya kota pahlawan ibukota Jawa timur, kota panas yang sedang mulai berkembang. Sudah cukup lama tidak mengunjungi Surabaya (ya elah kaya udah satu dekade gak pulang padahal terakhir bulan Maret hihihi) tidak banyak yang berubah dari kota ini, padat dan banyak motor tetap sama. Perokok dimana-mana tetap sama. Tapi trotoar kota tambah bagus. Hebat!
Di rumah gue banyak perubahan yang berarti, cat rumah jadi peach-orange (aneh lah) yang kemudian gue tau ternyata nyokap salah cat. Pas mau makan pusing lagi, karena gelas, piring, sendok ,garpu, berubah semua tempatnya. TV ade gue ganti (gue ngungsi ke kamar ade gue karena AC kamar gue mati. Tinggal di Surabaya gak pake AC ugh! PANASNYA ITU @#^&$^*!!), dan gue gak tau nyalainnya gimana (maklum TV kosan masih TV tabung std yg tombolnya ada di depan semua) sampe gue harus sms "Lix, nyalain TV gimana?" si elix menjawab "pencet atasnya dodolllll!!!", ah, ternyata diatas ada tombol-tombol nyaru gak kelihatan, setelah dipencet-pencet, kok tetep ga bisa, di goyang-goyang TV-nya tetep gak bisa, diketok-ketok gak nyala juga. Oke sudah kehabisan akal "nyooonggg tipinya gemanaaaah nyalinnyaaa? kok gaaa bisaaaa?" si elix belum bales, oke mungkin dia kuliah (elix: emang lagi kuliah!!) ternyata setalah di cek, kabelnya belom nyolok... hihihi, akhirnya dengan penuh rasa bersalah gue sms "Lix, taunya kabelnya belom nyolok hihihi, sampe lebaran monyet juga ga akan nyala" si elix membalas singkat "bego". Yang penting TV nyala bisa nonton pengakuan Cut Tari dengan akting nangisnya yang palsu abis di infotaimen.
Surabaya adalah kota dengan biaya hidup yang relatif kecil. Gue suka makan di Surabaya soalnya murah! Makanan favorit gue selama di Surabaya adalah (yang murah dan enak):
1. Bebek Goreng
Bebek yang enak itu adalah Bebek Sayang Anak (ada di dekat Tugu Pahlawan di sebelah Kantor Pos Besar dan sebelum masuk Tol ke Bumimoro atau Gresik yang selurusan dengan Jalan Jakarta), Bebek Karang Empat (cabangnya sudah banyak), Bebek Kayu Tangan (di Bratang) dan Bebek IDI (di depan IDI lurusannya FKUA Jalan Dharmawangsa).
2. Kambing
Selain di Sunan Ampel, kambing yang enak ada di RM. Tempo Doeloe di Jalan Kertajaya. Kalau ke Jalan Kertajaya jangan lupa ada cendol enak di toko buah Hokky tepat sebelum RM Tempo Doeloe.
3. Makanan Surabaya
I am not a big fan of makanan khas Surabaya, karena bisanya mengandung lorjuk, cingur, rebung. Tapi kalau menemani tamu biasanya dibawa makan ke RM Bu Kris di Jalan Kayoon, depan Pom Bensin Pertamina, atau Rujak Cingur di Plaza Surabaya (Delta) yang letaknya tidak jauh dari Jalan Kayoon atau yang agak mewah sedikit di Jalan Kertajaya ada Rumah makan Handayani.
4. Soto
Dunia persotoan di Surabaya dikuasai oleh dua nama besar yaitu Soto Pak Sadi dan Soto Pak Djo di Jalan Manyar Jaya (depan toko buku Manyar).
5. Bakso
Oh, bakso enak ada di Bakso Purnama di Jalan (Lupa) dekat Sutos (di sudut jalan) atau bakso Tanjung Anom di dekat Tunjungan center atau di depan Grahadi. Ada juga bakso goreng Kristus Raja di depan Gereja Kristus Raja.
