Terlama sepanjang sejarah umat manusia gue gak ngeblog.... Argh I miss writing (other than legal stuffs)... Oke quick catch up in my life:
I am still alive, and I am still strugling in this city, to make a life... a decent one :p
My life consists of Work is amazingly complicated (plenty of them), because I have less girl friends around, only few times I spend with them (and it makes every time I meet them so precious), family away so not much seeing them also, and husband-wife time... full time on weekend. We don't seeing and talking to each other much on work days... We both works so hard so that we can buy a island in the middle of nowhere living in a beach house, reading books and drink coffee all the time, no more drafting agreement and taking care of someone else's billions transactions :D *keep on dreaming*
"Hidup itu perjuangan, bung!" itu kata siapa ya? Entah lah, but I believe it is... Karena babeh (bukan yang gede, he is my butut's husband) mengajarkan bahwa kalo kamu mau sesuatu ya harus usaha... dulu mau beli apa-apa disuruh nulis dulu, bikin karangan. nothing comes for free... malah kadang-kadang udah bikin karangan ga dibeliin (my writing not good enough or babeh ga punya duit aja buat beliin hahaha...)
Sejak kerja di Starship, I go to work early in the morning 5.30 atau 5.45, dan jalanan sudah padat, terkadang merayap penuh sesak dengan kendaraan para pekerja... they are all hard workers! berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam...(si kaki berbulu dengan datarnya bilang "karena mereka males macet aja makanya pagi..."---- tapi bukankah macet juga karena banyaknya pekerja yang mau bekerja?).
Gue pulang naik ojek, kadang-kadang busway, with all the other workers... we have to beat the traffic (human traffic bagi pengguna kendaraan umum seperti busway dan bis kota*you know what I mean if you are using public transportation*), dan gue kagum dengan semua orang yang melalui seluruh perjuangan berangkat-kerja-pulang kerja ini...terlebih lagi kalau sampai rumah masih harus masak, ngurus anak, nyuci-nyuci... betapa hidup adalah perjuangan.
Gue sendiri ritual pulang gue adalah mandi, umbah-umbah, langsung rebahan minum susu sambil baca buku... (terima kasih kepada laundry kiloan di bawah penthouse) kalo gak ngantuk dan dikomplen si kaki berbulu karena kotor, gue nyapu penthouse yang luasnya bisa dipake sebagai tempat turnamen futsal buat 15 tim sekaligus (tim tomcat)... beruntungnya hidup gue =P gak pake masak (maklum si kaki berbulu biasanya pulang setelah gue bobok hehehe)
Most people, yang gue ceritain ritme baru hidup gue (well work in Starship and the marriage life are new things to me) menyeringai, entah kasihan, sedih, merasa aneh, gak normal, orang terdekat terkadang terus terang bilang "are you ok with that?" *kira-kira begitu lah*
Apa yang membuat kita semua mau aja berangkat pagi pulang malem, super tired, but we never stop, we will do it again tomorrow and the next day... well, we do it for many reasons, buat hobi, dari pada bengong, buat beli rubikon, nyekolahin anak, to keep alive... kl gue ya buat beach house tadi, disamping gue suka aja naik busway dan ojek *preeeet*
Menurut gue dengan segala rutinitas weekday gue, setiap weekend adalah kemewahan. Gue akan bersyukur bangun di atas jam 8, bersyukur bs bercengkarama dengan my lovely kaki berbulu, dan sangat bersyukur bs naik mobil kemana-mana, bisa makan di mol (terkadang bak orang susah aja kelakuan gue haha).... bahagia dan nikmatnya itu tidak akan sebanding kalau misalnya tiap workday gue bangun siang (I was living that way), lantas apa spesialnya kalau weekend gue bangun siang?
Bahagia itu sesungguhnya adalah menjadi sederhana, semakin sederhana kita hidup, semakin mudah kita bahagia... Some people may say, I live a pathetic life... but I gladly say that I live my pathetic life happily... Everyone want to be happy, dont they? and if being pathetic (said others that dont understand) makes them happy, just let it be...
*"Early birds get more worms" adalah kata-kata seorang sahabat, di pagi hari di ruang baca kampus. Saat ini kami sedang sama-sama berusaha, dengan cara kami masing-masing. Good luck, B!
A simple story of an ordinary life of a wife who loves cat, day dreaming and any thing in between.
Showing posts with label Ritual. Show all posts
Showing posts with label Ritual. Show all posts
Saturday, 25 August 2012
Monday, 25 October 2010
Barney: "Ted, you should not marry Stella"
Seperti yang ditulis di cerita sebelumnya Wedding Fever is every where.
Dimulai dari seorang ibu yang ingin anaknya menikah,
Ibu yang mau anaknya menikah (Ibu): "Teh, mamah udah punya seragam buat nikahan..."
Anak yang diharapkan menikah (Anak): "Oh, ya mah? Emang jadi nikahannya?"
Ibu : "Yah, kalo ga jadi nikah juga yang penting udah punya seragam kita..."
Anak: "Oke... Seragamnya apa?"
Ibu: "Jadi mama kan kemarin pesen gorden batik, warna peach buat gorden rumah, eh taunya si embaknya bego... Jadi warna kuning, gak match lah..."
Anak: "Jadi?"
Ibu: "Ya, dari pada sayang, mana banyak lagi bahannya... Kan lumayan jadi seragam kawinanmu?"
Anak: "Iya, pasti keluarga kita seneng dapet seragam bahan gorden warna kuning...
"
Di suatu sore yang melelahkan, terjadilah pembicaraan berikut antara pacar, anak laki-laki, ayah dan ibunya.
