Daisypath Anniversary tickers
Showing posts with label Hukum. Show all posts
Showing posts with label Hukum. Show all posts

Monday, 18 October 2010

Living with the Rumors

Here is several rumors that live among those people about anyone who has my profession.

#1 People say that anyone who has my profession lives glamorous. Notwithstanding the facts that i am still A JUNIOR in this business (although i have passed the bar exam, i have not had a professional license-i have to wait until i am 25), but take a look at my collagues...

(with the back sound of "Guilty Conscience" Eminen Ft. Dr.Dre) Dr. Dre's voice
"Meet A, she working in a well known firm. On the weekend, after a long working hours she spent Friday night in the top notch club with friends, and wakes up in the saturday afternoon, goes to the mall, has a sandwich club as brunch in a cozy cafe, then goes to magnificent Tony and Guy and gets her hair dyed, walks for window shopping and ends with a pair of fancy shoes that are not on sale and do not forget, a delicious dinner in Marche."

Eminem's Voice
"Meet Me, she works in the same office. On the weekend, after a long working hours on Saturday afternoon, skipping breakfast and lunch to find a discount stuffs, then go to market (Pasar Festival is festive market right?) to have Wendy's Baked Potato as a lunner to go (between lunch and dinner, what would you call it?) and eat it in a famous Jhonny Andrean to get her hair treated for hair loss, and end up the day with KFC to go as dinner and do not forget to buy Sex and The City series (SATC in 2010, you gotta be kidding me!)"

the conclusion, we do not always live glamorous. I do live like normal people. Am i right?:bowlofhappiness:

#2 People say that anyone who has my profession can not watch a movie after work or have a favorite soap opera in the local channel.


They are wrong! Here i am, finishing my work, get home as soon as possible and turn on the TV to watch everything that is left on the menus. It is important to have cable, the show sometimes is replayed, if you miss the 7 pm show, you can always catch it at 11 pm and 2 am. I usually watching Desperate Housewives at 1 am and it is as fun as the show at 7 pm. One of my collague is also has her own favorite show and watched it regularly after work in the cable. (oke, it is not local channel but what do you expect from local channel?).

#3 People say that anyone who has my profession always go to the court (and hell, wtf?!). And the most interesting was my freaking weird junior at school, called me one night (he is looking for my sister but frankly my sister was afraid to him, because he is weird, surprise?) and said "Mbak, you are not afraid that someone will pay a hit men to kill you?" -because of my profession to be at that time, i was still in university-

Oke, i always tell everyone there are lots type of my profession and we are the one who does not go to the court. We have a litigation section but only for commercial litigation. In life (work, study, relationship) we always have a choice, between the right and wrong. That is what we are doing no matter what we do, we always have a choice to do whether the right or wrong thing.  Talking of hell, who the hell in this world who does not go to the hell?

Oke another the rumors out there about my profession....
Hm, have any? Let me know. I will gladly tell the truth Happy Crash Bandicoot Smiley.

Tuesday, 6 July 2010

Obsat #3: Corruption is immoral

Beberapa hari yang lalu Si Muka Lebar mandatangi diskusi untuk membahas bagaimana nasib pemberantasan korupsi di negeri ini. Setelah drama panjang menuju tempat diskusi (yes my life is full of drama), kami berhasil mengikuti diskusi ini. Diskusi ini diadakan dalam acara Obrolan Langsat di Rumah Langsat yang terletak di Jalan Langsat. Obsat ini mengundang dua pembicara yaitu Pak Bibit dan Pak Chandra. Diskusi tahap pertama lebih membahas pendapat Bibit-Chandra tentang kasus yang menimpa dirinya, dan disampaikan kejanggalan-kejanggalan penangkapan yaitu:

(1) Alasan penangkapan adalah penyalahgunaan wewenang dan penyuapan (terkait surat penahanan koruptor Ang-something) yang menurut hukum yang berlaku (UU TPK) kalau mau keberatan atas surat tersebut dapat digugat ke Pengadilan

{{Menurut pendapat gue pribadi, berarti Surat Penahanan itu bukan KTUN dan tidak dapat di gugat di PTUN, setahu gue UU TPK mengikuti KUHAP kecuali ditentukan lain oleh UU TPK-misalnya pembuktian terbalik- dan keberatan atas proses penangkapan,dll adalah Praperadilan sebagaimana diatur di KUHAP -please correct me if i am wrong-, dipoin ini gue agak miss dimana dasarnya kalau keberatan harus diajukan di PN –walaupun di UU TPK diatur bahwa terhadap putusan penyitaan harta hakim Tipikor, buat pihak ketiga yang beritikad baik dan hartanya ikut disita, dapat mengajukan keberatan ke Pengadilan yang bersangkutan, but still itu kan proses sebelum ada Surat Tuntutan oleh JPU-. Seharusnya gue tanya langsung disana, tapi jelas Pak Chandra sudah menyebutkan “kita tidak akan membahas hukum ya *nanti panjang-well yes, Sir it will be* "}}}

(2) that so called-Bukti Kuat Kepolisian- (yang selanjutnya dalam perjalanan kasus ini disebut sebagai “Buaya”) yang menjadi dasar tersangka tidak pernah dilihat langsung oleh Bibit-Chandra dan Kuasa hukum; dan

(3) Bibit-Chandra punya bukti yang dapat ditunjukan bahwa pada saat penyuapan terjadi mereka ada di tempat lain.