6. Es Krim
Surabaya punya tempat makan es krim yang terkenal Zangrandi, jangan sampai gak nyoba macedonia. Huuum, yummy. Zangrandi ada di dekat balai kota, di Tunjungan Plaza 3, di Galaxy Mall 1. Selain Zangrandi, ada juga es krim Mon Cherie (yang dulu katanya salah satu pemilik Zgrdi kemudian pecah jadi dua), Mon Cherie ada di Delta Plaza dan Royal Plaza.
7. Apa lagi ya? itu aja dulu. Nanti kalu ingat disambung lagi.
Gue suka juga di Surabaya karena tetangganya baik-baik, dulu J.co baru buka (dimana org pada ngantri 1 kilometer buat beli) tetangga gue ngasi satu kotak, tiap minggu pagi dikasi roti pita dan kari kambing, kalo ada yang bikin hajatan pasti ngasi makanan, kalo mau beli jajan boleh ngutang dulu (nanti dibayar mamah), beli pulsa sama nyalon aja gak bawa duit bisa ngutang dulu (lho!). Kalo ada yang ultah di rumah dikasi kado. Tapi ade gue si Elix suka parah ignorant-nya. Jadi suatu malam di hari ulang tahunnya, datenglah anak tetangga, namanya Fir* anaknya Tante Tj*put, ngasi kado buat ade gue
Fir*: Teteh, ini ada kado dari Ibu Tj*put. Selamat ulang tahun yah.
Elix: Oh iya makasih bilangin ya makasih ya ke Tante Tj*put sama anaknya.
Nah, si Fir* yang notabene anaknya Tante Tj*put bengong. Ternyata ade gue ngira mereka pembantunya Tante Tj*put. Oke. Ternyata hal ini kejadian juga sama gue suatu siang yang panas gue gak kuliah dan belom mandi, datenglah tukang kayu ke rumah
Tukang kayu; bapaknya ada?
Gue: bapak lagi keluar, ada pesan pak?
Tukang kayu: saya mau ngasih bon, kalo anaknya ada?
Gue: iya ada (gue maksudnya)
Tukang kayu: iya anaknya aja, anaknya bisa dipanggilin mba?
Gue (dongkol): iya tunggu saya panggilin dulu...
akhirnya gue manggil temen gue yang kebetulan ada dirumah, udah mandi, dan rapih buat ngomong sama si tukang kayu. Hoam (gue ngantuk juga males urusannya). Pernah lagi mas-mas, yang dateng ke rumah nunggu bokap gue dan bilang (ke temen gue) "ini rumah kosong terus ya, bapak, ibu sama anaknya kemana ya?" (padahal gue yang bukain pintu, monyong!).
Sukurnya akhir-akhir ini tidak ada kejadian kaya gitu lagi, gue maupun ade gue sudah tidak lagi dikira dan mengira orang lain pembantu. Tapi tetep aja orang-orang suka salah melihat kita, misalnya:
Tante Kaya yang jalan-jalan pake daster dan rambut acak-acakan, sambil melihat gue "Eh, kok tambah cantik kamu?" dan melihat ade gue"Aduh, kapan balik dari Jakarta?". Kesimpulan gue lebih cantik dari ade gue. Hahahaha. (Walaupun suka dikira pembantu) Tapi pembantu gue juga aneh, manggil gue "Mbak Teteh" (karena nyokap gue manggil gue teteh), belom lagi kalo nganterin doi pulang ke depan, gue naik mobil duduk di depan, dia suka duduk di belakang. Berasa narik taxi gue...
Hmmm.
Gue jadi bingung ini cerita apa, surabaya, makanan ato pembantu?
Kangen pengen pulang lagi ke Surabaya.
Labels:
Blablabla,
Family,
Kisah Muka Lebar,
Makan,
Surabaya
Subscribe to:
Posts (Atom)