Diawali dengan pembicaraan ringan yang tiba-tiba menjadi...
Ayah: "Kalo orang Sunda panggihnya gimana?"
Pacar: "Hah, apa Om? pangg...?"
Ayah: "Kalo orang Sunda adatnya gimana? Untuk nikah?"
Ibu: "Kalo orang Jawa kan ada panggih, kalo orang sunda gimana?"
Pacar berfikir keras: "Emmmm...."
Ayah: "Kamu coba tanya papa atau mamamu"
Pacar berfikir keras: "Hmmmm...."
Ibu ngomong ke Ayah: "Kayanya dia gak tau deh..."
Pacar masih berfikir keras: "Mmm, bisanya kalo nikah keluarga aku akad nikah terus resepsi"
Ayah: "Kalo orang Jawa ada yang namanya Panggih"
Pacar: "Paninggih?"
Si anak laki-laki dan Ibunya: "Panggih"
Pacar: "Acara apa yah itu?"
Ayah: "
apa yang dijelaskan>"
Pacar: "Ohhh..."
Ayah: "Nanti tanya papa atau mamamu, orang Sunda acaranya apa?"
Pacar: "Oh...Emangnya wajib ya Om? Harus ya?"
Ayah: "Wajib
"
Ibu: "Itu loh kalo orang Jawa acaranya, kalo orang sunda yang ada acara melepas burung merpatinya
"
Pacar: "Ohh.." dengan muka enggan (there's no way i want to hold a bird.... euuuhhh)
Ibu: "Kamu lahirnya kapan? Hari minggu ya"
Pacar: "Hm, iya kali..."
Ibu: "Jam berapa?"
Pacar: "Ya tanggal 25, kalo gak pagi, siang atau sore kali ya...
"
Ibu: "Harus pasti jamnya... nanti tanya ya ke mamamu"
Pacar: "Ya..."
Ibu: "Soalnya nanti beda jamnya, yang bagus jam XX dan XX atau"
Pacar: "Itu waktu apa ya? Indonesia Barat? Sama waktunya di tiap daerah"
Ayah: "Ya, pokoknya Waktu Indonesia Barat"
Pacar berpikir keras: (Tapi kan waktu buka puasa beda di Jkt sama di Sby
);
Dimulai dari seorang ibu yang ingin anaknya menikah,
-----------------------
Anak yang diharapkan menikah (Anak): "Oh, ya mah? Emang jadi nikahannya?"
Ibu : "Yah, kalo ga jadi nikah juga yang penting udah punya seragam kita..."
Anak: "Oke... Seragamnya apa?"
Ibu: "Jadi mama kan kemarin pesen gorden batik, warna peach buat gorden rumah, eh taunya si embaknya bego... Jadi warna kuning, gak match lah..."
Anak: "Jadi?"
Ibu: "Ya, dari pada sayang, mana banyak lagi bahannya... Kan lumayan jadi seragam kawinanmu?"
Anak: "Iya, pasti keluarga kita seneng dapet seragam bahan gorden warna kuning...
-----------------------
Diawali dengan pembicaraan ringan yang tiba-tiba menjadi...
-----------------------
Pacar: "Hah, apa Om? pangg...?"
Ayah: "Kalo orang Sunda adatnya gimana? Untuk nikah?"
Ibu: "Kalo orang Jawa kan ada panggih, kalo orang sunda gimana?"
Pacar berfikir keras: "Emmmm...."
Ayah: "Kamu coba tanya papa atau mamamu"
Pacar berfikir keras: "Hmmmm...."
Ibu ngomong ke Ayah: "Kayanya dia gak tau deh..."
Pacar masih berfikir keras: "Mmm, bisanya kalo nikah keluarga aku
Ayah: "Kalo orang Jawa ada yang namanya Panggih"
Pacar: "Paninggih?"
Si anak laki-laki dan Ibunya: "Panggih"
Pacar: "Acara apa yah itu?"
Ayah: "
Pacar: "Ohhh..."
Ayah: "Nanti tanya papa atau mamamu, orang Sunda acaranya apa?"
Pacar: "Oh...Emangnya wajib ya Om? Harus ya?"
Ayah: "Wajib
Ibu: "Itu loh kalo orang Jawa acaranya
Pacar: "Ohh.." dengan muka enggan (there's no way i want to hold a bird.... euuuhhh)
Ibu: "Kamu lahirnya kapan? Hari minggu ya"
Pacar: "Hm, iya kali..."
Ibu: "Jam berapa?"
Pacar: "Ya tanggal 25, kalo gak pagi, siang atau sore kali ya...
Ibu: "Harus pasti jamnya... nanti tanya ya ke mamamu"
Pacar: "Ya..."
Ibu: "Soalnya nanti beda jamnya, yang bagus jam XX dan XX atau
Pacar: "Itu waktu apa ya? Indonesia Barat? Sama waktunya di tiap daerah"
Ayah: "Ya, pokoknya Waktu Indonesia Barat"
Pacar berpikir keras: (Tapi kan waktu buka puasa beda di Jkt sama di Sby
-----------------------
Getting married is a must (menurut agama kalo sudah siap dan mampu) and it is a big deal, we have to be well prepared. Preparing a wedding is a huge thing (so i think, however i'm not preparing one). We have put everything in detail, such as preparing the wedding venue, catering, make up, dress and the date. I never dream to have a simple wedding, i always want a beautiful one, with detail of my style. But i never thought it would be so many preparations (even when i'm not ready!) and complicated rituals.
This married stuffs have already scared me, even when i haven't done it...
Labels:
Blablabla,
Kisah Muka Lebar,
Ritual,
Wedding
Subscribe to:
Posts (Atom)