{{{Menurut pendapat gue pribadi, sejak gue juga tidak melihat langsung bukti-bukti pada poin (2) dan poin (3), maka gue anggap dua poin tersebut tidak ada (jadi poin 2 dan 3 hanya ada bagi orang-orang yang telah melihatnya langsung)}}}

Setelah ketua KPK turun (because of you know what), dan sekarang dua wakilnya tersangkut kasus ini dan kemudian kasus ini menggantung, (tapi dua tokoh ini masih resmi mejabat karena sampai ada Keputusan Presiden yang menurunkan). Banyak memang cobaan bagi KPK, termasuk isu pengurangan budget KPK oleh MPR-DPR (gue belum pernanh dengar isu ini, tapi mengingat DPR minta dana aspirasi? Hey, WTF!). Otomatis kinerja KPK menurun.

-------------------------------------------


Mengapa korupsi ini ada di negeri ini dan ada dimana saja? Gak perlu gue bahas (baca aja buku sosiologi korupsi), semua juga tau ideologi bangsa ini selain Pancasila adalah Besar Pasak dari pada Tiang, no wonder korupsi ada dimana-mana. Karena menurut banyak orang di negeri ini lebih senang kemana-mana pake mobil mewah, pakaian perlente dan rumah mentereng di Menteng atau Pondok Indah.

Pake alesan sayang anak-istri, istri tercinta minta dibeliin tas Louis Vuitton dan sepatu Jimmy Choo (yang bacanya aja suka salah!) belom lagi harus Spa berlian (biar kulit sawo mateng bisa kinclong dikit), botox dan oprasi plastik (yang mau dipermak kaya gimana mukanya tetep sama aja-walopun sebagian sukses jadi tante gaul metropolitan),


the mighty LV bag is whispering "buy me...buy me..."

anaknya yang kuliah harus bawa mobil dengan warna custom made biar match sama kuteks-nya dan cat kamarnya dan harus nonton konser The Killers di Singapura karena kalo gak nonton nanti dibilang gak asik sama gengnya (walopun gak jadi dateng)
=

dan anak SMP-nya harus beli I pad, karena Blackberry-nya hang melulu.

what a life dude, hidup lo berat amat sih, padahal pangkat masih middle position di institusi manapun yang lo curangi. Harus ngebiayain keluarga yang banyak mau barang mewah (double BM). Belom lagi lo harus menjaga tali silaturahmi dengan siapa pun orang yang nempatin lo di posisi basah, ato yang lo suap biar lo bisa berada disitu (dengan hadiah-hadiah mewah juga tentunya).


Jangan rugi bandar ya... hitung-hitung!

-------------------------------------------

Sesi kedua adalah bagaimana Pemberantasan Korupsi ke depan? Poin penting yang dapat gue tangkap adalah:

(1) Benahi diri sendiri! –jujur pada diri sendiri, jangan ambil hak orang lain dan jangan mengeluarkan duit tanpa tanda terima!-
Buat abdi negara, hidup itu berat, tapi tuhan gak akan ninggalin lo gitu aja, have faith!
Buat yang bukan abdi negara, mereka gak akan minta kalo kita gak kasih. Your job will go easier if you make friends not bribe. (Easy to talk rather than to do; so just start from your self)

(2) Yang bisa melakukan pencegahan Korupsi adalah Eksekutif-Legislatif dan Yudisiil, jadilah pejabat yang baik (ibarat membolongi batu dengan air, susah dan berat tapi bukan berarti ga bisa kan?). Pemimpin yang bukan pengusaha, pegusaha dan agamawan yang tidak berpolitik, media yang bukan milik politikus. Sebaik-baiknya hukum, paling baik adalah penegak hukum dan pelaksanaan hukum yang baik, jadi percuma aja hukum yang baik dibuat kalau penegakan dan pelaksanaannya kacrut. So be good people.

(3) KPK adalah pemberantas korupsi dan pemberi efek jera pada pelaku. Disini ujung tombak pemberantasan Korupsi.
Jangan sampai KPK tidak ada.
Satu hal yang disebut Pak Chandra “KPK Malaysia, Brunei dan Myanmar belajar dari KPK Indonesia, sekarang Malaysia sudah maju, masa punya Indonesia hilang?”
dan untuk menjawab apa yang terjadi kalo KPK hilang, Pak Chandra mengatakan “Suram... Masa depan Indonesia akan suram”

(4) Bidang-bidang utama yang harus bebas dari korupsi menurut Pak bibit adalah Aparat (Eksekutif, Legislatif dan Yudisiil termasuk aparat Penegak Hukum), Keuangan Negara, Pelayanan Publik dan Sumber Daya Alam.

-------------------------------------------

Well, itu lah intinya diskusi singkat tentang Keseriusan Bangsa ini dalam Menangani Korupsi. Dalam tulisan ini gue tidak menulis untuk membela Bibit dan Chandra tapi poin gue adalah bagaimana KPK harus tetap ada (KPK yang gue omongin tentu saja KPK yang orang-orangnya "bener" yah) untuk terus memberantas korupsi. Have faith that someday we can beat all the bad guy! Disela-sela diskusi ini, ternyata ada hiburan dari rapper Yogya dengan lagunya ada cicak nguntal boyo. Walaupun bau asap rokok, dingin, kaki kesemutan kami mendapatkan pencerahan .

Say no to Korupsi